There was an error in this gadget

Monday, December 17, 2012

One and a Half Year..


Him, On telephone:
"Selamat satu setengah tahun tanpa berantem, pacaar.."

Me, On telephone:
"Oiyaa. Alhamdulillah yaa kita adem ayem aja hehe."

Him:

"Pacar emang gak ada yang mau dikeluhin apa, dari hubungan kita?"

Me:
"Gak ada. Hehe"

And the conversation continues..

Hours later..

Me, on my mind:

"Well, my dear boy. I've got nothing to complain.
You've been a perfect companion for me. What's not to love from you?
You've met every expectation I have and even beyond.
You're just imperfectly perfect for me :)

Happy One Year and a Half..

Wednesday, November 28, 2012

Hey, Kiddo..

Self Actualization Theory dari Carl Rogers:
Saat bayi, seseorang mengembangkan kebutuhan akan positive regards, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan penerimaan, kasih sayang, dan persetujuan dari orang lain, terutama dari ibu. Positive regard sangat penting untuk perkembangan seorang anak, karena perilaku mereka diarahkan oleh seberapa banyak kasih sayang dan cinta yang mereka dapatkan. Seorang anak akan mempersepsikan ketidaksetujuan orangtua akan perilaku mereka sebagai ketidaksetujuan terhadap siapa diri mereka. Sehingga pada akhirnya mereka hanya akan berperilaku dalam cara yang menghasilkan positive regard dari orang lain, walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan diri mereka yang sebenarnya. 
Rogers mengatakan bahwa walaupun ada beberapa perilaku anak yang mungkin pantas mendapatkan hukuman, namun kasih sayang seorang ibu harus tetap diberikan secara penuh dan tanpa syarat; dan tidak tergantung dari perilaku seorang anak. Dengan melakukan hal tersebut, seorang anak akan merasa bahwa ia sudah bisa memenuhi kebutuhan akan positive regardnya dan akan berusaha untuk memberikan positive regard kepada orang lain. Terpenuhinya positive regard tanpa syarat juga akan membuat seseorang mengembangkan konsep diri yang lebih positif.
So, kiddo. We may haven't met yet. I haven't married your father yet, and I don't know when will we finally meet each other. But I promise you, that I will give you my unconditional positive regard. Instead of saying:
"Kamu nakal banget sih. Karena kamu nakal, mamah akan hukum kamu."

I will say this to you..
"Hey kiddo, you know that I love you, right? And I will always love you no matter what you do. But you have to learn that some actions bring consequencies. Stealing candy is wrong, because you took what's not yours. So, as a consequence, you can't have dessert tonight."

Sumber: Schultz, D.P., & Schultz, S.E. (2009). Theories of Personality (9th ed). California: Wadsworth.

Wednesday, November 21, 2012

The Effort That Count the Most


Received something in my mail this afternoon.
It's a present from my boyfriend for my birthday.
He couldn't come to Jakarta on the day of my birthday,

and I got so busy with case reports too, so we postpone our rendezvous.
Instead, he send the present first.

It was a very lovely purse, from a brand called Donini.
he still amazed me sometimes by his skill of buying a perfect gift :3
And not just the gift. Agi also sent me a birthday card.
The first birthday card that he made by himself.
Haha, honestly. He is the sweetest guy I know.
Kinda goofy sometimes, but also the kindest and the most gentle.

Thanks, tall man. I like it very much :)
Not just the purse. But most of all, the gesture and the effort that you put in it.
Smochies!

Friday, October 26, 2012

I Won't Give Up On Us

When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
Too see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us
How to use the tools and gifts we got
Yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend
At least we did intend for us to work
We didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn, what I've got and what I'm not, and who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up

(I Won't Give Up - Jason Mraz)

Thank you for the phone call, the conversation, the sweet patience,
and the reassurance that everything will be okay.

You have that gift. A power to always make me feel better.
And maybe the world didn't know..
But I know, and we know, how hard you work, trying to prove our worth.
And God knows too. He knows how much we're worth it.

Love you.

Thursday, October 4, 2012

Let the Past Stay

I don't know about the future.
We might or might not still be together.
All I know right now is, you are what really matter.

But even when the day come when we're not together.
Please, don't erase me and let me stay for a while.
Let me occupy a small space inside you.
Because what we have always matter.
Whether we are together or separate.

All those small moments. 

Silly laughs.
Life prints of what we have and already going through.
Everything matter.
it's un-erase-able.


cheers to the past, present, and future.

Sunday, August 19, 2012

Inside Punishment


Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1433 H terlebih dahulu bagi semuanya yang sedang bertandang ke blog saya.
Kedua, marilah bersama-sama kita menyimak satu kisah yang ingin saya sampaikan hari ini.
Dan beginilah ceritanya..

Beberapa hari yang lalu saya berbuka puasa bersama dengan teman-teman kepanitiaan kampus yang saya ikuti pada tahun 2009 yang lalu. Acara buka puasa ini merupakan salah satu acara yang cukup saya nanti-nantikan karena saya menyukai semua orang yang berada dalam kepanitiaan ini. Mereka adalah sekumpulan orang gila dan bodoh dengan becandaan yang absurd. And,i like it!
Selain itu, alasan mengapa saya sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini adalah karena kami semua juga menunggu kedatangan satu orang teman kami. Dia adalah seseorang yang cukup banyak diperbincangkan akhir-akhir ini oleh kami karena kedekatannya dengan anak lain di kepanitiaan.

Memang salah kalau seorang pria dekat dengan wanita?

Tidak sih. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut kalau memang 
dia hanya dekat dengan satu wanita dan tidak punya reputasi sebagai playboy. Tetapi ini kenyataannya berbeda karena sejak tiga tahun yang lalu saya mengenal pria ini, perilakunya tidak pernah berubah. Dia selalu mendekati wanita-wanita (terkadang lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan), mengangkat-angkat mereka serta memberi harapan, hanya untuk kemudian dijatuhkan lagi, dan berdalih bahwa ia hanya menganggap mereka sebagai teman atau sepupu (!) saja. Kemudian parahnya, untuk memperdaya wanita-wanita itu dia selalu memainkan peran sebagai pria baik-baik yang salah dimengerti oleh lingkungan, sehingga selalu dinilai jahat. Wanita mana yang tidak merasa tersanjung dipercaya oleh pria tampan ini untuk mengerti dirinya.

Ketika kami sedang asyik memperbincangkan dia, ada beberapa teman saya yang kemudian berkata, "Emang dia gak takut kena karmanya ya? Apakah dia gak pernah mikir bahwa dengan menyakiti hati cewek seperti itu, suatu hari dia tidak akan mendapat perlakuan yang sama atau bahkan berkali-kali lipat lebihnya?"
Kemudian seorang teman saya yang lain menjawab, "Kayaknya enggak tuh. Buktinya aja sampe sekarang masih aman-aman aja tuh dia, masih bisa ngedeketin cewek kayak gitu. Padahal kita udah tau dia sekitar 3 tahunan, tapi enggak pernah gue denger beritanya dia dapet akibat dari perbuatannya."
Pada waktu itu, mendengar hal tersebut saya sempat gemas juga. Rasanya gondok sekali, karena benar seperti yang kedua teman saya bilang, hingga saat ini saya tidak pernah mendengar dia mendapatkan konsekuensi dari perilakunya. Selain itu, hingga saat ini dia masih dengan enaknya kok mendekati dan memberi harapan kepada para cewek di sekitarnya.

Namun beberapa hari kemudian setelah buka bersama tersebut, saya kembali berpikir. Hmm iya, mungkin secara kasat mata, hidup pria ini masih enak sekali. Walaupun dia mempunyai reputasi yang super negatif, tetapi dengan kelihaiannya dia masih bisa mendekati wanita. Dengan mudahnya, ia bisa berganti-ganti wanita dalam hitungan bulan, bahkan minggu.
Akan tetapi, sebenarnya dia sudah mendapatkan hukumannya. Dalam bentuk apa? Menurut saya, hukuman tersebut datang dalam ketidakmampuannya untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pasangannya dan ketidaksadaran diri akan kesalahan dan kekurangannya.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar bahwa pria teman saya ini pernah berkata, bahwa ia iri dengan orang-orang yang bisa mempertahankan hubungan romantis mereka dalam jangka waktu yang lama hingga bertahun-tahun. hal ini disebabkan karena ia sendiri tidak pernah berhasil mempertahankan hubungannya melebihi beberapa bulan.
For me, i think it's a big curse. Siapa sih manusia yang ingin sendiri? Menurut saya, pada dasarnya semua orang pasti ingin berpasang-pasangan, memiliki partner hidup yang dapat diandalkan dan keluarga untuk menjejakkan kaki serta berlabuh.

Melihat pola perilaku pria ini yang selalu berganti-ganti pasangan dengan seenaknya dan selalu berbohong membuat saya bertanya-tanya. Sampai kapan dia mau terus mencari? Terus berganti dan tidak pernah berhenti untuk menyadari bahwa tidak akan ada yang sempurna, dan kadang yang bisa kita lakukan hanyalah menemukan yang paling sesuai and make it work as best as we can. 
Dan menurut saya itulah hukuman terberat buat dia.
Rasa ketidakpuasan, keinginan untuk terus mencari sesuatu yang ia juga tidak tahu apa, serta ketidakmampuan untuk tahu kapan waktunya berhenti dan bertahan hanya mencintai satu orang hingga kapanpun. 

Selain itu, menurut saya ketidakmampuan dirinya untuk mengetahui kekurangan dan dampak yang ia timbulkan dari perilakunya juga merupakan suatu bentuk hukuman tersendiri. Tiga tahun selalu mendengar kisah dan sepak terjangnya membuat saya sedikit banyak tahu modus operandinya. Pria ini adalah tipe orang yang selalu menyalahkan lingkungan. Ia selalu membuat seakan dunia berkonspirasi untuk menjatuhkannya dan dia hanyalah korban yang tidak berdosa. Ia juga mempunyai kecenderungan untuk menyalahkan mantan atau orang-orang yang pernah dekat dengan dirinya, atas kegagalan dari hubungan mereka. Hal ini membuat dirinya tidak pernah mampu belajar dari pengalaman dan kesalahannya. Sejak pertama kali saya mengenal dirinya hingga saat ini, tidak ada perubahan yang berarti atau tingkat kematangan emosional yang membaik dari dirinya. 
Tidak mampu berintrospeksi dan benar-benar menerima serta mengakui kesalahan diri itu layaknya seperti berjalan dengan mata dan telinga tertutup. Kita hanya bisa terus berjalan, tanpa melihat kemana arah kita menuju, atau orang dan benda apa saja yang telah kita tabrak dan sakiti selama proses perjalanan itu. Kita juga tidak dapat mengetahui umpan balik dari orang-orang disekitar mengenai apa saja yang telah kita lakukan dan perlu diperbaiki. Akibatnya, hingga akhir sulit bagi kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.


That for me, is the ultimate punishment.
To never change, never become better and always walking in a circle like a dog who chase its own tail, and to never have a place to harbour and called home, would be too scary for me to imagine. And all i can say to him is, "You are so deserve that, pal!" :)

HAPPY IDUL FITRI 1433 H 

cheers!

Friday, May 11, 2012

Remember You

saya baru menonton satu film berjudul The Vow tadi siang.
film ini menceritakan mengenai pasangan suami istri, dimana setelah suatu kecelakaan yang menyebabkan sang istri mengalami cedera otak, ia menjadi amnesia dan melupakan suami serta kehidupan pernikahan mereka. film ini kemudian menceritakan mengenai berbagai usaha yang suami itu lakukan untuk mengingatkan kembali sang istri akan dirinya, kehidupan pernikahan, dan cinta yang mereka miliki kepada satu sama lain.

menonton film tersebut membuat saya berpikir kepada hubungan yang saya miliki dengan pacar, dan hal tersebut membuat saya sedih. call me blinded by love or whatever, tapi bagi saya, hubungan yang saya miliki dengan pacar adalah suatu hubungan yang ideal. jenis hubungan yang tidak dapat ditemukan dengan mudah.

dia tahu saya dengan sangat baik, 
dan dapat menjadi sahabat serta teman berbagi cerita. disaat saya memerlukan, ia bisa menjadi orang yang menawarkan kenyamanan, penghiburan, dan selalu mengucapkan semua kata tepat yang ingin saya dengar. seperti pasangan di film ini, kami membuat tradisi dan kebiasaan sendiri. saya dan dia belajar untuk menjadi nyaman dengan satu sama lain dan mengembangkan canda, lelucon, dan gestur kami sendiri. hal yang mungkin akan terkesan cheesy atau aneh bagi orang lain, tetapi dapat menyatukan kami.
And imagine to forget it all.

melupakan bahwa saya menyukai semua lelucon dan caranya meledek saya. 
melupakan bahwa ia selalu dapat membedakan kapan kegalauan yang saya rasakan berasal dari film-film Korea yang saya tonton, PMS, atau memang ada hal lain yang menyebabkannya.
atau melupakan semua nama panggilan yang kami ciptakan dan bahasa-bahasa kode yang kami miliki.

well, now you can see why that movie made me cried.


hey, jangkung. i'm so thankful for all the day we spent remembering each other. may we always in good shape and grow old together :D 


Saturday, April 7, 2012

Sweetest Man Alive



Rabu, 4 April 2012
Dalam percakapan lewat Blackberry Messenger
Dia  : Lagi dimana? Udah pulang dari kampus belum?
Saya: Masih lagi ngerjain tugas. masih banyak banget nih tugasnya huhu.
Dia  : Iya, tapi lo dimana sekarang car?
[Tidak ada balasan lagi]

2 jam kemudian dalam percakapan lewat SMS 
Dia  : Deee. udah dimana sih? di BBM gak dibales-bales lagi. 
         Sekarang lo sibuk banget car. Tau ah, sebel.
Saya: Pacaar. Maap, tadi lagi ribet ngerjain tugas terus kehujanan. 
        Tapi sekarang udah di kosan lagi kok. Jangan ngambek :3
[Tidak ada balasan lagi]

4 jam kemudian dalam usaha menghubungi dia

Saya: Kemana sih dia? ditelpon berkali-kali enggak diangkat juga.

Setelah usaha menelepon yang ke-berapa belas kali

Dia  : Halo? [background suara yang sangat berisik]
Saya: Lo dimana car? berisik banget sih? 
         Kok ga diangkat-angkat teleponnya? Marah yaa?
Dia  : Masih di jalan nih. Enggak. Gak papa kok, gue ga marah. 
         Udah dulu ya, nanti kalo udah sampe kosan, gue telpon lo, car.
Saya: Oke (walau merasa ada yang salah).

Jam 6 pagi keesokan harinya, dan terbangun tanpa ada telepon lagi dari dia

Saya: Huh. Katanya mau nelepon.
[SMS Masuk]
Percakapan dalam SMS
Dia  : Pagi :)
Saya: Sebel ah gue sama lo. Katanya mau nelepon, 
         tapi enggak ditelpon lagi tadi malam. Terus gue lagi 
         sibuk ngerjain tugas, malah diambekin gitu. Dihubungin gak bisa >:(
Dia  : Makanya, sini didatengin pacarnya :D
Saya: Jauh.
Dia  : Gue udah di Jakarta nih.
Saya: ..... (Hening dan diam sejenak)
         Jakarta?
Dia  : Iya, udah jangan marah-marah lagi. Pacarnya udah ada di Jakarta nih :)


My sweetest man alive.
A courageous knight in a shining Semarang-Jakarta train 
who come to rescue me, a damsel in distress.
Thank you for the sweet surprise. 
it was the best gift a girl in a long distance relationship could ask :*

Sunday, March 25, 2012

One Thing That's Real

So many changes happened in life, lately. New friends, new environments, and new challenges to conquer. 
in the past, i always have a group of bestfriends to talk to. people who listen to my rambling, no matter how random they were. we love and sometimes despise each other because the too-often frequency of our meetings. but at least with them, i don't have to tiptoe around, trying to find some opening for me to come inside. because no matter what, they always welcomed me. i'm one of them. i belong there. just like your own home, where you don't have to knock the door and push the bell button to come inside.

but lately, i feel so fake. so isolated. so lonely, that when i think again, i don't really have bestfriends now. of course, there are friends. good friends to talk to, joke around, and spend some good times. but it's different. because with them, i feel like i have to tiptoe around. waiting for them to signaling me and say, "yes, you may come inside". we talk a lot, and sometimes sharing our secrets and pieces of mind. talking about past, present, and hope. but, they are not the people i run into when i feel sad and whom i seek comfort when some things get tough.

it's kinda lonely sometimes. it makes me think, to whom i'm gonna seek help when someday i need it? but then, there's one name come up. one person who always there, giving comfort and consolation. a person who listens to all my rambling, and laughing even to the most not funny, silly imaginations that i have. he accept me for who i am and open his door all the time. to him, i don't have to knock any door, because i always welcomed. i belong there. and he is my home. thank you for being a great boyfriend, and foremost, the very best friend a girl could ask, Jangkung :)