There was an error in this gadget

Thursday, September 9, 2010

Person I cannot Forgive



besok adalah hari raya Idul Fitri yang ke-1431 H. 
Seiring dengan akan datangnya hari raya lebaran ini, hari ini saya cukup banyak mendapatkan ucapan selamat hari raya dan permohonan maaf lahir dan batin. sama seperti yang lain, hari ini saya juga mengucapkan permohonan maaf lahir batin tersebut ke beberapa teman-teman dekat saya dan mempostingnya di beberapa jaringan media sosial.


akan tetapi, mendapatkan ucapan permohonan maaf seperti itu, jadi membuat saya terpikir sesuatu. 
Apakah semua permohonan maaf serta pemberian maaf yang saya lakukan hari ini adalah sesuatu yang secara tulus datang dari hati?


kalau mau jujur, sebenarnya apa yang saya lakukan hari ini lebih mengarah kepada kebiasaan. setiap akan lebaran, sepertinya setiap orang berlomba-lomba meminta maaf, sehingga saya pun juga jadi terbiasa untuk melakukannya. jika saya tidak ikut melakukannya, maka akan terasa aneh, beda sendiri, dan tanpa sadar rasanya ada tekanan sosial yang memaksa saya untuk ber-konformitas, ikut-ikutan agar sama dengan yang lain.


padahal kalau harus mengaku, hari ini saya tidak benar benar merasa bersungguh sungguh ketika membalas semua ucapan yang dikirimkan teman-teman kepada saya.
setiap ucapan 'mohon maaf lahir dan batin' hanya akan saya jawab 'sama-sama yaa'. tetapi di dalam hati sebenarnya saya bertanya-tanya, "minta maaf buat apa sih? rasanya bahkan saya hampir sudah tidak pernah berkomunikasi dengan orang yang meminta maaf itu, jadi bagaimana dia (atau saya) bisa saling membuat salah kepada satu sama lain?"


dan justru kepada satu orang yang seharusnya saya beri maaf dengan penuh kelapangan dada, tidak saya berikan. dan sebaliknya, saya pun tidak mau meminta maaf kepada dia.


saya akui. Ya, saya masih mempunyai dendam padanya.


Tidak, ini bukan disebabkan karena sakit hati lagi. sakit itu sudah hilang berbulan bulan yang lalu, ketika saya telah memahami semuanya dan melihat betapa pengecutnya dia.
tetapi saya masih marah, karena walaupun rasa sakit itu sudah tidak ada, tetapi saya masih ingat bagaimana rasanya. 
saya masih ingat sakit yang saya rasakan, and as devil as it sounds, di setiap kesempatan yang saya punya, saya selalu menggunakannya untuk membuatnya merasakan setidaknya sedikit dari apa yang dulu saya rasakan. 


dan sekarang, di hari yang fitri ini, saya masih tidak bisa memberikan maaf kepada orang tersebut. ataupun meminta maaf, karena bagaimanapun saya juga pernah melakukan satu dua hal yang kurang menyenangkan secara sengaja kepada dia (yes, guilty! haha). 
dan saya tidak tahu apakah saya akan pernah bisa memaafkan dia pada akhirnya. 


hmm dan rasanya mungkin tidak akan pernah bisa. setidaknya, tidak akan bisa, sebelum ia dengan berani dan berjiwa besar mengakui kesalahannya terlebih dahulu.




p.s: saya tahu, ini bukan postingan blog yang penuh dengan nuansa idul fitri dan kebesaran jiwa. saya seseorang yang masih perlu banyak belajar. dan untuk urusan memberi maaf, yap. mungkin hingga kini saya masih menjadi seseorang yang mampu untuk 'holding the grudges' cukup lama. terutama bagi orang-orang yang benar-benar menyakiti saya. hehe.


but, still..


Happy Idul Fitri 1431 H

Dan bagi kalian yang merasa pernah tersakiti oleh tulisan atau pemikiran saya, dengan setulus mungkin saya ingin meminta maaf lahir dan batin. semoga kita bisa menjadi lebih baik di hari yang fitri ini :)


cheers!

No comments:

Post a Comment