There was an error in this gadget

Sunday, August 19, 2012

Inside Punishment


Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1433 H terlebih dahulu bagi semuanya yang sedang bertandang ke blog saya.
Kedua, marilah bersama-sama kita menyimak satu kisah yang ingin saya sampaikan hari ini.
Dan beginilah ceritanya..

Beberapa hari yang lalu saya berbuka puasa bersama dengan teman-teman kepanitiaan kampus yang saya ikuti pada tahun 2009 yang lalu. Acara buka puasa ini merupakan salah satu acara yang cukup saya nanti-nantikan karena saya menyukai semua orang yang berada dalam kepanitiaan ini. Mereka adalah sekumpulan orang gila dan bodoh dengan becandaan yang absurd. And,i like it!
Selain itu, alasan mengapa saya sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini adalah karena kami semua juga menunggu kedatangan satu orang teman kami. Dia adalah seseorang yang cukup banyak diperbincangkan akhir-akhir ini oleh kami karena kedekatannya dengan anak lain di kepanitiaan.

Memang salah kalau seorang pria dekat dengan wanita?

Tidak sih. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut kalau memang 
dia hanya dekat dengan satu wanita dan tidak punya reputasi sebagai playboy. Tetapi ini kenyataannya berbeda karena sejak tiga tahun yang lalu saya mengenal pria ini, perilakunya tidak pernah berubah. Dia selalu mendekati wanita-wanita (terkadang lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan), mengangkat-angkat mereka serta memberi harapan, hanya untuk kemudian dijatuhkan lagi, dan berdalih bahwa ia hanya menganggap mereka sebagai teman atau sepupu (!) saja. Kemudian parahnya, untuk memperdaya wanita-wanita itu dia selalu memainkan peran sebagai pria baik-baik yang salah dimengerti oleh lingkungan, sehingga selalu dinilai jahat. Wanita mana yang tidak merasa tersanjung dipercaya oleh pria tampan ini untuk mengerti dirinya.

Ketika kami sedang asyik memperbincangkan dia, ada beberapa teman saya yang kemudian berkata, "Emang dia gak takut kena karmanya ya? Apakah dia gak pernah mikir bahwa dengan menyakiti hati cewek seperti itu, suatu hari dia tidak akan mendapat perlakuan yang sama atau bahkan berkali-kali lipat lebihnya?"
Kemudian seorang teman saya yang lain menjawab, "Kayaknya enggak tuh. Buktinya aja sampe sekarang masih aman-aman aja tuh dia, masih bisa ngedeketin cewek kayak gitu. Padahal kita udah tau dia sekitar 3 tahunan, tapi enggak pernah gue denger beritanya dia dapet akibat dari perbuatannya."
Pada waktu itu, mendengar hal tersebut saya sempat gemas juga. Rasanya gondok sekali, karena benar seperti yang kedua teman saya bilang, hingga saat ini saya tidak pernah mendengar dia mendapatkan konsekuensi dari perilakunya. Selain itu, hingga saat ini dia masih dengan enaknya kok mendekati dan memberi harapan kepada para cewek di sekitarnya.

Namun beberapa hari kemudian setelah buka bersama tersebut, saya kembali berpikir. Hmm iya, mungkin secara kasat mata, hidup pria ini masih enak sekali. Walaupun dia mempunyai reputasi yang super negatif, tetapi dengan kelihaiannya dia masih bisa mendekati wanita. Dengan mudahnya, ia bisa berganti-ganti wanita dalam hitungan bulan, bahkan minggu.
Akan tetapi, sebenarnya dia sudah mendapatkan hukumannya. Dalam bentuk apa? Menurut saya, hukuman tersebut datang dalam ketidakmampuannya untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pasangannya dan ketidaksadaran diri akan kesalahan dan kekurangannya.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar bahwa pria teman saya ini pernah berkata, bahwa ia iri dengan orang-orang yang bisa mempertahankan hubungan romantis mereka dalam jangka waktu yang lama hingga bertahun-tahun. hal ini disebabkan karena ia sendiri tidak pernah berhasil mempertahankan hubungannya melebihi beberapa bulan.
For me, i think it's a big curse. Siapa sih manusia yang ingin sendiri? Menurut saya, pada dasarnya semua orang pasti ingin berpasang-pasangan, memiliki partner hidup yang dapat diandalkan dan keluarga untuk menjejakkan kaki serta berlabuh.

Melihat pola perilaku pria ini yang selalu berganti-ganti pasangan dengan seenaknya dan selalu berbohong membuat saya bertanya-tanya. Sampai kapan dia mau terus mencari? Terus berganti dan tidak pernah berhenti untuk menyadari bahwa tidak akan ada yang sempurna, dan kadang yang bisa kita lakukan hanyalah menemukan yang paling sesuai and make it work as best as we can. 
Dan menurut saya itulah hukuman terberat buat dia.
Rasa ketidakpuasan, keinginan untuk terus mencari sesuatu yang ia juga tidak tahu apa, serta ketidakmampuan untuk tahu kapan waktunya berhenti dan bertahan hanya mencintai satu orang hingga kapanpun. 

Selain itu, menurut saya ketidakmampuan dirinya untuk mengetahui kekurangan dan dampak yang ia timbulkan dari perilakunya juga merupakan suatu bentuk hukuman tersendiri. Tiga tahun selalu mendengar kisah dan sepak terjangnya membuat saya sedikit banyak tahu modus operandinya. Pria ini adalah tipe orang yang selalu menyalahkan lingkungan. Ia selalu membuat seakan dunia berkonspirasi untuk menjatuhkannya dan dia hanyalah korban yang tidak berdosa. Ia juga mempunyai kecenderungan untuk menyalahkan mantan atau orang-orang yang pernah dekat dengan dirinya, atas kegagalan dari hubungan mereka. Hal ini membuat dirinya tidak pernah mampu belajar dari pengalaman dan kesalahannya. Sejak pertama kali saya mengenal dirinya hingga saat ini, tidak ada perubahan yang berarti atau tingkat kematangan emosional yang membaik dari dirinya. 
Tidak mampu berintrospeksi dan benar-benar menerima serta mengakui kesalahan diri itu layaknya seperti berjalan dengan mata dan telinga tertutup. Kita hanya bisa terus berjalan, tanpa melihat kemana arah kita menuju, atau orang dan benda apa saja yang telah kita tabrak dan sakiti selama proses perjalanan itu. Kita juga tidak dapat mengetahui umpan balik dari orang-orang disekitar mengenai apa saja yang telah kita lakukan dan perlu diperbaiki. Akibatnya, hingga akhir sulit bagi kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.


That for me, is the ultimate punishment.
To never change, never become better and always walking in a circle like a dog who chase its own tail, and to never have a place to harbour and called home, would be too scary for me to imagine. And all i can say to him is, "You are so deserve that, pal!" :)

HAPPY IDUL FITRI 1433 H 

cheers!