There was an error in this gadget

Tuesday, October 26, 2010

Path to the Future

insya allah kalau tidak ada halangan apapun, mulai besok saya akan mempunyai status baru yaitu sebagai seorang karyawan swasta.


yap. I just got accepted in one of the banks in Indonesia and gonna sign my contract tomorrow :)


perasaan saya ketika mengetahui berita tersebut? Tentu saja senang. Senang sekali.
bagaimana tidak, dari apa yang saya cari tahu dan dengar selama saya mengikuti proses rekrutmen, konon katanya gaji dan segala macam tunjangan kesejahteraan di tempat saya akan bekerja nanti sangat bagus dan dengan jalur karir yang saya ambil, posisi managerial dapat saya raih hanya dalam waktu beberapa tahun saja jika saya mau bekerja keras disana.


tetapi dibalik semua itu, ada sedikit perasaan sedih dan panik yang saya rasakan.
bukan. bukan karena ikatan kerja ataupun soal penempatan kerja nanti yang kabarnya bisa saja berada di luar Pulau Jawa. karena kalau untuk soal tersebut saya sudah mempunyai cukup banyak waktu untuk berpikir, memutuskan, dan menekadkan serta memberanikan mental dan jiwa raga saya.


tetapi lebih kepada perubahan demi perubahan yang terjadi di sekeliling dan di dalam hidup saya yang begitu cepat.
di satu menit saya masih menjadi lulusan segar dari perguruan tinggi dengan embel-embel 'mahasiswa' menempel erat di dahi saya. saya masih mempunyai banyak waktu untuk bersenang-senang, untuk berjalan-jalan kemanapun saya suka dan bertemu dengan orang-orang yang saya kasihi (khususnya pacar. ehem!) kapanpun dan dimanapun kami mau.
lalu kemudian, satu menit berlalu dan tiba-tiba, "Kriing!". saya mendapat telepon dari salah satu bank yang memberitahu bahwa saya diterima bekerja di tempatnya, dan pacar saya juga mendapat telepon yang sama (dengan hanya berjarak 1 hari lebih cepat) dari sebuah bank yang lain bahwa dia juga diterima bekerja di tempat itu.


And "Whamp! Bamp!", just like that. we changed. from a fresh graduates-let's play and meet-whenever-we-wanted, into a serious-busy-bank employees.


dan jujur saya takut. ya, jika mau jujur, saya sedikit takut dengan semua perubahan ini.
selama 9 bulan ini, saya mempunyai hubungan yang sangat ideal. 
kami berdua sama sama mahasiswa tingkat akhir yang hanya tinggal menyelesaikan skripsi tanpa adanya matakuliah lain.
kami sudah berada di posisi akhir karir kepanitiaan dan organisasi, sehingga dari segi akademis dan kepanitiaan, sudah tidak ada banyak pekerjaan yang bisa menghalangi interaksi kami.
selain itu, selama berkuliah saya dan dia pun sama sama mengekos di depok, sehingga kapanpun itu, kami selalu bisa menyempatkan waktu untuk bertemu satu sama lain.


dan kini, dengan dua kesibukan yang berbeda, dengan dua tempat yang berbeda, dan dengan teman-teman berbeda yang kami belum kenal satu sama lain, saya menjadi takut. takut akan semua perubahan ini, dan dengan suatu kondisi baru yang tidak saya ketahui sama sekali celahnya.


beside that, i miss him SO bad. 
mungkin karena selama ini hubungan kami selalu berlandaskan kepada interaksi fisik, dalam artian kami selalu bertemu langsung tatap muka secara teratur, sehingga untuk tidak melakukan hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berat.
saya tahu. sms, telepon, chat, facebook, dan skype adalah teknologi yang diciptakan untuk meringankan beban tersebut.
but believe me. nothing beats the real human warm hugs and smile. seriously.
i could give and get thousands and thousands of emoticons and words, but in the end of the day, you still need a live-hug, not just the cyber-hug ones.


saya tahu, bahwa kini saya sedang mengeluh dan mengkhawatirkan sesuatu hal yang abstrak. padahal semestinya saya harus sangat bersyukur, bahwa saya dan dia diberikan keberuntungan dan rejeki yang sangat indah, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang kami dapatkan. Dan juga mempunyai jenis hubungan yang kami miliki hingga sampai saat ini.


tapi kadangkala, kita tidak bisa mengatur apa yang kita rasakan bukan?
kalau saya bisa mengaturnya, percayalah. saya lebih memilih tidur saat ini dan bermimpi indah tentang hari esok. ketimbang duduk disini, menulis tulisan ini, merasa sedih, and trying to hold my tears altogether.
tetapi saya tidak bisa.



phew. sorry for the rambling. I just really need to get this off my chest, so I can focus better tomorrow and for all the next days afterwards. 
and for you, boyfriend. I really miss you SO damn MUCH, i never realize missing someone could hurt and make me want to cry so badly, up until this point :')


cheers for you and me 



Wednesday, September 22, 2010



about a week ago, I wrote a comment on Sitta Karina's blog. in her blog, she wrote about what is her passion, and told us, the reader, to write about what is (are) our passion(s). the 3 people who write the most interesting comments, will win a copy of her novel, Circa.


so with nothing to lose, i wrote this at her comment page:


passion saya ada 2.

psikologi dan menulis.
sejak dari kelas 3 SD, saya sudah mengetahui bahwa saya ingin menjadi psikolog. di usia itu, saya sudah tertarik membaca berbagai artikel dan ulasan di majalah yang membahas permasalahan psikologis.

setelah menjadi mahasiswa fakultas psikologi (dan kini sudah lulus), saya semakin merasa jatuh cinta terhadap ilmu itu, dan yakin bahwa berkecimpung di dunia psikologi adalah pekerjaan yang ingin saya lakukan dan sebuah hal yang selalu mampu membuat saya bersemangat dan rela mengerahkan semua kemampuan saya.
lalu menulis.
menulis bagi saya adalah suatu hal yang bersifat personal. menulis telah membantu saya untuk melewati dan memahami lebih baik beberapa masalah besar yang pernah saya hadapi, karena dengan menulis saya dapat mengeluarkan dan menata kembali semua pemikiran yang ada di kepala dengan lebih baik.

saya bersyukur karena saya merasakan passion terhadap dua bidang tersebut, karena memiliki passion di dunia psikologi dan menulis telah banyak membantu saya selama ini. dengan pengetahuan yang saya miliki sebagai sarjana psikologi dan juga manusia yang telah merasakan beberapa pengalaman -yang walaupun pahit- tetapi sangat berharga, dan juga seseorang yang mempunyai gairah untuk menulis, saya dapat membagikan beberapa buah pemikiran saya kepada orang lain. saya dapat menceritakan beberapa pengalaman dan pelajaran yang telah saya lewati, sehingga (hopefully) tidak ada orang lain lagi yang perlu merasakannya.
dan untuk kedepannya, saya akan terus berusaha untuk bekerja di dalam bidang yang sesuai dengan passion saya. karena tidak ada orang yang lebih beruntung, dibandingkan orang-orang yang memilki gairah dalam pekerjaannya dan mencintai apa yang ia lakukan.
cheers! :)

and just this afternoon, i received a message at my Facebook inbox from her!
she's telling me that I won one of her book. wow, isn't that cool?
haha i know, it's just one book. but, still. It always feels good to win something, isn't it? 
can't wait for the book to arrive ;)

so how about your day? feeling lucky today?
well, no matter what, let's keep the positive attitude and cheers!

Thursday, September 9, 2010

Person I cannot Forgive



besok adalah hari raya Idul Fitri yang ke-1431 H. 
Seiring dengan akan datangnya hari raya lebaran ini, hari ini saya cukup banyak mendapatkan ucapan selamat hari raya dan permohonan maaf lahir dan batin. sama seperti yang lain, hari ini saya juga mengucapkan permohonan maaf lahir batin tersebut ke beberapa teman-teman dekat saya dan mempostingnya di beberapa jaringan media sosial.


akan tetapi, mendapatkan ucapan permohonan maaf seperti itu, jadi membuat saya terpikir sesuatu. 
Apakah semua permohonan maaf serta pemberian maaf yang saya lakukan hari ini adalah sesuatu yang secara tulus datang dari hati?


kalau mau jujur, sebenarnya apa yang saya lakukan hari ini lebih mengarah kepada kebiasaan. setiap akan lebaran, sepertinya setiap orang berlomba-lomba meminta maaf, sehingga saya pun juga jadi terbiasa untuk melakukannya. jika saya tidak ikut melakukannya, maka akan terasa aneh, beda sendiri, dan tanpa sadar rasanya ada tekanan sosial yang memaksa saya untuk ber-konformitas, ikut-ikutan agar sama dengan yang lain.


padahal kalau harus mengaku, hari ini saya tidak benar benar merasa bersungguh sungguh ketika membalas semua ucapan yang dikirimkan teman-teman kepada saya.
setiap ucapan 'mohon maaf lahir dan batin' hanya akan saya jawab 'sama-sama yaa'. tetapi di dalam hati sebenarnya saya bertanya-tanya, "minta maaf buat apa sih? rasanya bahkan saya hampir sudah tidak pernah berkomunikasi dengan orang yang meminta maaf itu, jadi bagaimana dia (atau saya) bisa saling membuat salah kepada satu sama lain?"


dan justru kepada satu orang yang seharusnya saya beri maaf dengan penuh kelapangan dada, tidak saya berikan. dan sebaliknya, saya pun tidak mau meminta maaf kepada dia.


saya akui. Ya, saya masih mempunyai dendam padanya.


Tidak, ini bukan disebabkan karena sakit hati lagi. sakit itu sudah hilang berbulan bulan yang lalu, ketika saya telah memahami semuanya dan melihat betapa pengecutnya dia.
tetapi saya masih marah, karena walaupun rasa sakit itu sudah tidak ada, tetapi saya masih ingat bagaimana rasanya. 
saya masih ingat sakit yang saya rasakan, and as devil as it sounds, di setiap kesempatan yang saya punya, saya selalu menggunakannya untuk membuatnya merasakan setidaknya sedikit dari apa yang dulu saya rasakan. 


dan sekarang, di hari yang fitri ini, saya masih tidak bisa memberikan maaf kepada orang tersebut. ataupun meminta maaf, karena bagaimanapun saya juga pernah melakukan satu dua hal yang kurang menyenangkan secara sengaja kepada dia (yes, guilty! haha). 
dan saya tidak tahu apakah saya akan pernah bisa memaafkan dia pada akhirnya. 


hmm dan rasanya mungkin tidak akan pernah bisa. setidaknya, tidak akan bisa, sebelum ia dengan berani dan berjiwa besar mengakui kesalahannya terlebih dahulu.




p.s: saya tahu, ini bukan postingan blog yang penuh dengan nuansa idul fitri dan kebesaran jiwa. saya seseorang yang masih perlu banyak belajar. dan untuk urusan memberi maaf, yap. mungkin hingga kini saya masih menjadi seseorang yang mampu untuk 'holding the grudges' cukup lama. terutama bagi orang-orang yang benar-benar menyakiti saya. hehe.


but, still..


Happy Idul Fitri 1431 H

Dan bagi kalian yang merasa pernah tersakiti oleh tulisan atau pemikiran saya, dengan setulus mungkin saya ingin meminta maaf lahir dan batin. semoga kita bisa menjadi lebih baik di hari yang fitri ini :)


cheers!

Tuesday, September 7, 2010

Home



last night, as we went home with motorcycle after a rainy day, i saw people walked on the street.
as i watched them walking fast on the pavement, i started to guess where they're heading to.
and i think, although they might be heading to different directions, they must be going to some places warm, dry, and nice. 
where they get to meet people whom the hold dearly the most.
places they call home.




and as i thinking of this and holding him from behind on his motorcycle.
i realize this.
a home is not just a building. 
a home is not just a place for family.
because a home, is in everywhere and with everyone that make us feel safe and serene.
and while we ride through the misty and cold road,
i found my home. 
in you.




-dee-

Wednesday, August 18, 2010

In the Middle of Crossroad



lately, i feel like standing in the middle of crossroad.
with all this graduation and job hunting thing-y, it feels like whatever I'm gonna do next, it will be a  very significant step to define what and who i'll be next. and in one way or another, it sucks.

why?

because i never felt like this before.
 
call me perfectionist or a not spontaneous kind of person, but throughout my life, i always have a plan. especially for big things, like what kind of high school i wanna go or what major i'm going to take in college. i even already planned of studying for Psychology since i was in 3rd grade in Elementary school.

so you see, being clueless and directionless is quite annoying for me.

being graduated is great, and i work really hard to be graduated on time and got A for my thesis. but once it's done, i don't know what i want to do anymore.
well, for one thing i definitely don't want to apply for Master degree right away after my bachelor degree graduation, trying to give the brain a little air and space to breathe :D
but applying for job is another confusing matters, cause i still can't figure out what i exactly wanna do for a living (haha). 


so right now, all i'm doing for most of my days are clicking the mouse through job-finding websites and applied for random jobs and random positions. trying to see, if there is someone out there who's interested enough with what i have to offer :p


wow, so i guess i finally come to the real world. the real jungle, where only the most perseverance of people would be able to survive. wish me luck guys. can't wait for the day i finally have my own income. and financial freedom :)



cheers!

Thursday, July 22, 2010

Chasing Your Own Tail, Eh Mister?


"
Someone who's never satisfied with what they have, is just like a dog that chasing their own tail. They never realized that they already have what they're after. "
-Dea-

kalimat ini muncul di kepala saya, setelah melakukan sebuah percakapan dengan seorang teman tadi sore. pada saat itu kami membicarakan mengenai seseorang yang kami kenal dan hubungannya dengan beberapa wanita. sounds like Ariel Peterpan and his ladies? could be.

setelah bertukar gosip, kami mengetahui bahwa teman kami itu (sebut saja AP haha) ternyata sedang berusaha mendekati seorang wanita yang kami juga kenal, padahal saat ini sebenarnya AP sudah mempunyai pacar. perilaku yang AP lakukan ini, bukanlah kali pertamanya kami dengar dilakukan oleh dia. malah sepertinya sejak dari awal kami mengenalnya, dia selalu dibayangi oleh gosip-gosip sejenis ini. bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa dia sudah pernah berpacaran sebanyak 28 kali.

berita-berita seperti ini kemudian membuat kami bertanya-tanya. kenapa ya AP melakukan hal seperti itu? apa yang menyebabkan ia seolah-olah tidak pernah puas dengan pasangan yang ia miliki saat ini, dan selalu berusaha mencari orang baru setelah beberapa lama membina hubungan?

teman saya mengatakan bahwa mungkin dia belum menemukan pasangan yang benar-benar dapat melengkapinya, bahwa dia selalu menemukan kekurangan dalam diri pasangan yang saat ini sedang ia miliki, sehingga ia memutuskan untuk mencari lagi yang lebih baik.

mendengar komentarnya, saya pun menganggukkan kepala karena sangat mungkin bagi seseorang untuk merasa tidak cocok dengan pasangan mereka, dan hal yang wajar jika mereka berusaha mencari yang terbaik dan paling sempurna untuk mereka.

akan tetapi, saat itu saya juga teringat dengan tulisan salah satu teman saya, Abay, di Twitter. saya sudah lupa kalimat pastinya, tetapi pada intinya dia mengatakan bahwa kita selalu bisa untuk terus dan terus mencari seseorang yang lebih baik. Yang paling baik.
tetapi sampai kapan? Apa yang bisa dijadikan batas waktunya atau penanda bahwa kita telah menemukan yang terbaik?
daripada terus mencari tanpa henti, kenapa tidak mengusahakan saja apa yang sudah ada.
karena Cinta tidak hanya tentang menemukan yang terbaik, tetapi juga mengenai cara mengolah hubungan yang sudah ada, menjadi yang paling baik.
afterall, tidak ada manusia yang sempurna kan di dunia ini?

sehingga ketika saya teringat kembali dengan si AP, saya jadi merasakan sedikit rasa kasihan (hanya sedikit loh). Kenapa?

karena ketika saya berpikir tentang AP, saya jadi teringat tentang anjing.
tidak. bukan dalam artian yang kasar atau mencerca, tetapi hanya kepada salah satu perilaku mereka yang senang mengejar-ngejar ekor mereka sendiri.
bukankah perilaku si AP dapat disamakan dengan perilaku anjing tersebut?

dia selalu terus mencari. berputar-putar dari satu orang ke orang lain, berusaha menemukan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhannya dan sesuai dengan kriteria ideal bayangannya.
dan semua itu dia lakukan tanpa pernah menyadari bahwa mungkin, sebenarnya dia pernah / sedang memilikinya.
karena dia terlalu sibuk mencari dan tidak pernah berhenti cukup lama untuk menyadari bahwa apa yang dia kejar sebenarnya sudah menjadi miliknya.

dan kini saya merasa kasihan padanya. setelah hidup di Bumi ini cukup lama, ternyata perkembangan intelegensinya tidak jauh berbeda dengan doggy yang suka berkeliaran di kantin fakultas saya.
haha :)

so i think, at least for me, let's just be grateful for everything.
because it's always the easiest and yet the hardest thing to do in life.

count your blessing and be thankful for everyone we have in life.
because, there's always a reason why some people make it to our present,
and some just don't.


cheers!


Monday, July 5, 2010

Hey Shooting Star..












hey shooting star..
can I ask you a favor?
please give me a night.
not just a minute or an hour, but a whole day.
One perfect day, through the daylight and the starry night..
to hold the one that I love.



Monday, June 28, 2010

Come here. Tell me

come here
tell me everything
come here
don't hold it all inside
come here
i'll share your burden
come here
i'll make it alright
come here
i'll hold you tight
come here
and i'll wipe away all of your fear

so just come here. cause i will always stay. through the good and the bad.

Sunday, June 27, 2010

Young and misunderstood

this is a promise I made to myself.

When I get older, I will try my best to not forget how does it feel to be young and misunderstood.


Sunday, June 20, 2010

Love and Trust Equal Relationships


beberapa minggu yang lalu, saya sempat berbincang dengan salah satu teman lama saya. di dalam perbincangan lewat YM tersebut, kami kebanyakan membicarakan mengenai perkembangan kehidupan percintaan dia serta perselingkuhan yang baru saja dilakukan oleh pacarnya, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi perasaannya, membuatnya sakit hatinya, khawatir, serta kehilangan rasa percaya terhadap pria tersebut.

pada saat ia menceritakan mengenai perselingkuhan tersebut, sebenarnya teman saya ini sudah memutuskan hubungannya dengan si pria tersebut. akan tetapi, setelah putus pun dia masih terus bertanya-tanya apa yang sebaiknya ia lakukan lagi selanjutnya. apakah melupakan si mantan dan berjalan maju atau mencoba untuk memperbaiki segalanya dan melanjutkan hubungan mereka berdua.

pada akhirnya, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan saya dan juga proses pemikiran serta pembicaraan dengan si mantan, teman saya itu pun memutuskan untuk kembali pada mantannya. mendengar keputusan dia, saya tidak bisa berkata banyak. dia adalah wanita dewasa yang sudah bisa memutuskan apa yang paling baik untuk dirinya, walaupun secara pribadi, sebenarnya saya tidak terlalu setuju jika dia kembali lagi dengan pria tersebut.

kenapa?

karena bagi saya, perselingkuhan adalah suatu bentuk simbol pengkhianatan tertinggi yang bisa dilakukan seseorang kepada pasangannya. in my opinion,

Relationships are build based on Love and Trust. One cannot lasts when the other one was destroyed


pada waktu itu saya mengatakan ke teman saya tersebut bahwa keputusan untuk kembali lagi ke pria tersebut ada sepenuhnya di tangan dia. saya tidak bisa mengatakan, "Ya, kamu harus kembali pada dia" atau "Jangan, kamu tidak boleh membina hubungan lagi dengan dia", karena saya tidak punya hak akan itu. akan tetapi kalau dia memang memutuskan untuk kembali lagi dengan orang tersebut, ada satu hal yang harus ia pertimbangkan matang-matang.

mungkin dia akan bisa memaafkan pria tersebut, akan tetapi bisakah dia untuk kembali percaya?

menurut saya, suatu hubungan tidak bisa hanya dibangun berdasarkan rasa cinta saja. ada banyak komponen lain yang diperlukan untuk membuat suatu hubungan bertahan dan berjalan dengan baik, dan salah satunya adalah rasa percaya. coba bayangkan jika kita berada di dalam suatu hubungan dimana kita tidak pernah bisa mempercayai pasangan kita seutuhnya? hubungan dimana selalu ada kerikil-kerikil dan gumpalan-gumpalan ketidakpercayaan yang muncul setiap kali kita tidak bisa menghubungi, tidak mendapatkan balasan ketika mengirim pesan, atau ketika mereka harus pergi dalam jangka waktu yang lama?
sebesar apapun rasa sayang yang kita miliki, pada akhirnya kecurigaan dan insekuritas tersebut akan memakan kita secara perlahan. menggerogoti sisa-sisa logika dan akal pikiran yang kita miliki dan secara keseluruhan meracuni dinamika hubungan yang ada.

teori saya ini pun terbukti beberapa minggu setelah mereka rujuk kembali. pada saat itu, ketika sedang membuka facebook, saya membaca beberapa postingan status yang ditulis oleh teman saya dan juga pacarnya tersebut. di status-status itu ia menuliskan beberapa komentar-komentar yang bernada tidak percaya terhadap si pacar. setiap kali si pria menulis sesuatu yang bernada ambigu, teman saya langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan bersifat interogasi, curiga, dan marah. dan pada akhirnya ia pun merasa lelah sendiri dengan perasaan tidak aman itu.

yah, setiap orang mempunyai alasan mereka masing-masing untuk memutuskan sesuatu, dan jika teman saya memutuskan untuk kembali dengan pria yang pernah mengkhianatinya, maka itu adalah keputusan dia. akan tetapi jika keadaan itu dibalikkan kepada saya, mungkin saya tidak akan pernah (insya allah) memberikan kesempatan kedua terhadap pria tersebut. karena kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh. dan ketika hal itu sudah dihancurkan, akan sangat sulit bagi saya untuk mengembalikannya ke keadaan seperti sebelumnya.

yeah, well. they said that people deserve a second chance. but i think, on certain people who didn't know how to treat their precious things, they don't deserve that chance. not until they mature up, at least.
and in the end, we all must've heard this quote. "Relationships are like glass. sometimes it's better to leave them broken than try to hurt yourself putting it back together."

jadi kesimpulannya, lebih baik tidak usah bertindak macam-macam yang pada akhirnya menyakiti orang lain, karena bagaimana pun caranya, bau bangkai pasti akan tercium juga. kita semua sudah cukup belajar dari kasus video mirip Ariel-Luna Maya-Cut Tari kan? haha ;)

okay. till then, CHEERS!



Tuesday, June 15, 2010

On My Thesis Defending Day

hari ini saya baru saja selesai sidang skripsi dan Alhamdulillah secara resmi telah menjadi Andrea Kusuma Putri Mahdi, S.Psi :D
menghadapi sidang skripsi hari ini, saya sebenarnya merasa sangat bersemangat dan antusias. bukan karena saya merasa skripsi saya sudah sangat baik atau sesuatu yang seperti itu sih, tetapi lebih karena bagi saya, segala sesuatu yang tidak menyenangkan atau membuat gugup lebih baik langsung secepat mungkin dihadapi dan diatasi, dibandingkan harus terus menerus ditunda secara berkepanjangan. it just like ripping off the bandages. the faster, the better (hehe).

menghadapi hari persidangan ini, saya kemudian jadi menyadari suatu hal yang sangat penting dan berarti besar.

I was surrounded with the best and kindliest friends, lover, and teachers I could ever ask for

mereka semua dengan sangat murah hatinya memberikan dukungan kepada saya, baik melalui sms, ucapan semangat, pelukan ketika kami bertemu, pesan-pesan di Facebook, dan bahkan ikut datang dan menunggui hingga saya selesai menjalani sidang.
memang sebenarnya hal tersebut terkesan sederhana dan simpel, tapi percayalah. disaat kita akan menghadapi sesuatu yang berarti sangat besar di dalam hidup, hal-hal simpel dan sederhana tersebut bisa memberikan arti dan semangat yang sangat besar.

and now... I got speechless.
saya hanya bisa terus mengatakan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. untuk kedua pembimbing skripsi saya yang selalu bisa menemukan cara untuk mencairkan suasana. juga untuk mba indah yang masih sempat mengirimkan pesan via BBM ke mba lifi, PS 1 saya, untuk memberikan semangat.
untuk kedua orang Penguji skripsi saya yang sangat baik sekali dan selalu tertawa sehingga rasanya lebih seperti diskusi dan bukannya sidang.
untuk Citra, Edina, Rindy, dan DDS yang mau menunggui hingga saya selesai sidang.
dan buat si Pacar. you're the best car. Always :)

whew, what a day! Terima kasih Ya Allah karena membuat segala sesuatunya berjalan dengan lancar hari ini :)

dan yang terakhir, Andrea S.Psi ingin mengatakan Cheers! have a happy life, folks!



Tuesday, June 1, 2010

Terima Kasih Sangat Banyak untuk Kalian.


Bagi yang sebelumnya tidak tahu, selama 2 semester terakhir ini sebenarnya saya sedang bergelut hidup dan mati dengan sumber kemalasan terbesar selama karir akademis saya, yaitu Skripsi. Alhamdullillah, hari ini setelah bertemu dengan Pembimbing Skripsi 1 dan 2, akhirnya Bab 5 saya sudah di setujui, yang berarti saya bisa segera mengumpulkan skripsi dan maju sidang. karenanya, dengan niat untuk save the best for the last, sebagai satu tanda syukur saya segera membuat kata pengantar dan ucapan terima kasih yang akan dimasukkan ke dalam skripsi saya nanti.

bagi yang mau melihat, seperti inilah ucapan terima kasih yang telah saya buat, dengan sepenuh hati jiwa dan raga. no kidding here, i mean it. with all of my heart. ;)Justify Full
KATA PENGANTAR / UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur yang sebesar-besarnya saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas semua bantuan, berkat dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Meskipun harus dilalui dengan penuh kerja keras serta masa-masa sulit yang kadang hampir membuat saya menyerah, proses pembuatan skripsi ini adalah salah satu masa terbaik dalam hidup dimana tidak hanya memperoleh ilmu baru, saya juga mendapatkan pengalaman serta teman-teman baru yang selalu siap sedia untuk memberikan semangat.

Vincent T. Lombardi, seorang pelatih sepakbola Amerika terkenal, pernah mengatakan bahwa perbedaan diantara orang yang sukses dan yang tidak bukanlah kurangnya kekuatan atau kurangnya pengetahuan, akan tetapi kurangnya keinginan dan motivasi. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur karena saya mempunyai begitu banyak orang di dalam hidup yang dengan sepenuh hati selalu berusaha untuk memberikan saya dorongan, motivasi, semangat, atau bahkan teguran, agar saya bisa terus terpacu untuk menyelesaikan skripsi ini dengan secepat dan sebaik mungkin. Rasa terima kasih yang begitu mendalam saya sampaikan untuk:

Kedua orangtua saya tercinta, M. Nanang Mahdi dan Hertati serta Adik saya, Febyola Oktavanya. Mereka adalah orang-orang yang menjadi alasan utama bagi saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin, karena kebanggaan mereka adalah kebahagiaan saya.

Pembimbing 1 skripsi saya, Mbak Lifina Dewi Pohan, M.Psi. Rasa terima kasih yang besar saya sampaikan kepada beliau, yang selalu memberikan saya bimbingan, saran, motivasi, serta teguran membangun agar saya selalu bersemangat untuk menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih mbak, atas setiap waktu bimbingan yang selalu memberikan saya ilmu dan pemahaman baru mengenai berbagai hal.


Pembimbing 2 skripsi saya, Sherly Saragih Turnip, S.Psi., M.Phil. Momen-momen pencerahan yang selalu beliau berikan di setiap sesi bimbingan adalah sesuatu yang selalu saya nantikan setiap minggunya. Kecerdasan, kebaikan, ketenangan, kegembiraan, dan tawa canda yang saya dapatkan setiap kali kami bertemu adalah pendorong semangat utama yang selalu dapat membantu saya untuk bangkit di kala masalah dan rintangan membuat saya tidak termotivasi untuk membuat skripsi.


CH. Pria hebat, kekasih, motivator pribadi, sang calon pendamping wisuda yang tanpa henti selalu memberikan dukungan dan semangat. Nasihat dan saran yang ia berikan adalah hal yang menolong dan membuat saya tersadar untuk berusaha lebih baik dan bekerja lebih keras dari sebelumnya. Kalimat penenang yang ia berikan adalah hal yang membuat saya dapat bangkit dan tidak takut lagi ketika berbagai tamparan dan teguran keras saya peroleh dan membuat saya merasa putus asa. Thank you for being who you are and for being with me.
Teman-teman payung penelitian EPDS yang lain, Citra, Tachie, Icha, Rindy, Muti, Rini, dan Edina. Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk bekerja sama dengan kalian. Terima kasih untuk semua canda tawa, gosip, jalan-jalan, kerja sama, dan dukungan yang saling kita berikan kepada satu sama lain dalam proses pembuatan skripsi yang melelahkan ini.
Indah Sari Hutauruk, M.Psi. terima kasih saya sampaikan kepada beliau atas dukungan dan bimbingan yang telah diberikan selama ini. Walaupun beliau bukanlah pembimbing skripsi saya, namun beliau masih rela untuk meluangkan waktunya dan selalu memperhatikan perkembangan skripsi saya.

Puskesmas dan Posyandu Kecamatan Sukmajaya, Depok, terutama dr. Linda dan Bidan Mei. Terima kasih atas semua bantuan, keramahan, dan kenangan yang berharga selama kami berada di sana.


Teman-teman serta pihak-pihak lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu atas semua bantuannya selama proses pengerjaan skripsi ini berjalan hingga akhirnya dapat terselesaikan.



Terima kasih yang teramat besar saya sampaikan kepada kalian semua. Kepada kalian, skripsi ini saya persembahkan.


Depok, 1 Juni 2010


Penulis


p.s: please please wish me a lot of good luck, so i can do my best when i'm defending my thesis, okay? happy day for you all and cheers :)

Friday, May 14, 2010

Filosofi Foto: Honoring the Differences and Admiring the Similarities


"Relationships, of all kinds, are like sand held in your hand. Held loosely, with an open hand, the sand remains where it is. The minute you close your hand and squeeze tightly to hold on, the sand trickles through your fingers. You may hold onto some of it, but most will be spilled.
A relationship is like that.
Held loosely, with respect and freedom for the other person, it is likely to remain intact. But hold too tightly, too possessively, and the relationship slips away and is lost."

-Kaleel Jamison-


beberapa hari yang lalu saya mengganti foto profil di Facebook.
foto tersebut adalah foto yang di-upload oleh si pacar ketika kami berdua datang ke suatu acara pernikahan. tidak berapa lama setelah foto tersebut di upload, si pacar pun juga kemudian mengganti foto profilnya dengan foto tersebut.

membandingkan kedua foto itu, saya melihat adanya persamaan. Banyak persamaan sebenarnya, karena kedua foto tersebut berasal dari satu foto yang sama.
akan tetapi, jika seseorang mau melihatnya secara lebih seksama, maka mereka pasti akan menemukan adanya perbedaan-perbedaan. hal ini disebabkan karena warna foto saya yang lebih terang dibandingkan milik dia dan adanya editan pada frame foto si pacar, dimana saya memakai gambar foto yang polos sedangkan dia memakai foto yang disekelilingnya sudah ditambahkan frame editan komputer. Yap, foto-foto tersebut adalah foto yang sama tapi sebenarnya berbeda. namun, walaupun berbeda kami berdua tetap memakai kedua foto tersebut sebagai foto profil kami.

melihat kedua foto tersebut, saya menjadi tersenyum sendiri. not just because we look cute together (haha) tetapi juga karena foto tersebut mengilhami saya akan sebuah filosofi dari suatu hubungan interpersonal.

And what would that be?


menurut saya, sebuah hubungan semestinya dilakukan seperti pemasangan kedua foto tersebut. mungkin setiap orang akan selalu mempunyai kebiasaan dan perilaku mereka masing-masing, pilihan-pilihan pribadi yang mendefinisikan siapa diri mereka, seperti layaknya pilihan saya untuk memasang foto yang berwarna lebih terang dan lebih kontras dan pilihan pacar untuk memasang foto yang memiliki frame.
itu semua adalah pilihan kami masing-masing, yang mungkin tidak sama atau tidak benar-benar sesuai dengan keinginan satu sama lain.

akan tetapi, sebagai pasangan, setiap perbedaan tersebut tidaklah selalu harus diselaraskan satu sama lain, sehingga ada satu pihak yang harus mengikuti atau melakukan penyesuaian besar-besaran agar serupa dengan pihak yang satunya.

sebaliknya, dibandingkan memaksa agar semuanya selalu serupa, mengapa tidak tetap menjadi satu dan menjaga persamaan yang ada sembari memberikan cukup ruang kepada satu sama lain untuk menjadi unik?


secara garis besar, foto kami adalah dua foto yang sama. tetapi jika ada yang mau memperhatikan secara lebih mendetil, maka mereka pasti akan dengan mudah menemukan perbedaan-perbedaan yang ada. perbedaan-perbedaan yang menunjukkan siapa kami sebagai individu, yang kemudian saling memperkaya hidup satu sama lain dan mengajarkan kami akan sesuatu hal yang baru.

yah, saya juga masih harus banyak belajar untuk menerapkan Filosofi foto ini dengan lebih baik lagi. tapi setidaknya, semoga kesadaran akan adanya hal ini bisa menjadi langkah awal untuk memulai proses pembelajaran ya :)


till then, try to make your life as a living school experiences and CHEERS!

Saturday, April 10, 2010

The Art of Love


beberapa minggu yang lalu, seorang teman memperkenalkan saya dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Guy Sebastian dan Jordin Sparks berjudul The Art of Love. karena penasaran, saya pun langsung mendowload lagu tersebut dan mencari liriknya.

Art Of Love
I’m saying sorry in advance cos this won’t always go to plan
Though we don’t mean to take our love for granted
It's in our nature to forget what matters
How when the going is getting tough
And we’re all about giving up
Things that we never thought we’d gonna say, gonna say them
Things that we never thought we’d play, gonna play them
It ain’t perfect, but it’s worth it
And it’s always getting better
It’s gonna take some time to get it right

Cause I’m still learning the art of love
I’m still trying to not mess up
So whenever I stumble let me know
You need to spell it out
You need to spell it out for me
Cause I’m still trying to learn the art of love

If I forget to get the door
Remind you that you’re beautiful
I know my detail requires more attention
If I ever hurt you it’s not my intention
Cause we’re gonna make our mistakes
Find out how much your heart can take
But I know that you got my back
And baby I got yours

Cause I’m still learning the art of love
I’m still trying to not mess up
So whenever I stumble let me know
You need to spell it out
You need to spell it out for me
Cause I'm still trying to learn the art of love

Sometimes I’m gonna miss
I’m still learning how to give
I’m not giving up
I’m still learning how to love
Learning how to love…

Still trying to learn the art of love
Still learning, I'm still learning art of love
I'm gonna get it sometimes, cause I'm still learning
the
art of love

setelah membaca liriknya saya langsung SANGAT menyukai lagu ini dan liriknya, yang menurut saya, cukup dalam and so true.
di dalam hidup memang tidak akan pernah ada yang sempurna dan akan selalu ada kesalahan, kelalaian, ataupun ketidaksengajaan yang kemudian membuat tidak nyaman orang-orang disekeliling kita, namun semoga dengan semua kesalahan dan pengalaman itu kita bisa belajar untuk menjadi lebih dan lebih baik kedepannya.
terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain disekitar kita, dan terutama terhadap orang-orang yang kita sayangi dan mempunyai arti yang sangat besar di dalam kehidupan kita.

oleh karenanya, dengan semua yang diutarakannya di dalam lirik, saya pun saya resmi menjadikan lagu ini sebagai my monthly song of the mind :)

and Last but not the least,
Happy Monthly Anniversary to You, Big Guy :D

asiik, Bowling. Bowling! hehe..

love and cheers!

Wednesday, March 31, 2010

Memories Through Times

Memory is a way of holding onto the things you love, the things you are, the things you never want to lose.
-Television show The Wonder Years-

sewaktu saya masih duduk di bangku SD dan SMP, saya mempunyai sebuah diary kecil. di dalam diary itu saya menyimpan berbagai macam benda, seperti tiket, undangan ulangtahun, foto, hingga beberapa carik kertas bekas ulangan.
bagi beberapa orang mungkin memang terkesan seperti menimbun sampah, tetapi bagi saya benda-benda tersebut adalah benda-benda yang penting karena penuh berisi dengan kenangan. yap, saya memang menganut quote One man's trashes are another man treasures :)
beberapa benda di diary yang masih saya ingat sampai sekarang diantaranya adalah undangan ulangtahun dari salah satu musuh saya di SD. saya tetap menyimpan undangan tersebut karena benda itu adalah undangan ulangtahun pertama saya di Putt-Putt Golf Senayan, yang saat itu merupakan tempat main golf buat anak-anak yang baru saja dibuka dan sangat ingin saya datangi. berkat musuh saya itu, akhirnya saya bisa bermain kesana haha..

lalu ada juga beberapa carik kertas ulangan matematika yang telah selesai diperiksa oleh teman. saya menyimpan kertas tersebut, karena di atasnya tertera tulisan tangan dari gebetan saya. Yeah, I have my first crush in 6th grade of elementary school. waktu itu dia yang mengoreksi kertas ulangan saya, dan setelah selesai diperiksa olehnya, saya langsung menyimpan baik-baik kertas ulangan tersebut di diari. karena itu adalah salah satu kenangan yang saya miliki dengan gebetan pertama saya :D

balik ke masa sekarang, beberapa minggu yang lalu seorang teman pernah memprotes jumlah sms yang ada di handphone saya. waktu itu saya mengeluh mengenai hape saya yang sering nge-hang, dan saya curiga itu disebabkan karena sms yang jumlahnya lebih dari 1900-an di inbox handphone. mengetahui hal tersebut, teman saya pun langsung menyuruh saya untuk menghapus sms-sms tersebut.

tetapi saya tidak bisa.

karena seperti banyak hal lainnya, bagi saya SMS adalah salah satu bentuk kenangan yang akan selalu saya simpan. yah mungkin tidak semuanya, tetapi ada beberapa sms yang sulit untuk saya hapus, karena pesan-pesan itu berisi ucapan selamat ulangtahun, gosip-gosip dari teman dekat, ataupun obrolan-obrolan lain dari orang-orang yang pernah atau masih menjadi orang-orang terpenting bagi saya. dan saya tidak bisa menghapus memori-memori tersebut.

seperti quote yang ada diatas, bagi saya kenangan memang sebuah cara untuk mempertahankan hal-hal yang saya sayangi, hal-hal yang tidak akan pernah saya relakan untuk hilang, dan
hal-hal yang mendefinisikan saya.
saya yang sekarang, tidak sama dengan saya yang dulu. dan untuk mencapai saya yang sekarang, ada banyak tahapan yang harus saya lalui, banyak pembelajaran yang harus saya jalani, dan semua itu didokumentasikan oleh berbagai benda kenangan yang saya simpan.

Pertama kali saya mengerti mengenai arti rasa suka terhadap lawan jenis, kejadian itu didokumentasikan oleh sebuah boneka anjing berwarna cokelat. boneka itu saya dapat dari gebetan saya di kelas 6 SD pada saat pertukaran kado di perpisahan kelas.
kemudian, pertama kali saya memutuskan bahwa saya menyukai bidang tulis menulis, hal itu terdokumentasikan oleh sebuah kertas folio yang memuat karangan saya mengenai keindahan desa Sukamaju (haha) yang diberi nilai 20, nilai tertinggi untuk ujian mengarang, oleh guru SD saya.

ada seorang teman saya yang bercerita bahwa ketika dia putus dengan pacarnya, maka dia akan membuang semua barang dan menghapus semua sms serta jejak-jejak elektronik lain yang pernah ia peroleh dari mantannya atau yang mengingatkannya akan orang tersebut. bahkan ketika dulu ia pernah marah dengan saya, di kemudian hari dia mengaku bahwa ia telah menghapus semua sms saya dan me-remove saya dari Facebooknya (walaupun kemudian dia meng-add saya kembali pada akhirnya. ckck)
mendengar cerita dia, saya langsung berdecak dalam hati. Wow. hebat sekali ya dia bisa melakukan hal seperti itu. karena kalau saya menjadi dia, saya pasti tidak akan bisa melakukannya.

bukan karena saya masih tidak bisa melupakan 'si mantan' atau berusaha untuk terus berpegangan pada suatu memori tertentu. melainkan karena bagi saya, membuang barang dan menghapus sms seperti itu, sama saja seperti menghilangkan satu bagian besar dari kehidupan saya. sesuatu yang tidak akan bisa saya ulangi lagi di kemudian harinya.
akan ada suatu masa dimana saya bertambah tua dan melupakan beberapa detil-detil kehidupan saya beberapa tahun sebelumnya, sehingga semua barang dan semua tulisan-tulisan yang saya miliki adalah penanda jejak waktu yang telah saya lewati selama ini. interaksi-interaksi yang sedikit atau banyak ikut membentuk kepribadian dan pola berpikir saya.

yah, setiap orang memang mempunyai caranya masing masing untuk menyembuhkan luka mereka dan berusaha untuk bergerak maju lagi. dan saya tidak akan memberikan penilaian bahwa cara dia benar atau salah, karena jika cara itu memang bisa membantunya untuk dengan lebih cepat melupakan pacarnya, then he should do it. because we are the only one (beside God) that know how to handle ourselves, right? :)

sedangkan untuk saya, i'll stick with collecting memories. karena saya percaya, walaupun suatu kejadian meninggalkan bekas yang tidak menyenangkan, nanti pada saatnya akan datang suatu masa dimana saya bisa melihat kembali ke belakang dengan tersenyum, atau bahkan tertawa, dan bersyukur bahwa saya pernah melewati semua itu.

so now, i'll lay my head back down, lift my hands, and say thanks to God. for every mistakes, every happiness, every painful moments, and every joyous times that I've been going trough. and last, let's say CHEERS! :D


Thursday, March 25, 2010

Peaceful Contentedness


my mom said that my face was a wide open book of expressions and people can read easily into what i feel at a moment. so, people who see me nowadays, probably can see my peaceful contentedness facial expression :)


peaceful contentedness?

yeah, that's the only words that came into my mind when i try to describe what i feel these days.
just a very peaceful and content state of the mind.
no worry, no afraid, no sadness, nothing.
just peaceful, like i'm floating on a cloud above the ground.
and content, like there's nothing else that i can ask in my life.
i already have what i need and that's all what i want.
that's all what i am asking for.

and now for once, i'm praying that my Ferris wheel will stop circling while i'm still on top, so i can enjoy this beautiful view for a little while longer.
to savor it and memorize it in my mind.
so that when storm days are coming, i know that there are always sunny days like this that made all the bad weathers don't matter.
and in the end of the day, when the wind stop, i'll be back floating above the ground.
Feeling peaceful contentedness all over again :)


so, let's cheers and enjoy all the sunny days while you still can, people :)



Sunday, March 21, 2010

Don't Let Me Fall


I found that songs always have their own way to help me realize or cope with whatever emotions or conditions that I'm going through at some times. And I still finding it amazing how sometimes i accidentally found a song that can describe exactly how i felt.

listening to such a song was just helping me so much to go through some of the worst times i've had in my life. because sometimes, when the world spinning out of your control and no one seems to understand how you really felt, it just feels nice to listen to a song that can describe exactly what you've been going through. And it helped me a lot, to know that there's someone out there who knew how i felt and made a lyrics about that :)

couple of days ago, i found this one song and i get really drawn to it. there's something in the lyrics that just attracted me and made me instantly like the song. so, just check it out.

Don't Let Me Fall by Lenka


underneath the moon, underneath the stars
here's a little heart for you

up above the world, up above it all
here's a hand to hold on to


but if i should break, if i should fall away

what am i to do?

i need someone to take,
a little of the weight
or I'll fall through

Chorus:

you're just the one that i've been waiting for
i'll give you all that i have to give and more
but don't let me fall

take a little time, walk a little line

got the balance right

give a little love, gimme just enough
so that i can hang on tight

we will be alright, I'll be by your side

i won't let you down
but i gotta know, no matter how things go

that you will be around

Don’t let me fall


you'll be the one
that I’ll love forever more

I'll be here holding you high above it all
but don’t let me fall


it's hard to explain why i like this song. i guess it's just that I kinda understand all the uncertainty, the insecurity, and the doubt of wanting to give what we have to someone, but afraid that the other person will not take a good care of it, that this song talked about.

All and all, this is a very nice song with a lovely tunes. Lenka rocks! :)

happy listening, wish you all a lovely love life, and cheers!


Questions Much (?)


there are times when so many thought crossed your head.
and so many questions flying in your mind.

what?
when?
where?
why?
who?
how?

and you can't help yourself, but to start spluttering those words.
because you just need to know.
because sometimes you just want to understand.
and it's a hard thing to do, when all you've got is just glimpse of short pictures.
puzzles that you can't put down together,
when all you're trying to do is getting the whole picture.

and sometimes,
you keep blabbering those questions,
because you wanna get the reciprocity act.
to be told, the way you always trying to tell your part. your life.
because you realize.
about how different it is.
a two very different world with diversities, and not similarities, to unite both.
and so you're trying to sneak a peek.
to get into.
to become a part of something.
something that matters a lot to you.

and that's why so many questions flying by.
because that was the effort.
an effort to make a bridge.
so everyone can cross over conveniently into both of these two worlds.

communicate
.

Tuesday, March 16, 2010

Cheesy Places to Visit when You Grow Up

what do you think about Monas, Planetarium, Ragunan, Taman Mini, Seaworld, and any other family vacation spots like that?

cheesy?

boring?
too plain-old-ordinary?

akhir-akhir ini saya jadi lebih sering berjalan-jalan dan menghabiskan waktu ke tempat-tempat diatas deh. tempat-tempat liburan keluarga, yang sejujurnya sudah cukup lama tidak pernah saya kunjungi lagi. Kenapa tidak pernah lagi?

Ada banyak alasan, tetapi terutama karena seperti yang saya sebutkan diatas. tempat tersebut bagi saya terlalu identik dengan stigma liburan keluarga masa kecil, lengkap dengan orangtua yang sibuk membawa rantang dan bekal makan siang serta
anak-anak yang tidak pernah bisa berhenti berlari dan berteriak-teriak. sehingga ketika saya bertambah dewasa, tempat-tempat tersebut sudah tidak menarik lagi bagi saya, karena kesannya terlalu 'bocah' sekali, norak, membosankan, dan 'biasa' banget.
ditambah lagi, karena adik saya juga sudah mulai besar, tidak ada lagi anak kecil di keluarga saya yang masih bersemangat untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu. sehingga keluarga saya pun mengalihkan tempat liburan keluarga ke mall-mall terdekat. lebih nyaman, bisa sambil belanja, dan yah, lebih 'gaul' gitu juga deh.

tapi akhir-akhir ini saya jadi mulai mengunjungi lagi beberapa tempat 'cheesy' diatas
dan sejauh ini saya sudah pergi lagi ke Planetarium TIM, Ragunan, dan Seaworld. Namun, kali ini saya tidak pergi dengan keluarga, tetapi dengan si pacar. kalau dulu ada orang yang mengajak saya pergi ke Ragunan, pasti saya sudah mencibir duluan. "Ragunan? duh, itu tempatnya udah ga kerawat, banyak mang-mang dan mbak'e-mbak'e lagi pacaran juga." tetapi ketika kemarin ajakan itu datang lagi, saya berpikir, "kenapa tidak?". begitu juga ketika kami pergi ke Planetarium dan Seaworld.

And you know what, as much as cheesy i thought those places gonna be, it turned out they were quite okay for cheesy places.

I had so much fun!

dulu terakhir kali saya pergi ke Planetarium mungkin sekitar 9 tahun yang lalu. tidak banyak yang saya ingat kecuali kursinya yang bisa ditarik mundur serta layarnya yang berbentuk setengah parabola dan terletak di atas kepala kita.
sehingga ketika saya kesana lagi,
woooowww. my mouth just keep gaped open in amazement. beneran deh. kalau ada orang yang berpikir bahwa planetarium itu membosankan, mereka harus kesini sekali lagi dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa kerennya pertunjukan yang ada di planetarium. pada saat saya duduk di kursi itu, rasanya seperti duduk di suatu alam terbuka dengan langit yang penuh dengan bintang-bintang, suatu pemandangan yang sangat jarang bisa kita lihat di langit Jakarta. tidak hanya bintang-bintang, tetapi kita juga bisa melihat gambar rasi-rasi bintang, planet-planet, dan melihat matahari terbit disepanjang pertunjukan.
ini layar proyektor yang dipakai untuk memproyeksikan filmnya ke atas layar setengah parabola yang terletak diatas kepala kita. bulatan-bulatan itu semuanya adalah lensa proyektornya (did i say it, right?), loh.
*ini gambar satu-satunya yang bisa menggambarkan Planetarium yang saya ambil selama disana. karena pada saat pertunjukannya sudah dimulai kita tidak boleh menyalakan apa-apa lagi yang mengeluarkan cahaya.

there are no other words to describe it, it's just downright cool! And to be able to watch it with a great person beside you, it just a very nice experience :)

setelah ke Planetarium, beberapa hari kemudian saya pergi ke Kebun Binatang Ragunan.
sebenarnya, sebelumnya saya sudah pernah pergi beberapa kali ke tempat ini, tetapi bukan untuk melihat binatang-binatangnya, melainkan untuk berkeliling naik sepeda. sehingga kemarin itu bisa dibilang pertama kali saya ke tempat itu lagi setelah bertahun-tahun tidak pernah benar-benar berjalan-jalan ke Ragunan.
Yah, memang banyak kandang binatangnya yang masih kurang terawat disana-sini, tetapi semuanya tetap menyenangkan kok, apalagi pada saat masuk ke Smutzer, yaitu tempat khusus Primata. We had a good times laughing at those funny monkeys and get mesmerized by how huge the size of a Gorilla in there.












Dan tidak hanya primata saja, tapi saya juga melihat berbagai macam jenis burung (ini pertama kalinya saya melihat burung Flamingo. ternyata mereka benar-benar berwarna pink dan suka berdiri dengan satu kaki ya!),
terpesona dengan warna bulu burung merak yang keren sekali,
dan melihat berbagai jenis ular dan reptil yang sejujurnya membuat saya geli (i hate crawling creatures, erghh).

Lalu, the last cheesy place yang saya datangi adalah Seaworld Ancol, beberapa hari yang lalu. setelah ber-Bolang dengan naik Kopaja, TransJakarta, dan taksi (i know that the way we travelled sounds kinda exhausting, but really, for the sake of the adventure feeling, it was so much fun and exciting!) akhirnya sampailah kami di Seaworld. Horee!
Gak tau kenapa, tapi saya sangat bersemangat untuk pergi ke tempat ini. sejak kecil saya selalu menyukai Ancol. Rasanya seperti ada excitement tersendiri setiap kali mendengar kata 'Ancol'. Bagi saya, kata 'Ancol' selalu berkaitan dengan kata 'liburan', 'jalan-jalan', 'pantai', dan 'Dufan', sehingga setiap kali ada seseorang yang mengajak saya ke Ancol, rasanya sangat bersemangat aja.
ketika baru masuk ke tempat itu, saya langsung disambut oleh sekawanan Piranha.
And you know what, they really eat meat! hahaha..
well, i know that Piranhas Do eat meat, but to be able to watch it by your own eyes, it's just still kinda amazing to me, i guess :D

tidak hanya itu, saya juga melihat Hiu dari berbagai jenis dan ukuran, ikan arapaima yang sangat besar, ikan pari dengan bentuk mulutnya yang lucu itu (ada yang juga merasa bahwa mulut ikan pari itu berbentuk Smiley gak, sih?), satu akuarium yang penuh dengan dancing eel, ikan dugong yang gendut, and lots of colorful fish.


























a


























se
muanya lucu-lucu, semuanya merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan menurut saya proses perjalanan dari Depok ke Ancol yang lumayan ber-Bolang itu cukup terbayar dengan kesenangan selama berada di tempat itu.

waktu saya meng-upload semua foto jalan-jalan saya ke Facebook, ada seseorang di Facebook yang kemudian membuat status
"
klo orang pacaran d kebun biinatang ap kebun ap gtu.. sama aja kaya pacaran d jalanan UI malem2 kali ya.. hehe.. suka ada-ada aj org pacaran.. hehe.."
tidak tahu juga sih, status itu memang dimaksudkan untuk menyindir saya atau hanya kebetulan saja. tetapi karena pada saat itu saya baru saja menaruh foto hasil jalan-jalan saya ke Ragunan di Facebook, tentu saja saya merasa tersindir. sehingga lalu saya membuat komen balasan di status orang itu saja yang mengatakan bahwa Ragunan sudah lebih baik kok, terutama Smutzernya. selain itu, daripada harus selalu pergi ke mall atau tempat sejenisnya, lebih baik mencari tempat lain yang tidak biasa dan tidak membosankan. lagipula, selama kita pergi dengan perasaan senang dan positif, mau pergi kemana pun pasti akan selalu menyenangkan.

buktinya saja, setelah teman-teman saya mengetahui bahwa saya baru pergi ke Planetarium dan Ragunan, mereka malah jadi menanyakan ke saya mengenai tempat-tempat tersebut. bahkan tidak sedikit dari mereka yang dengan serius bertanya ke saya mengenai biaya untuk kesana dan mengatakan bahwa mereka jadi tertarik untuk pergi ke tempat-tempat tersebut setelah mengetahui saya pergi ke sana dan melihat foto-foto yang saya upload ke Facebook.

see? many of us actually want to go there.
but we're all just holding too much pride, we don't want people to know that we go to some cheesy places. but for me, now i learned that as long as I have fun and don't break any laws, i don't care where I go
:D

And in the end, i finally realize that all those places that i called cheesy, they actually weren't so bad.
as long as we want to open our mind and our heart for new experiences and don't hold our expectations too high (yeah, well you can't expect Ragunan to look like Jurong Bird Park in Singapore, can you?), i think no matter where we go, we can always find something fun to do and look everything at their brightest side.

plus, i've got a great guy that made an excellent travelling companion, so there are always something silly to laugh about, something unique to be amazed together, and someone to share smiles and laughs even though the reality wasn't so funny with all the traffic jams, crazy kids running around, and a very hot sun that shine above our head
:)

aah yes.. this is us! :)







*left picture: till now i still have difficulty to decide which one is my boyfriend. is he the one with read hair and a shocked expression at the left side of the picture, or is he the one with the blue jacket and wide smile at the right side of the picture? hmm so hard to differ hehehe :p

jadi, ada yang punya ide lagi untuk tempat-tempat 'cheesy' berikutnya yang bisa saya kunjungi? atau ada yang punya pengalaman mengunjungi tempat-tempat seperti itu? It will be great if you all can share it with me.

till then, happy living your life, stay happy, and cheers! :)