Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Saturday, October 24, 2015

Life's Update

Hello!

It's been a very long time since I really, seriously writing a comprehensive story in this blog.
And today, at 00.52 AM, I don't t think I have sufficient time to write long post,
So I just want to update several things.

I know that maybe nobody ever read this blog again, since I've also abandoned it for a long time.
But for years, this blog is a witness to all big things that happen to me.
All the stupid infatuation and heartbreak. 
The first time I'm falling in love. First boyfriend.
Another heartbreak and realization that maybe love can not win over distance.
And the moment when I knew I've found the One. 
The one person who's willing to stand by me. 
Who fought his hardest even when we are separated by hundreds of miles and still love me the same, if not more :)

So, today I just want to share you some updates about all the good things (Alhamdulillah) that happen in my life so far.

  1. I've graduated from Master degree of Adult Clinical Psychology in 2013. This is a dream that I've been hold on to since I was in 3rd year of Elementary School, and finally I can call myself a psychologist. I'm falling in love so much with this profession.
  2. Agi and I are already in our 4th year and he makes me so happy. There are a lot of dramas and tears that was cause by conditions around us. But thankfully I have a strong and kind-hearted boyfriend who always told me that everything will be okay. And he was right. 
  3. We both work REALLY hard to prove to everyone who doubted us, that we can make it. We become better when we're together and this last one year we pour all our heart, soul, sweat, and tears trying to make better lives for ourselves and gain approval from whomever disagree.
  4. August 2015 we finally gather our families and start planning our marriage (yeay!). It's still a long way to go with lots of preparation to make, vendors to choose, and money to gather, but it feels like a fun journey, because I get to do it with one person who always makes everything feels better. 
So there you have it. I'm so thankful for everything that happen, because every little journey count. 
I really want to make posts about our wedding preparation, but I don't think I have enough time (nor the energy!) to write regularly in this blog. besides, we're hiring Wedding Organizer to organize the details, because we're so lazy and tired to handle all the micro details by ourselves haha.

See you later guys. May happiness, health, and prosperity surround us everywhere we go :)

Cheers!


Sunday, November 27, 2011

Life. Love. Passion.

hampir 4 bulan berlalu sejak tulisan terakhir saya, dan hampir 7 bulan sudah lewat sejak pertama kali saya meninggalkan Jakarta dan berangkat ke Semarang. Ada begitu banyak hal yang sudah terjadi, begitu banyak pengalaman yang memberikan warna, dan membuat saya bertanya-tanya sendiri, bagaimana bisa 7 bulan merubah begitu banyak?
it's definitely 7 months of wonder, and let me share this with you.


Life.
hidup saya mulai berubah pada bulan November 2010 yang lalu, ketika saya memutuskan untuk memilih jalur karir di perbankan. beberapa bulan setelah menjalaninya, saya tahu bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang saya sesali. tetapi pernahkah kalian mendengar tentang bagaimana, hal-hal kecil yang terjadi di masa lalu sebenarnya adalah potongan-potongan puzzle untuk melengkapi sebuah rencana besar yang lebih baik di masa depan?
Saya percaya akan hal tersebut, karena di kemudian hari keputusan yang saya sesali tersebut ternyata menjadi suatu jalan yang mempertemukan saya dengan berbagai pengalaman, petualangan, persahabatan, dan cinta. 

Maret 2011 merupakan bulan dimana saya mendapatkan penugasan pertama. my heart almost sank when i heard the announcement. I got Semarang. sejujurnya, dengan pengetahuan Geografis setingkat Amoeba, saat itu saya bahkan tidak tahu Semarang berada di Jawa bagian mana. semuanya terdengar begitu asing, dan kenyataan hidup bahwa semua keluarga saya tinggal dan beranak pinak di Jakarta, membuat segalanya terasa lebih menakutkan. pindah ke Semarang secara otomatis akan membuat saya tinggal di kota yang belum pernah saya kenal, sendirian. belum lagi ditambah dengan kenyataan saya harus bekerja disana, lengkap dengan semua tekanan dan stres yang diberikan.

but somehow, deep down in my mind, i feel like everything is gonna be just fine. saya cemas, tetapi seperti ada keyakinan bahwa apapun yang terjadi, akhirnya akan baik-baik saja.
dan dimulailah perjalanan saya menuju Semarang. kota dimana semuanya berawal :)

minggu-minggu awal di Semarang, saya bertemu sekelompok orang-orang ini.




kebanyakan dari mereka adalah para perantau yang terdampar di Semarang seperti saya, dan bersama mereka, Semarang terasa seperti rumah kedua. Saya hanya menghabiskan waktu 5 bulan di kota itu, tetapi petualangan dengan mereka semua membuat saya merasa mengenal hampir semua sudut kota Semarang jauh lebih banyak dibandingkan Jakarta.

Saya sangat menyukai petualangan dan travelling. Tetapi walaupun travelling selalu masuk ke dalam daftar hobi saya, sejujurnya selama di Jakarta saya hanya pernah mengunjungi Bandung, Puncak, Carita, Lampung dan paling jauh adalah Bali dan Singapura. Ketika berada di Semarang lah saya baru dapat merasakan petualangan dan travelling yang sesungguhnya :D
Jepara adalah kota pertama yang saya kunjungi ketika berada di Semarang. Dengan menaiki sebuah Jeep tua, saya dan teman-teman melintasi jalanan luar kota di Jawa Tengah. It was amazingly sooo muuuch fun! Kami seperti berada di sebuah petualangan off-road, melintasi jalan malam dengan Jeep besar dan kaca mobil yang terbuka lebar. Ditambah lagi perjalanan kali ini baru diputuskan di menit-menit terakhir, sehingga dengan gaya backpacking saya hanya membawa 2 pasang baju dan uang 100 ribu. 





Perjalanan-perjalanan selanjutnya ke Kudus, Jogja, Solo, Surabaya, dan Malang pun selalu dilakukan dengan cara yang sama. Semuanya penuh dengan spontanitas, and life is about right here, right now!

Bersama dengan mereka, Semarang mengajarkan saya mengenai persahabatan dan bagaimana menerima orang dengan tangan terbuka. Saya termasuk orang terakhir yang datang ke Semarang, dan sebelum saya datang semua teman-teman saya sudah saling mengenal satu sama lain. Tetapi dengan terbuka mereka menerima saya, dan hal yang sama pun terus terjadi dengan orang-orang baru yang datang ke dalam lingkaran pertemanan kami. Satu hal yang selalu saya ingat setiap bertemu dengan mereka adalah, sesi pertandingan UNO kami yang bisa berlangsung berjam-jam lamanya, dari sore hingga tengah malam. it's almost like a tradition, i think :D

Di Semarang saya belajar menikmati hidup. saya belajar bahwa kebahagiaan tidak sulit untuk diperoleh dan dapat muncul dalam berbagai hal, bahkan pada hal paling sederhana sekalipun. saya belajar untuk menikmati kegembiraan yang muncul ketika kami menjelajahi Pantai Bandengan dan sepanjang Pulau Panjang dengan baju yang basah, lalu kering silih berganti. saya belajar untuk tertawa lepas saat kami semua duduk di angkringan dan lesehan di berbagai penjuru kota, menikmati gudeg, es coro-coro, nasi kucing, dan berbagai macam makanan lainnya yang saya yakin tidak akan pernah saya beli saat hanya sendiri. saya belajar untuk menikmati perjalanan dengan bus malam, tempat duduk yang sempit, dan mensyukuri setiap waktu tidur yang diperoleh. saya belajar, untuk menikmati alam sebagaimana adanya.



Passion.


"I try to build my career by doing the things that I really love. For me it is never about the prestige or a better salary. Choose your passion rather than your desire for money. It would be like Holiday all year long!"

saya menemukan tulisan ini di salah satu akun twitter yang di retweet oleh @ReneCC, salah satu career coach yang cukup menginspirasi saya. tulisan ini saya temukan ketika masih bekerja di Semarang, dan menjadi salah satu pendorong cukup kuat yang membuat saya memutuskan mengejar passion.

Do you ever have a passion? things that you would happily do, no matter how hard it is?

I do.
sejak kelas 3 SD, saya selalu ingin menjadi seorang psikolog. ini merupakan kisah panjang yang bermula dari sibling rivalry dan berakhir pada keinginan untuk mempelajari ilmu psikologi. setiap langkah dan keputusan yang saya buat sejak SD hingga bangku kuliah, semuanya dibuat dengan satu tujuan.
Untuk menjadi seorang psikolog.

saya mencintai ilmu yang menjadi core compentency saya ini. Psikologi telah banyak berperan dalam mengajari dan merubah saya menjadi lebih baik, untuk memahami diri sendiri dan alasan dari berbagai perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang disekitar. akan tetapi, tuntutan untuk mencari pekerjaan setelah selesai kuliah membuat saya tidak berpikir panjang ketika itu, dan langsung mengambil kesempatan pertama yang ditawarkan. 

Bukannya tidak bersyukur dengan pekerjaan yang saya peroleh, karena saya pun memperoleh manfaat yang sangat besar setelah bekerja di sana. tidak hanya jumlah gaji yang cukup besar untuk seorang Fresh Graduate, tetapi juga jenjang karir yang sangat baik, dan kesempatan luar biasa untuk mempelajari ilmu perbankan serta financial planning. tetapi bagaimanapun juga, itu bukanlah saya.

saya selalu merasa seperti orang lain selama berada di sana dan tertekan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah bisa saya nikmati, bagaimanapun saya mencoba. semakin keras saya mencoba untuk beradaptasi, semakin besar keyakinan saya untuk berhenti memaksakan diri dan mulai berusaha mengejar impian yang sempat saya kesampingkan sebelumnya.
Saya hanya tidak mau menyesal.
saya tidak ingin melihat ke belakang 10 tahun dari sekarang, bertanya-tanya kemana saja hidup saya selama ini dan menyesali semua kesempatan yang sudah lewat.
Kesempatan yang bisa saya raih seandainya saya mempunyai keberanian dan sedikit kenekatan untuk mengambil resiko, demi kebebasan.

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengambil jalan keluar. memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saat itu bukanlah sebuah proses mudah seperti yang biasa dilakukan karyawan kebanyakan di perusahaan lain. Hal ini disebabkan karena posisi dan jabatan saya di tempat bekerja sedikit berbeda, mengharuskan saya melewati beberapa tahapan birokrasi yang berliku dan memiliki keberanian untuk menghadapi tentangan dan larangan dari pihak senior dan atasan.

But in the end, i made it.

the smell of freedom felt so good.
it's really good to have a hold of my life, once again, in my own hands.
now, i get to decide what i really want to do with my life.
 

dan hal pertama yang saya lakukan adalah mendaftarkan diri untuk mengikuti program pendidikan Magister Psikologi.
Yap. saya memutuskan untuk langsung mengejar mimpi saya.
Setelah beberapa tahapan tes, pada akhirnya saya resmi menjadi mahasiswa calon psikolog :)
Proses belajar yang harus saya lalui saat ini sebagai seorang mahasiswa magister tidaklah mudah. malah kadang kala saya merasa bahwa kini saya harus bekerja jauh lebih keras, dibandingkan dulu ketika bekerja di kantor. belum lagi, saat ini saya tidak mendapatkan gaji. kebalikannya, saya harus membayar ke universitas sejumlah uang yang hampir sama dengan jumlah gaji per bulan yang saya dapatkan dulu.


Tapi entah bagaimana, saat ini terasa jauh lebih menyenangkan.
Maybe this is what people called doing the job with passion.
Melelahkan, tapi rasanya super duper ikhlas dan bahagia :D



Love.

It's funny to think that I have to travel all the way to Semarang to find love.
To have someone so compatible with me, that it feels like we are another half to each other.
But i guess, that's just how life rolls. You never know with whom you're gonna end up with.

belum banyak yang saya tuliskan mengenai dia, so let me introduce him.
His name is Agi Gilang Pratama.
Dia adalah my whole package in one deal. Kenapa?

Karena dia adalah semuanya.
Ia adalah sahabat, sharing partner, teman jorok-jorokan dan melakukan kegiatan bodoh, serta pacar yang menjadi tempat terakhir saya bercerita dan berbagi sebelum mengakhiri hari.
Ada begitu banyak kisah yang saya alami bersama dirinya. Kisah bodoh dan lucu serta kisah manis yang selalu membuat saya tersenyum, tidak peduli berapa kali saya mengulangi kejadian tersebut dalam memori.

Pertemuan pertama saya dengannya terjadi di waktu yang sama dengan pertemuan pertama saya dengan teman-teman baru di Semarang. Setelah pertemuan tersebut, saya, dia, dan anak-anak lainnya banyak menghabiskan waktu bersama, terutama setiap weekend, untuk menjelajahi kota Semarang dan kota-kota disekitarnya.
Saya tidak tahu sejak kapan persahabatan saya dengannya menjadi berbeda dari persahabatan saya dengan yang lainnya. Yang saya tahu, saya sangat menikmati setiap waktu yang kami habiskan bersama. baik saat kami bermain UNO bersama yang lain hingga tengah malam di Peacock, atau waktu berdua yang kami habiskan untuk berbincang mengenai banyak hal dari jam 8 malam hingga 6 pagi keesokan harinya di restoran McDonald 24 jam.
Waktu tidak pernah terasa cukup ketika berada bersama dia.

Saya menyukai kepribadiannya.
Saya menyukai kedewasaannya dan atensi penuh yang dia berikan di setiap perbincangan kami.
Saya menyukai fakta, bahwa bersama dia, saya bisa membicarakan apapun.
Dari isu perbankan, rencana investasi dan harga IHSG hari itu, hingga ke isu sosial, seksualitas, dan dilema kaum gay serta topik diskriminasi dan prasangka yang selama ini saya pelajari selama kuliah.
Ia selalu bisa menjadi sahabat atau pacar, di waktu yang tepat, ketika saya membutuhkannya.


Saya mencintai kesabarannya.
Saya mencintai caranya memperlakukan saya.
Saya mencintai tawa gelinya setiap kali ia melihat kebodohan yang saya perbuat.

Bagaimana ia hanya bisa terperangah ketika tanpa sengaja saya menumpahkan kuah soto di wajahnya, sementara saya yang masih tertawa histeris menyadari kebodohan diri sendiri belum bisa melakukan apa-apa untuk membersihkan kuah tersebut.
Atau bagaimana suara tawanya selalu terdengar di telepon setiap malam, ketika saya membagikan satu lagi cerita tentang kecerobohan yang saya lakukan.
Ya. saya suka semua tentang dia.
Just like people said, love starts from simple things.

Kini kami sedang tidak berada di kota yang sama. Saya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah, sementara ia tetap di Semarang untuk menyelesaikan kewajibannya. Tetapi, bagi saya, jarak bukanlah masalah. Because distance is just a number, as long as the hearts stay close.
And my heart, is right next close to you.


 

Thursday, March 11, 2010

Liar, Liar. You're Pants will be on Fire


so here I am, tonight. sit in front of my laptop and open my facebook account.

as I am scrolling through friends' profiles and trying to catch up with what's happen with their life now,
I stumbled into a profile of someone that i ever know at some times in my life.

and after looking through that profile tonight, i just feel really grateful.
i feel really thankful to God.
To life.
to path of life that has lead me here, to where i belong now.

i've been going through some of pretty painful journeys
and along those paths i met people.
people whom i thought was my friends.
people whom i thought was great.
people whom i thought was where my happiness laid.

but then, life changed its course.
or maybe, it's people who changed their courses.
and i got left behind. weeping, asking why, and thinking that i've lost what was good for me.

but, now.
looking back to those times again.
and catching up with people's lives and seeing the way they treat things and other people in their lives.
I am so glad that i was not a part of them anymore.
I am so glad that life changed its course on me.
and separated me from those whom i thought was good for me.
because now, i can see that those goodness was nothing but a tricky deceitfulness that was hidden behind an impressive mask. a lie.
and they said that liar, liar. the pants on fire.
so let's hope that there will be fire on the liar's pants :)

and now. while sitting behind this laptop and thinking around.
once again, i'm just so glad. so thankful. and grateful.
to be where I am now.
surrounded by the very best people i've known.
bestfriends who always ally with me in the time when the deceiver came and tricked me.
friends who taught me the cold hard truth and slapped me so i could woke up.
and the big lovely man who came along in the end, offering me a safe haven.

they are the ones that are true.
with them, there are no guessing, hiding, pretending, and scrambling around trying to keep both of my feet on the ground and not falling apart.

i wouldn't erase the past with all of its sweet-bitterness and hard lessons.
and i will keep cherish the present that i live now. savoring the life with its spices.
and hopefully as the time makes me grow older, there will be more and more lessons to smartened me into a point where i know how to prevent the past from repeating itself.

wow, tonight was quite a night.
it's amazing how deliberating it feels to know and to be able to laugh at something that used to cause you so much pain.
but now, it's nothing but a midnight entertainment for me.
hmm.. what a great night..

good night for now, guys. cheer up, will ya? :D


Saturday, February 27, 2010

Principles of Life

sepanjang hidup, ada tiga hal yang menjadi prinsip dan pedoman hidup saya. tiga hal yang saya pegang dengan erat dan tidak akan berubah apapun kondisinya (insya allah), yaitu:
  1. Tidak merokok
  2. Tidak minum alkohol
  3. Menjaga diri sebaik mungkin dan tidak melakukan hubungan yang terlalu jauh dengan seseorang (I mean, physically)
Haha. Yah, agak klise sih memang. tetapi ini adalah tiga hal paling dasar yang saya pegang dengan erat dari dulu. soal prinsip yang pertama, sebenarnya akan mudah saja bagi saya bila saya ingin mencoba rasa rokok, karena beberapa teman disekeliling saya adalah perokok dan sebagian diantara mereka merokok dalam kapasitas yang cukup berat. jika saya penasaran, sebenarnya gampang saja untuk meminta sebatang rokok mereka dan mencobanya. tetapi saya tidak mau dan tidak tertarik sama sekali.
hal ini sepertinya sedikit banyak disebabkan karena saya tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak merokok sama sekali. kakek dan nenek saya tidak merokok, ayah saya pun selama yang saya ingat, tidak pernah sekalipun menghembuskan asap rokok atau membawa aroma rokok ke dalam rumah. dan jangan bertanya tentang ibu saya, dia adalah orang yang cukup vokal dalam masalah memprotes para perokok yang dia temui di tempat makan atau angkutan umum.
ketika melihat para perokok, saya sih tidak mempunyai keberatan apapun karena saya tidak senang menilai atau menghakimi seseorang. asalkan semua keputusan mereka itu dibuat dengan kesadaran penuh akan konsekuensi yang ada, then it will be just fine with me. saya baru akan sangat terganggu jika mereka merokok dengan tidak tahu diri, mengebulkan asap kemana-mana, seakan akan semua orang rela rela saja menghirup karbon monoksida seperti itu. kalau ada orang seperti itu, barulah saya akan keberatan. tetapi selama mereka menghormati hak orang lain yang ingin menghirup udara bersih dan tidak merokok di dekat saya, maka itu hak mereka untuk menikmati tembakau itu.


Lalu bagi yang beragama Islam, pasti tahu bahwa alkohol itu haram hukumnya. saya sendiri belum benar-benar menjalankan semua peraturan agama yang ada, dan tidak terlalu mengerti secara mendalam tentang semua ajaran-ajaran yang ada di dalamnya, tetapi saya tetap berusaha sebaik mungkin untuk menghindari yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan yang diperintahkan-Nya. selain itu alasan kenapa tidak meminum alkohol menjadi suatu hal yang prinsipil bagi saya, adalah karena saya takut menjadi bodoh.
hahaha.. tidak tahu juga sih, apakah memang ada pengaruh langsungnya atau tidak. tetapi saya sudah merasa otak ini semakin menumpul seiring dengan berjalannya usia, sehingga rasanya tidak perlu lagi ditambah asupan alkohol untuk menjadi katalisator dari kebodohan saya. lagipula, saya pernah melihat perilaku salah satu teman yang sedang mabuk, dan kelakuan serta penampilan mereka saat itu benar-benar tidak menggoda saya untuk ikut-ikutan. buat apa minum sesuatu dengan harga yang sangat mahal cuma untuk bangun keesokan harinya dengan mata merah, kulit kering, otak kosong, kepala pusing, dan tidak bisa berfungsi dengan baik selama seharian penuh?



prinsip yang ketiga menurut saya adalah prinsip terpenting yang saya miliki.
sejak kecil, saya mempunyai seorang ibu yang cukup terbuka untuk membicarakan berbagai hal menyangkut pengetahuan seksual dan apa saja yang boleh dan tidak boleh saya lakukan dengan lawan jenis ketika saya besar nanti. ibu kerap kali mengatakan kepada saya bahwa sebagai wanita ada beberapa hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga saya pun tumbuh besar dengan cukup harga diri untuk mengetahui apa yang harus saya jaga dan saya pertahankan dengan sebaik mungkin.
mungkin seiring dengan perkembangan jaman, standar akan batasan-batasan itu akan berubah dan menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan jaman orangtua kita (dimana rasanya sekarang anak SMP pun sudah berani cium-ciuman dengan pacarnya), tetapi tetap saja ada beberapa batasan yang tidak boleh dirubah atau dibuat fleksibel. ada beberapa batasan, terlepas dari norma agama ataupun sosial, yang harus kita simpan untuk diri kita sendiri dan hanya diberikan pada seseorang
nanti, suatu saat di masa depan.

sepanjang hidup saya, ada masa ketika orang mempertanyakan prinsip saya, atau mencoba menggugah saya untuk membelokkan sedikit aturan yang saya miliki. tetapi saya tidak bisa. prinsip-prinsip ini adalah apa yang saya miliki untuk menjalani hidup yang saya punya.

those principles are the ones that define me.
make me who I am right now. And without them, I'll be lost.


saya tidak mau berubah menjadi orang lain. pribadi yang saya sendiri pun tidak bisa mengenalinya. dan itulah yang akan terjadi jika saya melepaskan prinsip yang saya miliki. jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan prinsip yang saya miliki dan tidak terpengaruh dengan omongan orang yang meminta sebaliknya. selain itu, dengan prinsip yang saya miliki lah saya dapat melihat mana teman-teman terbaik saya, yaitu orang yang mau mengerti, memahami, dan menghormati sesuatu yang saya pegang dengan teguh tanpa berusaha mengubahnya.
Dan hal itu jugalah yang akan selalu saya lakukan kepada orang-orang di sekeliling saya. Menghormati dan menerima mereka tanpa berusaha mengubah siapa diri mereka yang sebenarnya, selama itu baik dan tidak merugikan siapa pun :)


happy sunday and cheers, folks! :D


Sunday, February 21, 2010

I'm an extraordinary girl, living an extraordinary life


setiap kali melakukan blog walking ke berbagai macam blog, ada satu tulisan yang sangat sering saya temui. entah itu sebagai judul blog, atau hanya sekedar deskripsi dari profile si pemilik blog, yaitu:

[another] ordinary girl/boy and her/his ordinary life

setiap kali melihat tulisan seperti ini, saya jadi langsung mengerutkan kening deh. kenapa?

Pertama, karena tulisan seperti itu kurang menjual. Blog itu kan seharusnya dibuat sedemikian menarik sehingga banyak orang yang tertarik untuk berkunjung dan membaca. jadi, kalau dari judul blognya saja mengesankan kalau blog ini adalah blog yang biasa-biasa saja dan dibuat oleh orang yang biasa-biasa saja, buat apa saya meluangkan waktu untuk membaca ceritanya? yang sudah tentu isinya pasti biasa-biasa saja dan saya tidak bisa memperoleh apa-apa dari sana.

Lalu alasan kedua dan sekaligus alasan yang paling penting adalah karena menurut saya, We are extraordinary in our own way
.
Mungkin kita bukanlah ilmuwan pencipta robot, dan kita tidak pernah menjadi delegasi yang mewakili indonesia ke ajang internasional, atau seorang publik figur terkenal. tetapi, itu bukan berarti kita tidak mempunyai keunikan tersendiri. bukan berarti kita adalah orang yang biasa-biasa saja.

menurut saya, setiap orang adalah unik dan tidak ada yang sama. menjadi unik dan luar biasa tidak selalu berarti kita harus menjadi seseorang yang mempunyai nama atau prestasi besar dan menjulang, tetapi juga bisa melalui hal-hal kecil yang signifikan. hal-hal yang kecil tetapi bisa menyentuh dan memberi kesan di kehidupan orang lain.

saya mempunyai beberapa orang dekat yang secara kasat mata mungkin terlihat biasa saja, namun bagi saya mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa. dengan menjadi diri mereka sendiri, mereka berhasil menjadi satu pribadi unik yang luar biasa dan tidak bisa disamakan dengan orang lain. contohnya adalah ibu saya. Ibu saya hanyalah seorang pegawai swasta yang tidak pernah menciptakan penemuan apa pun dan tidak pernah memenangkan hadiah nobel. tetapi ia adalah pribadi yang luar biasa dengan kemampuan humornya yang begitu tinggi. Ia adalah seseorang yang tidak pernah tua di mata saya karena sifatnya yang selalu senang tertawa dan membuat lelucon. dengan kepribadiannya ini, dia selalu mempunyai banyak teman dan sering menjadi pusat perhatian setiap kali kami berkumpul bersama keluarga besar atau pun dengan teman-temannya yang lain.
mungkin ada banyak orang lucu dan humoris lainnya di dunia ini, tetapi tetap tidak akan ada yang bisa menyamai ibu saya, karena dengan kepribadiannya dia telah membentuk keluarga dimana saya berada hingga menjadi seperti yang saya miliki sekarang. keluarga yang penuh dengan keterbukaan, dimana kata 'sungkan' serta 'birokrasi' tidak mempunyai tempat diantara kami :)

jadi, menurut saya tidak ada orang yang ordinary di dunia ini. setiap orang memiliki ciri khas mereka masing-masing, seperti sidik jari yang tidak pernah sama satu sama lain, kita semua meninggalkan jejak kita yang unik ke dalam setiap kehidupan yang kita sentuh. dengan menjadi diri kita sendiri, kita memberikan warna yang beragam kepada kehidupan yang ada disekeliling kita. melengkapi mereka dengan keunikan yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain.

So now I'm gonna say that,

I am an extraordinary Girl and I am living an extraordinary LIFE!
And this is an Extraordinary Blog, that hopefully will give you something and touch your life in a way that any other Blogs can't ;)

p.s: it's okay to be a little narcissistic once in a while, because it helps us boost the self-esteem which in turn helps us to believe in the power and abilities we have within us.


let's cheers and happy living your life, folks! :)