There was an error in this gadget

Saturday, February 27, 2010

Principles of Life

sepanjang hidup, ada tiga hal yang menjadi prinsip dan pedoman hidup saya. tiga hal yang saya pegang dengan erat dan tidak akan berubah apapun kondisinya (insya allah), yaitu:
  1. Tidak merokok
  2. Tidak minum alkohol
  3. Menjaga diri sebaik mungkin dan tidak melakukan hubungan yang terlalu jauh dengan seseorang (I mean, physically)
Haha. Yah, agak klise sih memang. tetapi ini adalah tiga hal paling dasar yang saya pegang dengan erat dari dulu. soal prinsip yang pertama, sebenarnya akan mudah saja bagi saya bila saya ingin mencoba rasa rokok, karena beberapa teman disekeliling saya adalah perokok dan sebagian diantara mereka merokok dalam kapasitas yang cukup berat. jika saya penasaran, sebenarnya gampang saja untuk meminta sebatang rokok mereka dan mencobanya. tetapi saya tidak mau dan tidak tertarik sama sekali.
hal ini sepertinya sedikit banyak disebabkan karena saya tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak merokok sama sekali. kakek dan nenek saya tidak merokok, ayah saya pun selama yang saya ingat, tidak pernah sekalipun menghembuskan asap rokok atau membawa aroma rokok ke dalam rumah. dan jangan bertanya tentang ibu saya, dia adalah orang yang cukup vokal dalam masalah memprotes para perokok yang dia temui di tempat makan atau angkutan umum.
ketika melihat para perokok, saya sih tidak mempunyai keberatan apapun karena saya tidak senang menilai atau menghakimi seseorang. asalkan semua keputusan mereka itu dibuat dengan kesadaran penuh akan konsekuensi yang ada, then it will be just fine with me. saya baru akan sangat terganggu jika mereka merokok dengan tidak tahu diri, mengebulkan asap kemana-mana, seakan akan semua orang rela rela saja menghirup karbon monoksida seperti itu. kalau ada orang seperti itu, barulah saya akan keberatan. tetapi selama mereka menghormati hak orang lain yang ingin menghirup udara bersih dan tidak merokok di dekat saya, maka itu hak mereka untuk menikmati tembakau itu.


Lalu bagi yang beragama Islam, pasti tahu bahwa alkohol itu haram hukumnya. saya sendiri belum benar-benar menjalankan semua peraturan agama yang ada, dan tidak terlalu mengerti secara mendalam tentang semua ajaran-ajaran yang ada di dalamnya, tetapi saya tetap berusaha sebaik mungkin untuk menghindari yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan yang diperintahkan-Nya. selain itu alasan kenapa tidak meminum alkohol menjadi suatu hal yang prinsipil bagi saya, adalah karena saya takut menjadi bodoh.
hahaha.. tidak tahu juga sih, apakah memang ada pengaruh langsungnya atau tidak. tetapi saya sudah merasa otak ini semakin menumpul seiring dengan berjalannya usia, sehingga rasanya tidak perlu lagi ditambah asupan alkohol untuk menjadi katalisator dari kebodohan saya. lagipula, saya pernah melihat perilaku salah satu teman yang sedang mabuk, dan kelakuan serta penampilan mereka saat itu benar-benar tidak menggoda saya untuk ikut-ikutan. buat apa minum sesuatu dengan harga yang sangat mahal cuma untuk bangun keesokan harinya dengan mata merah, kulit kering, otak kosong, kepala pusing, dan tidak bisa berfungsi dengan baik selama seharian penuh?



prinsip yang ketiga menurut saya adalah prinsip terpenting yang saya miliki.
sejak kecil, saya mempunyai seorang ibu yang cukup terbuka untuk membicarakan berbagai hal menyangkut pengetahuan seksual dan apa saja yang boleh dan tidak boleh saya lakukan dengan lawan jenis ketika saya besar nanti. ibu kerap kali mengatakan kepada saya bahwa sebagai wanita ada beberapa hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga saya pun tumbuh besar dengan cukup harga diri untuk mengetahui apa yang harus saya jaga dan saya pertahankan dengan sebaik mungkin.
mungkin seiring dengan perkembangan jaman, standar akan batasan-batasan itu akan berubah dan menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan jaman orangtua kita (dimana rasanya sekarang anak SMP pun sudah berani cium-ciuman dengan pacarnya), tetapi tetap saja ada beberapa batasan yang tidak boleh dirubah atau dibuat fleksibel. ada beberapa batasan, terlepas dari norma agama ataupun sosial, yang harus kita simpan untuk diri kita sendiri dan hanya diberikan pada seseorang
nanti, suatu saat di masa depan.

sepanjang hidup saya, ada masa ketika orang mempertanyakan prinsip saya, atau mencoba menggugah saya untuk membelokkan sedikit aturan yang saya miliki. tetapi saya tidak bisa. prinsip-prinsip ini adalah apa yang saya miliki untuk menjalani hidup yang saya punya.

those principles are the ones that define me.
make me who I am right now. And without them, I'll be lost.


saya tidak mau berubah menjadi orang lain. pribadi yang saya sendiri pun tidak bisa mengenalinya. dan itulah yang akan terjadi jika saya melepaskan prinsip yang saya miliki. jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan prinsip yang saya miliki dan tidak terpengaruh dengan omongan orang yang meminta sebaliknya. selain itu, dengan prinsip yang saya miliki lah saya dapat melihat mana teman-teman terbaik saya, yaitu orang yang mau mengerti, memahami, dan menghormati sesuatu yang saya pegang dengan teguh tanpa berusaha mengubahnya.
Dan hal itu jugalah yang akan selalu saya lakukan kepada orang-orang di sekeliling saya. Menghormati dan menerima mereka tanpa berusaha mengubah siapa diri mereka yang sebenarnya, selama itu baik dan tidak merugikan siapa pun :)


happy sunday and cheers, folks! :D


Sunday, February 21, 2010

I'm an extraordinary girl, living an extraordinary life


setiap kali melakukan blog walking ke berbagai macam blog, ada satu tulisan yang sangat sering saya temui. entah itu sebagai judul blog, atau hanya sekedar deskripsi dari profile si pemilik blog, yaitu:

[another] ordinary girl/boy and her/his ordinary life

setiap kali melihat tulisan seperti ini, saya jadi langsung mengerutkan kening deh. kenapa?

Pertama, karena tulisan seperti itu kurang menjual. Blog itu kan seharusnya dibuat sedemikian menarik sehingga banyak orang yang tertarik untuk berkunjung dan membaca. jadi, kalau dari judul blognya saja mengesankan kalau blog ini adalah blog yang biasa-biasa saja dan dibuat oleh orang yang biasa-biasa saja, buat apa saya meluangkan waktu untuk membaca ceritanya? yang sudah tentu isinya pasti biasa-biasa saja dan saya tidak bisa memperoleh apa-apa dari sana.

Lalu alasan kedua dan sekaligus alasan yang paling penting adalah karena menurut saya, We are extraordinary in our own way
.
Mungkin kita bukanlah ilmuwan pencipta robot, dan kita tidak pernah menjadi delegasi yang mewakili indonesia ke ajang internasional, atau seorang publik figur terkenal. tetapi, itu bukan berarti kita tidak mempunyai keunikan tersendiri. bukan berarti kita adalah orang yang biasa-biasa saja.

menurut saya, setiap orang adalah unik dan tidak ada yang sama. menjadi unik dan luar biasa tidak selalu berarti kita harus menjadi seseorang yang mempunyai nama atau prestasi besar dan menjulang, tetapi juga bisa melalui hal-hal kecil yang signifikan. hal-hal yang kecil tetapi bisa menyentuh dan memberi kesan di kehidupan orang lain.

saya mempunyai beberapa orang dekat yang secara kasat mata mungkin terlihat biasa saja, namun bagi saya mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa. dengan menjadi diri mereka sendiri, mereka berhasil menjadi satu pribadi unik yang luar biasa dan tidak bisa disamakan dengan orang lain. contohnya adalah ibu saya. Ibu saya hanyalah seorang pegawai swasta yang tidak pernah menciptakan penemuan apa pun dan tidak pernah memenangkan hadiah nobel. tetapi ia adalah pribadi yang luar biasa dengan kemampuan humornya yang begitu tinggi. Ia adalah seseorang yang tidak pernah tua di mata saya karena sifatnya yang selalu senang tertawa dan membuat lelucon. dengan kepribadiannya ini, dia selalu mempunyai banyak teman dan sering menjadi pusat perhatian setiap kali kami berkumpul bersama keluarga besar atau pun dengan teman-temannya yang lain.
mungkin ada banyak orang lucu dan humoris lainnya di dunia ini, tetapi tetap tidak akan ada yang bisa menyamai ibu saya, karena dengan kepribadiannya dia telah membentuk keluarga dimana saya berada hingga menjadi seperti yang saya miliki sekarang. keluarga yang penuh dengan keterbukaan, dimana kata 'sungkan' serta 'birokrasi' tidak mempunyai tempat diantara kami :)

jadi, menurut saya tidak ada orang yang ordinary di dunia ini. setiap orang memiliki ciri khas mereka masing-masing, seperti sidik jari yang tidak pernah sama satu sama lain, kita semua meninggalkan jejak kita yang unik ke dalam setiap kehidupan yang kita sentuh. dengan menjadi diri kita sendiri, kita memberikan warna yang beragam kepada kehidupan yang ada disekeliling kita. melengkapi mereka dengan keunikan yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain.

So now I'm gonna say that,

I am an extraordinary Girl and I am living an extraordinary LIFE!
And this is an Extraordinary Blog, that hopefully will give you something and touch your life in a way that any other Blogs can't ;)

p.s: it's okay to be a little narcissistic once in a while, because it helps us boost the self-esteem which in turn helps us to believe in the power and abilities we have within us.


let's cheers and happy living your life, folks! :)

Wednesday, February 10, 2010

30 days with you..









For the way you changed my plans
For being the perfect distraction
For the way you took the idea that I have
Of everything that I wanted to have
And made me see there was something missing

For the ending of my first begin

And for the rare and unexpected friend
For the way you're something that I never choose
But at the same time something I don't wanna lose
And never wanna be without you ever again

You're the best thing I never knew I needed

So when you were here I had no idea
You're the best thing I never knew I needed
So now it's so clear I need you here always

My accidental happily ever after

The way you smile and how you comfort me with your laughter
I must admit you were not a part of my book
But now if you open it up and take a look
You're the beginning and the end of every chapter

Who'd knew that I'd be here

So unexpectedly
Undeniably happy
Said with you right here, right here next to me
(Taken from Ne Yo's song, Never Knew I Needed)


You came unexpectedly in my life.
And we met in an unexpected way.
i never thought that you will be a part of my book.
but now that you're in every page of my chapters,
I'm glad that I met you. That I know you. That I love you.
And that you are here, with me.
Because you are the best thing that I will always need.
and I'm undeniably, unexpectedly happy with you right here next to me
.

Happy one month for us, Hon.
May happiness will always be around us for many, many, many, and many months to come.
And Happy soon-to-come Valentine's Day too, Love
Smooch! :)


Friday, February 5, 2010

If You Get Stuck, Move On! :)

Beberapa hari terakhir ini saya sering kali berbincang bersama beberapa orang dengan topik obrolan yang hampir sama. Soal gebet menggebet, suka menyuka, dan konsep jodoh. hmm ya ya, obrolan yang menarik bukan? :D

dari banyak sesi obrolan yang menggunakan berbagai macam media (chat, ngobrol langsung, ym-an), pada dasarnya teman-teman saya ini mempunyai satu masalah yang sama. mereka stuck pada satu orang dan tidak bisa bergerak maju.
atau memutuskan untuk tidak bergerak maju.

contoh pertama adalah salah seorang teman saya yang sudah menyukai seseorang dalam waktu yang cukup lama. saya sendiri sebenarnya masih tidak mengetahui secara persis seberapa besar kadar rasa suka teman saya ini terhadap orang tersebut. Tetapi yang jelas ia cukup menyukai orang ini untuk menjadikan orang tersebut subyek obrolan rutin ketika kami bisa bertemu satu sama lain dan secara berkala selalu mengetahui perkembangan terbaru dalam hidup orang tersebut. tetapi walaupun teman saya ini selalu berusaha untuk tidak sepenuhnya kehilangan jejak orang tersebut, ia selalu melakukannya dengan implisit dan pasif. seringkali saya menyarankan padanya untuk menghubungi orang tersebut kembali, setidaknya sekedar untuk menanyakan kabar, agar orang itu juga tidak sepenuhnya melupakan dia dan siapa tahu justru bisa ditingkatkan menjadi hubungan yang lebih intens lagi.
Tapi dia tidak mau melakukannya. alasannya karena malu lah, tidak enak lah, dan lain sebagainya.
lalu karena dia tidak mau melakukan itu, kemudian saya menyarankan kepada dia untuk mulai mencari seseorang yang lain, dimana dia bisa membina hubungan yang berjalan dua arah, dan bukannya hanya keinginan yang berasal dari satu pihak saja. seseorang dimana dia bisa mempunyai hubungan interpersonal yang sesungguhnya dan bukan hanya sekedar pelampiasan rasa suka dan pengamatan yang dilakukan dari kejauhan.
Ia kemudian mengatakan kepada saya bahwa, tenang saja. Itu memang hal yang akan dia lakukan. Jika nanti dia menemukan seseorang yang bisa membuatnya benar-benar suka, ia akan melupakan gebetannya yang sekarang. tetapi, sampai waktu itu datang, dia akan bertahan dengan orang yang ini dulu.

Contoh kedua berasal dari status yang saya baca di Facebook teman saya dan juga notes teman saya yang lainnya. di status dan notes itu pada intinya mereka menulis bahwa mereka telah mencintai seseorang untuk waktu yang cukup lama, dan mereka akan terus mencintai orang tersebut, bahkan jika harus menunggu seumur hidup agar orang tersebut membalas perasaan mereka.
Tulisan kedua teman saya ini merupakan inti percakapan yang sama yang disampaikan beberapa teman yang lain kepada saya. mereka bercerita bahwa mereka merasa telah menemukan seseorang yang mereka cari selama ini, dan walaupun orang tersebut tidak dapat membalas perasaan mereka saat ini, mereka akan terus menunggu. dan berharap.
Tetapi sayangnya, penantian itu dilakukan dalam diam, tanpa adanya usaha untuk melakukan sesuatu.

mendengarkan cerita mereka, saya jadi mulai berpikir.
di satu sisi, memang kisah tentang seseorang yang menunggu orang yang mereka sukai akan terdengar sangat romantis dan penuh dengan pengorbanan.
tetapi apakah itu adalah hal yang terbaik yang seharusnya dilakukan oleh seseorang?

Mungkin saya adalah tipe orang yang lebih bersifat realistis dibandingkan romantis dalam hal seperti ini, karena bagi saya Hidup harus
selalu terus berjalan. Jika kita tidak bisa memperoleh satu hal yang sangat kita inginkan, daripada terus terpaku dan memandangi hal tersebut dengan obsesi yang tidak sehat, kenapa kita tidak mencoba mengalihkan pandangan dan mencari hal lain (yang mungkin pada awalnya tidak terlintas di pikiran kita) yang memang boleh kita miliki?
Who knows, that second best thing might turned out to be the very best for us. The one that we need the most :)

Ketika teman saya berkata bahwa dia akan melupakan orang yang dia sukai saat ini segera setelah dia bisa menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatiannya, yang terlintas di kepala saya pertama kali adalah buka hati. ketika itu saya berpikir, bagaimana ia bisa menyukai orang lain jika saat ini didalam kepalanya ia masih terpaku dengan orang yang lama?
menurut saya dalam hal jodoh-berjodoh ini, tidak bisa disamakan dengan menunggu durian runtuh. 'Bluk!', tiba-tiba langsung muncul seorang pria tampan dermawan dihadapan kita yang bisa membuat kita jatuh cinta dalam sekejap dan mengalihkan hati kita dari orang lain. karena seperti hal-hal lain di dalam hidup, perlu
ada usaha yang dilakukan oleh kita untuk menemukan dan mendapatkan seseorang.
Bukan berarti juga kita harus jungkir balik pontang panting untuk memperoleh perhatian mereka, karena justru jika kita harus berusaha terlalu keras didalam sebuah hubungan, maka mungkin sebenarnya that relationships doesn't meant to be. because relationships suppose to be easy and fun. Not hard and exhausting.

Maksud dari Usaha saya disini adalah yang pertama, kita harus berusaha membuka hati. bagaimana bisa kita berharap untuk menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatian kita, jika selama ini kita berjalan dengan kacamata kuda? Hanya terfokus pada satu orang yang sama dan mengacuhkan yang lain.
cobalah mengenal berbagai macam orang lebih jauh, temukan apa yang menarik dari mereka dengan pandangan yang lebih obyektif, dan jangan takut jika ada kesempatan yang datang.
dan ketika kita akhirnya menemukan orang lain yang bisa mengalihkan pandangan kita, jangan takut untuk menyapanya. untuk mengenalnya lebih jauh. untuk membuatnya sadar, bahwa kita ada dan menjadi bagian yang konstan dari kesehariannya. seperti yang ditulis oleh teman kampus saya di notes Facebooknya,
dan gadis itu berlari menghambur padaku, sesenggukan ia berkata "aku ingin dia mencintaiku"
aku tersenyum lirih, setengah berbisik "dia harus tahu bahwa kau benar-benar ada"
Penantian tidak akan berarti apa-apa jika bahkan orang yang kita tunggu tidak mengetahui keberadaan kita dan kenyataan bahwa kita menunggu mereka.
Selain itu kenapa kita harus menunggu sesuatu disaat di luar sana masih ada banyak orang lain yang mungkin lebih baik, yang menyadari keberadaan kita, dan memandang kita dengan cara yang sama seperti kita memandang mereka?

I once read that Life is just like a bicycle. to keep it in balance all the time, you have to keep moving. Jadi saat kita jatuh, saat kita memperoleh kekecewaan, atau saat kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, teruslah bergerak maju dan jangan terpaku dengan kegagalan tersebut. You can either try to do it again -in a better way this time- or set another goal, but whatever it is, the only thing you cannot do is being static and stand still with nowhere to go.

So, let's just live our life with a full speed ahead. never stop, never hesitate, take risks, and do your best with what you've got :)


oh, and although it's a week faster, I wanna say
HAPPY VALENTINE'S DAY!
Let's keep spreading Love and I wish you a lovely month surrounded by your lovely ones :))


Cheers!