Showing posts with label you. Show all posts
Showing posts with label you. Show all posts
Monday, December 17, 2012
One and a Half Year..
Him, On telephone:
"Selamat satu setengah tahun tanpa berantem, pacaar.."
Me, On telephone:
"Oiyaa. Alhamdulillah yaa kita adem ayem aja hehe."
Him:
"Pacar emang gak ada yang mau dikeluhin apa, dari hubungan kita?"
Me:
"Gak ada. Hehe"
And the conversation continues..
Hours later..
Me, on my mind:
"Well, my dear boy. I've got nothing to complain.
You've been a perfect companion for me. What's not to love from you?
You've met every expectation I have and even beyond.
You're just imperfectly perfect for me :)
Happy One Year and a Half..
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Wednesday, November 21, 2012
The Effort That Count the Most
It's a present from my boyfriend for my birthday.
He couldn't come to Jakarta on the day of my birthday,
and I got so busy with case reports too, so we postpone our rendezvous.
Instead, he send the present first.
It was a very lovely purse, from a brand called Donini.
he still amazed me sometimes by his skill of buying a perfect gift :3
And not just the gift. Agi also sent me a birthday card.
The first birthday card that he made by himself.
Haha, honestly. He is the sweetest guy I know.
Kinda goofy sometimes, but also the kindest and the most gentle.
Thanks, tall man. I like it very much :)
Not just the purse. But most of all, the gesture and the effort that you put in it.
Smochies!
Labels:
birthday,
From the heart,
relationships,
you
Friday, October 26, 2012
I Won't Give Up On Us
When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?
I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up
And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
Too see what you find
'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up
I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us
How to use the tools and gifts we got
Yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend
At least we did intend for us to work
We didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn, what I've got and what I'm not, and who I am
I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up
(I Won't Give Up - Jason Mraz)
I'll be here patiently waiting
Too see what you find
'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up
I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us
How to use the tools and gifts we got
Yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend
At least we did intend for us to work
We didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn, what I've got and what I'm not, and who I am
I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up
(I Won't Give Up - Jason Mraz)
Thank you for the phone call, the conversation, the sweet patience,
and the reassurance that everything will be okay.
You have that gift. A power to always make me feel better.
You have that gift. A power to always make me feel better.
And maybe the world didn't know..
But I know, and we know, how hard you work, trying to prove our worth.
And God knows too. He knows how much we're worth it.
But I know, and we know, how hard you work, trying to prove our worth.
And God knows too. He knows how much we're worth it.
Love you.
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Saturday, April 7, 2012
Sweetest Man Alive
Rabu, 4 April 2012
Dalam percakapan lewat Blackberry Messenger
Dia : Lagi dimana? Udah pulang dari kampus belum?
Saya: Masih lagi ngerjain tugas. masih banyak banget nih tugasnya huhu.
Dia : Iya, tapi lo dimana sekarang car?
[Tidak ada balasan lagi]
2 jam kemudian dalam percakapan lewat SMS
Dia : Deee. udah dimana sih? di BBM gak dibales-bales lagi.
Sekarang lo sibuk banget car. Tau ah, sebel.
Saya: Pacaar. Maap, tadi lagi ribet ngerjain tugas terus kehujanan.
Tapi sekarang udah di kosan lagi kok. Jangan ngambek :3
[Tidak ada balasan lagi]
4 jam kemudian dalam usaha menghubungi dia
Saya: Kemana sih dia? ditelpon berkali-kali enggak diangkat juga.
Setelah usaha menelepon yang ke-berapa belas kali
Dia : Halo? [background suara yang sangat berisik]
Saya: Lo dimana car? berisik banget sih?
Kok ga diangkat-angkat teleponnya? Marah yaa?
Dia : Masih di jalan nih. Enggak. Gak papa kok, gue ga marah.
Udah dulu ya, nanti kalo udah sampe kosan, gue telpon lo, car.
Saya: Oke (walau merasa ada yang salah).
Jam 6 pagi keesokan harinya, dan terbangun tanpa ada telepon lagi dari dia
Saya: Huh. Katanya mau nelepon.
[SMS Masuk]
Percakapan dalam SMS
Dia : Pagi :)
Saya: Sebel ah gue sama lo. Katanya mau nelepon,
tapi enggak ditelpon lagi tadi malam. Terus gue lagi
sibuk ngerjain tugas, malah diambekin gitu. Dihubungin gak bisa >:(
Dia : Makanya, sini didatengin pacarnya :D
Saya: Jauh.
Dia : Gue udah di Jakarta nih.
Saya: ..... (Hening dan diam sejenak)
Jakarta?
Dia : Iya, udah jangan marah-marah lagi. Pacarnya udah ada di Jakarta nih :)
My sweetest man alive.
A courageous knight in a shining Semarang-Jakarta train
who come to rescue me, a damsel in distress.
Thank you for the sweet surprise.
it was the best gift a girl in a long distance relationship could ask :*
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Saturday, December 10, 2011
Remember the Night
Do you still remember that night?
The night when we sat down at the fast food restaurant,
while you waiting on me decided answer to what could be the biggest decision in our life?
I want to share you a secret.
Pstt.. that night, when the clock chimed 12 times and the midnight came..
Actually I didn't know what to say.
My heart conflicted so much that i can't hear anything clearly.
So I just whisper prays in my breath.
"Bismillah, bismillah, bismillah. If he is my destiny God, so let us unite, and make him the best for me."
And i took the bravery to say yes.
A simple word that take us so far.
And today, I thank God for the courage.
For without it, we will never exist together.
And I will never found you, my whole package in one deal.
Bismillah. Happy 6th monthversary, may we always be what we all needed :*
The night when we sat down at the fast food restaurant,
while you waiting on me decided answer to what could be the biggest decision in our life?
I want to share you a secret.
Pstt.. that night, when the clock chimed 12 times and the midnight came..
Actually I didn't know what to say.
My heart conflicted so much that i can't hear anything clearly.
So I just whisper prays in my breath.
"Bismillah, bismillah, bismillah. If he is my destiny God, so let us unite, and make him the best for me."
And i took the bravery to say yes.
A simple word that take us so far.
And today, I thank God for the courage.
For without it, we will never exist together.
And I will never found you, my whole package in one deal.
Bismillah. Happy 6th monthversary, may we always be what we all needed :*
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Monday, April 25, 2011
The Last Walk to Remember
apakah kamu masih ingat kisah tentang bagaimana kita bertemu?
aku masih ingat.
kisah tentang pertemuan sederhana.
kisah yang dulu kita harap dapat diceritakan hingga 100 tahun mendatang.
apakah kamu masih ingat bagaimana cerita tentang kita mengalir?
apa? kamu lupa?
ya, aku juga sama. waktu terus mengikis ingatanku tentang kamu dan kita.
tetapi kini untuk yang terakhir kalinya, aku ingin mengenang semuanya.
menuliskannya, agar kelak kita tidak benar-benar melupakan, bahwa aku pernah hadir di dalam hidup kamu, dan kamu pernah menjadi yang utama di dalam hidupku.
Apakah kamu tahu?
foto ini adalah foto pertama kamu yang aku lihat. sebelumnya, aku tidak mengenalmu.
butuh waktu berminggu-minggu bagiku untuk memutuskan apakah aku mau menjadi teman kamu atau tidak, dan berbulan-bulan sebelum aku mengijinkanmu untuk mengenalku lebih jauh.
tetapi beruntunglah saya (dan kamu), untuk mempunyai kesempatan saling mengenal, karena waktu itu adalah 14 bulan terbaik yang pernah aku bagi dengan seseorang.
hey, ingatkah kamu pada pertemuan pertama kita?
ingatkah kamu pada kecanggungan itu?
dan bagaimana untuk berbulan-bulan kedepannya, kita selalu mempraktekkan kembali pertemuan pertama itu setiap kamu menurunkanku di depan halte kampus?
aku ingat.
dan aku pun masih mengingat kekagetanku, disaat kamu turun dari motor dan berdiri.
aku merasa seperti berjalan di samping raksasa, karena kamu begitu tinggi.
aku selalu menyenangi kencan pertama kita.
aku senang bukan karena film yang kita tonton, atau tempat kemana kita pergi.
tapi aku menikmati waktu ketika kita berbelanja di supermarket dan menyelinapkan makanan ke dalam bioskop. hal itu membuatku tahu, bahwa aku bisa bersenang-senang dan berbuat jahil bersama kamu.
I've found my perfect partner in crime.
kemudian, hari minggu yang cerah dalam perjalanan menuju Gadog dan foto yang kamu buat sesudahnya.
hari itu sesungguhnya adalah hari yang dipenuhi keraguan bagiku.
aku nyaman bersama kamu,
tetapi apakah kita sudah cukup mengenal satu sama lain?
siapa kamu yang sesungguhnya?
dan.. apakah kita akan bahagia?
aku melihat kamu yang berada di sampingku, dan semua keraguan itu menguap.
aku tidak tahu mengenai masa depan, tetapi dengan kamu, aku akan mencobanya.
kita belum mengenal banyak, tetapi melihat kamu dan mendengarkan perkataan hatiku,
aku tahu bahwa semua akan baik-baik saja.
kamu akan menjagaku, dan aku akan menyayangi kamu. my big, lovely man..
do you still remember our college moments?
our fun dates?
ingatkah kamu pada semua perjalanan kereta api yang kita lalui? semua canda tawa, kelelahan, kebahagiaan sederhana yang kita bagi selama petualangan kecil kita?
petualangan yang membawa kita ke tempat-tempat yang sudah terlupakan begitu kita beranjak dewasa. petualangan yang mengajarkan bahwa kesenangan akan selalu dapat kita temukan dimanapun kita berada.
meskipun diantara kereta ekonomi yang penuh sesak, jalanan basah sehabis hujan, ataupun teriakan anak kecil yang sibuk berlarian ketika kita memilih hari yang salah untuk berkunjung ke Seaworld.
bersama aku, bersama kamu, dimanapun itu adalah hari yang menyenangkan.
bad day, because it was raining."
but being with me, totally beat the bad day, right? :)
waktu begitu baik kepada kita karena memberikan aku dan kamu 7 bulan yang menyenangkan. 7 bulan yang kita bagi diantara waktu skripsi dan menghabiskan waktu bersama. 7 bulan yang diakhiri dengan janji yang ditepati untuk saling mendampingi satu sama lain.
apakah kamu tahu apa yang membuatku tetap berjuang
untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu?
aku ingin mendampingimu.
aku ingin bersama kamu, di hari ketika kita memakai toga.
kita sudah berjanji bukan?
untuk saling mendampingi satu sama lain, ketika wisuda datang?
and this is me. fulfilled my promise.
it was one of the happiest day in my life.
college ended. and it was time to face the real world.
time for both of us to grow as adults.
it just, at that time, i didn't know that as we grow, we'll grow apart.
what i know at the time, was only that you look good in suit.
we both look good in our professional banker's suits :)
tetapi seiring dengan kesibukan kita, waktu berjalan dengan cepat.
tekanan meningkat dan janji-janji pun dilupakan.
semula kita mengira bahwa semua akan baik-baik saja.
tetapi konsekuensi dari pilihan yang telah kita tetapkan,
membuat kita memilih.
aku memilih kamu.
tetapi kepastian akan pilihanku, memberikan harapan yang membebani kamu.
kamu dan kehidupanmu.
kita terus berusaha.
di tengah kesibukan untuk meluangkan waktu.
untuk membuat satu sama lain tidak menunggu dan tersisih.
dan betapa aku semakin menghargai setiap momen yang kita miliki bersama,
setiap kepedulian yang terucapkan,
dan canda tawa yang terlontar disela ujian dan pembelajaran.
tetapi itu semua tidak bertahan lama.
aku tau bahwa aku sudah kehilanganmu, lama sebelum kamu melepasku.
masalah timbul dan kita tidak bisa mengatasinya.
mungkin karena kita kurang berlatih.
kurang berlatih untuk marah dan mengatasi kemarahan.
untuk kecewa dan mengucapkan penghiburan.
dan yang terlebih,
untuk jauh dan tetap menjaga kedekatan.
aku berusaha. demi Tuhan, aku berusaha.
untuk kamu. untuk kita.
untuk sesuatu yang layak diperjuangkan.
untuk seorang pria hebat, yang aku tahu kamu akan menjadi.
dan untuk seorang wanita, yang tidak akan berhenti mencintai.
tetapi disinilah kini kita berada.
terpisah di dua tempat yang akan terasa dekat jika kita berjuang.
tetapi kini menjauh karena kita belajar untuk melupakan.
melupakan bahwa kita memiliki satu sama lain,
dan memilih untuk berjalan sendiri.
dan di kota ini,
untuk terakhir kalinya saya melakukan perjalanan kembali untuk mengingat.
mengingat kebahagiaan dan tawa yang dihasilkan.
serta kesedihan dan air mata yang dirasakan.
untuk tidak melupakan seseorang yang telah memberikan rasa nyaman.
seseorang yang telah menjadi rumah bagi saya.
because a home, is where your heart is.
and my heart, is used to belongs to you.
kita adalah kenangan yang indah.
dan aku tidak ingin menghilangkannya begitu saja,
seolah kita tidak pernah berarti apa-apa.
dan seperti yang pernah kubilang,
menghapus foto dan melupakan cerita kita,
akan terasa seperti menghilangkan satu bagian besar dari hidupku.
dari hidup kita.
dan bagiku, kamu dan kita terlalu berarti untuk diperlakukan seperti itu.
so here's for you. and for me.
The Last Walk to Remember.
aku masih ingat.
kisah tentang pertemuan sederhana.
kisah yang dulu kita harap dapat diceritakan hingga 100 tahun mendatang.
apakah kamu masih ingat bagaimana cerita tentang kita mengalir?
apa? kamu lupa?
ya, aku juga sama. waktu terus mengikis ingatanku tentang kamu dan kita.
tetapi kini untuk yang terakhir kalinya, aku ingin mengenang semuanya.
menuliskannya, agar kelak kita tidak benar-benar melupakan, bahwa aku pernah hadir di dalam hidup kamu, dan kamu pernah menjadi yang utama di dalam hidupku.
Apakah kamu tahu?
foto ini adalah foto pertama kamu yang aku lihat. sebelumnya, aku tidak mengenalmu.
butuh waktu berminggu-minggu bagiku untuk memutuskan apakah aku mau menjadi teman kamu atau tidak, dan berbulan-bulan sebelum aku mengijinkanmu untuk mengenalku lebih jauh.
tetapi beruntunglah saya (dan kamu), untuk mempunyai kesempatan saling mengenal, karena waktu itu adalah 14 bulan terbaik yang pernah aku bagi dengan seseorang.
hey, ingatkah kamu pada pertemuan pertama kita?
ingatkah kamu pada kecanggungan itu?
dan bagaimana untuk berbulan-bulan kedepannya, kita selalu mempraktekkan kembali pertemuan pertama itu setiap kamu menurunkanku di depan halte kampus?
aku ingat.
dan aku pun masih mengingat kekagetanku, disaat kamu turun dari motor dan berdiri.
aku merasa seperti berjalan di samping raksasa, karena kamu begitu tinggi.
aku selalu menyenangi kencan pertama kita.
aku senang bukan karena film yang kita tonton, atau tempat kemana kita pergi.
tapi aku menikmati waktu ketika kita berbelanja di supermarket dan menyelinapkan makanan ke dalam bioskop. hal itu membuatku tahu, bahwa aku bisa bersenang-senang dan berbuat jahil bersama kamu.
I've found my perfect partner in crime.
kemudian, hari minggu yang cerah dalam perjalanan menuju Gadog dan foto yang kamu buat sesudahnya.
hari itu sesungguhnya adalah hari yang dipenuhi keraguan bagiku.
aku nyaman bersama kamu,
tetapi apakah kita sudah cukup mengenal satu sama lain?
siapa kamu yang sesungguhnya?
dan.. apakah kita akan bahagia?
aku melihat kamu yang berada di sampingku, dan semua keraguan itu menguap.
aku tidak tahu mengenai masa depan, tetapi dengan kamu, aku akan mencobanya.
kita belum mengenal banyak, tetapi melihat kamu dan mendengarkan perkataan hatiku,
aku tahu bahwa semua akan baik-baik saja.
kamu akan menjagaku, dan aku akan menyayangi kamu. my big, lovely man..
do you still remember our college moments?
our fun dates?
ingatkah kamu pada semua perjalanan kereta api yang kita lalui? semua canda tawa, kelelahan, kebahagiaan sederhana yang kita bagi selama petualangan kecil kita?
petualangan yang membawa kita ke tempat-tempat yang sudah terlupakan begitu kita beranjak dewasa. petualangan yang mengajarkan bahwa kesenangan akan selalu dapat kita temukan dimanapun kita berada.
meskipun diantara kereta ekonomi yang penuh sesak, jalanan basah sehabis hujan, ataupun teriakan anak kecil yang sibuk berlarian ketika kita memilih hari yang salah untuk berkunjung ke Seaworld.
bersama aku, bersama kamu, dimanapun itu adalah hari yang menyenangkan.
karena seperti yang pernah kamu katakan,
"yesterday was a good day within a bad day.
good day, because I was with you."yesterday was a good day within a bad day.
bad day, because it was raining."
but being with me, totally beat the bad day, right? :)
waktu begitu baik kepada kita karena memberikan aku dan kamu 7 bulan yang menyenangkan. 7 bulan yang kita bagi diantara waktu skripsi dan menghabiskan waktu bersama. 7 bulan yang diakhiri dengan janji yang ditepati untuk saling mendampingi satu sama lain.
apakah kamu tahu apa yang membuatku tetap berjuang
untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu?
aku ingin mendampingimu.
aku ingin bersama kamu, di hari ketika kita memakai toga.
kita sudah berjanji bukan?
untuk saling mendampingi satu sama lain, ketika wisuda datang?
and this is me. fulfilled my promise.
it was one of the happiest day in my life.
i got my dream to learn psychology fulfilled.
i was surrounded by all of my family members.
and i had you.
we graduated together.
we fought for it, and we won.
college ended. and it was time to face the real world.
time for both of us to grow as adults.
it just, at that time, i didn't know that as we grow, we'll grow apart.
what i know at the time, was only that you look good in suit.
we both look good in our professional banker's suits :)
tetapi seiring dengan kesibukan kita, waktu berjalan dengan cepat.
tekanan meningkat dan janji-janji pun dilupakan.
semula kita mengira bahwa semua akan baik-baik saja.
tetapi konsekuensi dari pilihan yang telah kita tetapkan,
membuat kita memilih.
aku memilih kamu.
tetapi kepastian akan pilihanku, memberikan harapan yang membebani kamu.
kamu dan kehidupanmu.
kita terus berusaha.
di tengah kesibukan untuk meluangkan waktu.
untuk membuat satu sama lain tidak menunggu dan tersisih.
dan betapa aku semakin menghargai setiap momen yang kita miliki bersama,
setiap kepedulian yang terucapkan,
dan canda tawa yang terlontar disela ujian dan pembelajaran.
tetapi itu semua tidak bertahan lama.
aku tau bahwa aku sudah kehilanganmu, lama sebelum kamu melepasku.
masalah timbul dan kita tidak bisa mengatasinya.
mungkin karena kita kurang berlatih.
kurang berlatih untuk marah dan mengatasi kemarahan.
untuk kecewa dan mengucapkan penghiburan.
dan yang terlebih,
untuk jauh dan tetap menjaga kedekatan.
aku berusaha. demi Tuhan, aku berusaha.
untuk kamu. untuk kita.
untuk sesuatu yang layak diperjuangkan.
untuk seorang pria hebat, yang aku tahu kamu akan menjadi.
dan untuk seorang wanita, yang tidak akan berhenti mencintai.
terpisah di dua tempat yang akan terasa dekat jika kita berjuang.
tetapi kini menjauh karena kita belajar untuk melupakan.
melupakan bahwa kita memiliki satu sama lain,
dan memilih untuk berjalan sendiri.
dan di kota ini,
untuk terakhir kalinya saya melakukan perjalanan kembali untuk mengingat.
mengingat kebahagiaan dan tawa yang dihasilkan.
serta kesedihan dan air mata yang dirasakan.
untuk tidak melupakan seseorang yang telah memberikan rasa nyaman.
seseorang yang telah menjadi rumah bagi saya.
because a home, is where your heart is.
and my heart, is used to belongs to you.
kita adalah kenangan yang indah.
dan aku tidak ingin menghilangkannya begitu saja,
seolah kita tidak pernah berarti apa-apa.
dan seperti yang pernah kubilang,
menghapus foto dan melupakan cerita kita,
akan terasa seperti menghilangkan satu bagian besar dari hidupku.
dari hidup kita.
dan bagiku, kamu dan kita terlalu berarti untuk diperlakukan seperti itu.
so here's for you. and for me.
The Last Walk to Remember.
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Sunday, April 3, 2011
Bagaimana Jika..
suatu hari, aku pernah bertanya kepadamu.
apa yang salah dariku? apa yang membuatmu tidak lagi
merasakan apa yang hingga kini masih aku rasakan?
dan kamu menjawab, bahwa aku sempurna.
siapapun yang memilikiku nanti akan sangat beruntung.
kemudian aku memaksamu lagi.
tidak, pasti ada sesuatu yang kurang dariku, jika kamu memutuskan untuk melepasku.
dan kamu pun berkata, bahwa aku benar benar sempurna.
aku sempurna dalam caraku menyayangi seseorang.
aku terdiam.
jika aku begitu sempurna, kenapa kita tidak bisa terus bersama?
jika aku sempurna, mengapa kamu begitu rela untuk kehilanganku?
katamu, itu hanya karena kamu tidak bisa berada dalam ketidakpastian.
ketidakpastian akan keberadaan kita berdua.
tetapi bagaimana jika..
bagaimana jika hari ini juga aku memutuskan untuk pergi?
melepaskan semuanya dan menuju tempat kamu berada?
atau..
bagaimana jika aku berjanji aku akan menemukan caranya?
bersabarlah beberapa bulan lagi,
dan aku akan menemukan cara untuk menuju tempatmu.
bagaimana jika seperti itu?
why don't you have a little faith in us?
apa yang salah dariku? apa yang membuatmu tidak lagi
merasakan apa yang hingga kini masih aku rasakan?
dan kamu menjawab, bahwa aku sempurna.
siapapun yang memilikiku nanti akan sangat beruntung.
kemudian aku memaksamu lagi.
tidak, pasti ada sesuatu yang kurang dariku, jika kamu memutuskan untuk melepasku.
dan kamu pun berkata, bahwa aku benar benar sempurna.
aku sempurna dalam caraku menyayangi seseorang.
aku terdiam.
jika aku begitu sempurna, kenapa kita tidak bisa terus bersama?
jika aku sempurna, mengapa kamu begitu rela untuk kehilanganku?
katamu, itu hanya karena kamu tidak bisa berada dalam ketidakpastian.
ketidakpastian akan keberadaan kita berdua.
tetapi bagaimana jika..
bagaimana jika hari ini juga aku memutuskan untuk pergi?
melepaskan semuanya dan menuju tempat kamu berada?
atau..
bagaimana jika aku berjanji aku akan menemukan caranya?
bersabarlah beberapa bulan lagi,
dan aku akan menemukan cara untuk menuju tempatmu.
bagaimana jika seperti itu?
why don't you have a little faith in us?
Sunday, March 27, 2011
Hello Dee..
Q: Hello dee..
A: Hello :)
Q: Are you okay?
A: Yes, I am fine!
.....
Actually... No I am not.
Q: Why? What happen?
A: I don't know. I am alone, in this strange city. I am missing my friends.
And I'm missing you.
There's so many things I want to say to you.
I want to say I love you. I want to say, that I wish you would have fight for
me. I wish the thought of losing me, is unimaginable and unbearable to you.
Q: I'm moving on, dee. I don't want to hurt you any further, so i decided to let
you go.
A: I know, you don't want to hurt me. I only wish you decided to fight with
me so I won't get hurt anymore and safe beside you, rather than give up
and just letting me go.
Because, some what, it's still hurt me inside. To not worth your fight :(
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Sunday, March 13, 2011
Falling Out of Love
i have this one weakness.
i was never falling out of love.
once I'm in it, I keep stay there.
until one day, it's all gone.
and I was left there alone.
gasping out of breath.
wondering what happen that make it all go away?
sometimes, I wonder.
what does it feels?
to love someone so endearingly for some times,
and to lose all that feeling another time?
is it happen overnight? is it happen gradually?
is it need any external distraction to make someone fall out love?
do you need to fall in love to someone else first, before you can fall out of love?
or do you just need some times separate from your lover, to lose all the feeling?
i don't know.
for me, once I love someone, then i keep on loving them.
as long as we're okay.
as long as we are not abusive toward each other.
as long as nothing bad or destructive happen, then i will keep loving them.
and IF there is something that i can't accept from someone, then i will talk it out.
discuss it, in an adult manner.
find the way out and how to solve it.
so I'm really curious.
how does it feel, really?
how does it feel to stop being in love with someone, and ignore them like they never matter to you at all?
as if, all the times and the hours you've spent with each other is never happen?
tell me, because I think I need to know how does it feel to be able to understand how it can happen.
can YOU tell me?
Saturday, March 12, 2011
What Else Did You Looking For?
saya punya satu permintaan saat ini:
boleh tidak saya menggetok kepala seseorang?
sekali saja. tetapi dengan sangat keras.
karena saya sangat ingin menyadarkannya.
karena sedikit lagi, dia akan menghilangkan sesuatu yang berharga.
sesuatu yang kami miliki berdua.
sesuatu yang spesial, yang tidak akan terlalu sering kami jumpai dan miliki dengan orang lain.
saya tidak mengerti.
mengapa seseorang mau menghilangkan sesuatu yang baik, yang menyenangkan bagi kami berdua?
ketika kamu memiliki hubungan yang suportif,
yang saling menghargai dimana tidak pernah ada kalimat kasar dikeluarkan saat berargumen,
hubungan yang dewasa,
saling jujur,
saling sabar,
dan satu sama lain adalah baik untuk kami masing masing,
kenapa kamu mau menghilangkan itu semua?
tidak pernahkah kamu melihat hubungan yang dimiliki orang lain?
semua pertengkaran,
ketidakpercayaan,
keegoisan,
ketidaksabaran dan pengertian,
tidakkah kamu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki?
karena saya bersyukur.
saya benar benar bersyukur, untuk memiliki kamu,
dan memiliki kita.
is that so hard to see?
what else did you looking for? :(
boleh tidak saya menggetok kepala seseorang?
sekali saja. tetapi dengan sangat keras.
karena saya sangat ingin menyadarkannya.
karena sedikit lagi, dia akan menghilangkan sesuatu yang berharga.
sesuatu yang kami miliki berdua.
sesuatu yang spesial, yang tidak akan terlalu sering kami jumpai dan miliki dengan orang lain.
saya tidak mengerti.
mengapa seseorang mau menghilangkan sesuatu yang baik, yang menyenangkan bagi kami berdua?
ketika kamu memiliki hubungan yang suportif,
yang saling menghargai dimana tidak pernah ada kalimat kasar dikeluarkan saat berargumen,
hubungan yang dewasa,
saling jujur,
saling sabar,
dan satu sama lain adalah baik untuk kami masing masing,
kenapa kamu mau menghilangkan itu semua?
tidak pernahkah kamu melihat hubungan yang dimiliki orang lain?
semua pertengkaran,
ketidakpercayaan,
keegoisan,
ketidaksabaran dan pengertian,
tidakkah kamu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki?
karena saya bersyukur.
saya benar benar bersyukur, untuk memiliki kamu,
dan memiliki kita.
is that so hard to see?
what else did you looking for? :(
Tuesday, March 8, 2011
Missing You
it's not that I don't miss you. I miss you, a lot. But I learn not to miss you. Because it seems like you're not missing me too.
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Wednesday, February 16, 2011
Smiles and Teardrops
Love begins with a smile, grows with a kiss, and ends with a teardrop."
-Anonymous-dalam membina hubungan dengan seseorang, akan selalu ada suatu masa dimana kita mengalami kebahagiaan dan akan ada masa dimana kita mengalami kesedihan. begitu juga halnya dengan hubungan yang saya miliki.
pertemuan pertama saya dengan orang yang saya sayangi dimulai dengan ketidaksengajaan. ketidaksengajaan yang mungkin jika bukan jalan Tuhan, maka hanya akan menjadi suatu hal biasa yang dengan cepat akan saya lupakan.
tetapi kehidupan menawarkan jalan dan cerita yang berbeda. ketidaksengajaan itu berubah menjadi satu hal yang menyatukan kami. perbincangan setengah hati yang saya lakukan, berubah menjadi ketertarikan berlanjut terhadap dirinya.
cinta dan rasa sayang yang saya miliki terhadap orang yang saya sayangi ini berbeda dari rasa jatuh cinta yang pernah saya rasakan sebelumnya. perasaan ini bukanlah perasaan menggebu-gebu yang melemaskan lutut, seperti yang saya rasakan ketika melihat gebetan saya sebelumnya di kampus.
perasaan ini tidak membuat jantung saya seakan hendak meloncat keluar karena pengaruh ketegangan.
bahkan di awal-awal kedekatan kami, saya tidak pernah memikirkan terlalu banyak tentang dia setiap setelah pertemuan kami.
bagi saya, cinta ini berbeda.
dia memasuki perasaan saya dengan pelan-pelan.
penuh kehati-hatian, ia menyelinap perlahan agar tidak mengejutkan jantung saya.
dengan kesabarannya, ia menunggu saya yang sebelumnya sedang terluka untuk selesai menyembuhkan hati saya.
sehingga kemudian, suatu hari saya terbangun dengan kesadaran bahwa saya sudah jatuh cinta lagi.
saya jatuh cinta kepada sosoknya yang tinggi besar, kepada kebaikan dan kesabarannya, kepada ucapannya yang selalu membuat saya merasa berharga dan dibutuhkan.
berharga dan dibutuhkan?
Ya. sejujurnya, kedua hal inilah yang membuat saya begitu menyayanginya.
Pernah patah hati mengajarkan saya banyak hal, salah satunya adalah bahwa saya berhak untuk dihargai dan dibutuhkan, dan bahwa saya berkewajiban untuk membuat orang yang saya sayangi juga merasa dihargai dan dibutuhkan.
dan dengan dirinya lah saya menemukan hal tersebut.
Waktu begitu baik kepada kami berdua, karena Waktu memberikan kami banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan lebih saling menyayangi lagi.
tetapi seperti layaknya roda Kincir Angin yang berputar, setiap kebahagiaan akan bertemu dengan kesedihan. semua yang di atas akan berputar ke bawah.
seperti sebuah ungkapan yang klise, Waktu yang dahulu menyatukan kami, kini menjadi komponen yang ikut berperan dalam memisahkan. menaruh jarak dan keraguan diantara saya dan dia.
seperti layaknya manusia, kami berkembang. dan seperti layaknya dua manusia yang menjalin hubungan, kadang kala kami berkembang ke dua arah yang berlawanan.
ditengah semua jadwal kehidupan, saya dan dia berusaha untuk menyesuaikan semuanya, melakukan segalanya untuk tidak membuat salah satu merasa tertinggal.
kadang hal tersebut berhasil dilakukan, kadang hal tersebut tidak berhasil.
and somehow along the road, argumentasi-argumentasi kami berakhir dengan saling menyakiti.
melindungi ego masing-masing dan tidak mau saling mengerti.
pelajaran saling mendengarkan dan mengalah yang kami pelajari selama ini, seakan lenyap dimakan oleh kesibukan yang ikut memacu emosi.
dan kini sejujurnya saya rindu.
saya rindu dengan masa pertama kali kami bertemu.
saya rindu pada kemudahan mengatur jadwal dan pengertian yang tidak perlu diucapkan.
saya ingin merasakan lagi sepoian angin yang menerpa saya di atas motor, melihat lagi pantulan bayangan kami berdua yang saya lihat dari kaca-kaca mobil disamping, dan waktu yang kami habiskan hanya berdua.
tetapi layaknya semua sejarah, kita tidak bisa mengulangnya untuk kedua kali.
untuk dapat bertahan hidup, kita harus selalu bisa mengikuti perubahan dan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
belajar untuk menyesuaikan, mendengar, mengerti, dan berusaha memahami satu sama lain.
Ah, seandainya saja semua itu dapat kami lakukan semudah saya mengucapkannya.
we never know what might happen one year from now, or even three years from now. but what i will always know is, that no matter how it will end up in the end, I am a Fighter. i never surrender nor running away from my battle. I face it, embrace it, and doing the hardest that I can do to make it alright.
but please, don't make me do that alone, like a dancer doing tango with one foot.
because, it won't make any difference except me looking stupid and tired.
dan kini saya berimaji. satu tahun dari saat ini, bisakah kita melihat kembali ke hari ini dan tersenyum? bersyukur bahwa kita telah melewatinya dan menjadi lebih kuat, seperti besi yang ditempa?
semoga saja kita bisa. Amin.
Labels:
From the heart,
relationships,
you
Tuesday, September 7, 2010
Home
last night, as we went home with motorcycle after a rainy day, i saw people walked on the street.
as i watched them walking fast on the pavement, i started to guess where they're heading to.
and i think, although they might be heading to different directions, they must be going to some places warm, dry, and nice.
where they get to meet people whom the hold dearly the most.
places they call home.
and as i thinking of this and holding him from behind on his motorcycle.
i realize this.
a home is not just a building.
a home is not just a place for family.
because a home, is in everywhere and with everyone that make us feel safe and serene.
and while we ride through the misty and cold road,
i found my home.
in you.
-dee-
Labels:
home,
love,
melancholic,
memories,
you
Sunday, March 21, 2010
Questions Much (?)
there are times when so many thought crossed your head.
and so many questions flying in your mind.
what?
when?
where?
why?
who?
how?
and you can't help yourself, but to start spluttering those words.
because you just need to know.
because sometimes you just want to understand.
and it's a hard thing to do, when all you've got is just glimpse of short pictures.
puzzles that you can't put down together,
when all you're trying to do is getting the whole picture.
and sometimes,
you keep blabbering those questions,
because you wanna get the reciprocity act.
to be told, the way you always trying to tell your part. your life.
because you realize.
about how different it is.
a two very different world with diversities, and not similarities, to unite both.
and so you're trying to sneak a peek.
to get into.
to become a part of something.
something that matters a lot to you.
and that's why so many questions flying by.
because that was the effort.
an effort to make a bridge.
so everyone can cross over conveniently into both of these two worlds.
communicate.
Labels:
communication,
From the heart,
rambling,
you
Wednesday, February 10, 2010
30 days with you..

For the way you changed my plans
For being the perfect distraction
For the way you took the idea that I have
Of everything that I wanted to have
And made me see there was something missing
For the ending of my first begin
And for the rare and unexpected friend
For the way you're something that I never choose
But at the same time something I don't wanna lose
And never wanna be without you ever again
You're the best thing I never knew I needed
So when you were here I had no idea
You're the best thing I never knew I needed
So now it's so clear I need you here always
My accidental happily ever after
The way you smile and how you comfort me with your laughter
I must admit you were not a part of my book
But now if you open it up and take a look
You're the beginning and the end of every chapter
Who'd knew that I'd be here
So unexpectedly
Undeniably happy
Said with you right here, right here next to me
(Taken from Ne Yo's song, Never Knew I Needed)
You came unexpectedly in my life.
And we met in an unexpected way.
i never thought that you will be a part of my book.
but now that you're in every page of my chapters,
I'm glad that I met you. That I know you. That I love you.
And that you are here, with me.
Because you are the best thing that I will always need.
and I'm undeniably, unexpectedly happy with you right here next to me.
And we met in an unexpected way.
i never thought that you will be a part of my book.
but now that you're in every page of my chapters,
I'm glad that I met you. That I know you. That I love you.
And that you are here, with me.
Because you are the best thing that I will always need.
and I'm undeniably, unexpectedly happy with you right here next to me.
Happy one month for us, Hon.
May happiness will always be around us for many, many, many, and many months to come.
And Happy soon-to-come Valentine's Day too, Love
Smooch! :)
Labels:
From the heart,
love,
relationships,
you
Wednesday, January 6, 2010
You, the Solid Form in My Perspective :)
"You may have to wait a little while more, but she's on her way, Ted. And she's getting here as fast as she can."
-How I Met Your Mother Season 4, Eps. 23-
Yes. I am on my way to you.
As fast as I can.
I've done mending my broken skins and skinned knees.
I've closed the gaping hole that used to hold me back.
trapped me inside.
And now I'm running to you.
Keep being the solid form in my perspective,
and I'll meet you half way in this Life's running track of ours.
And then,
Let's run together :)
Friday, December 18, 2009
A Standing Ovation for You, Sir
Baru saja melakukan blog walking ke salah satu blog teman sekampus, saya menemukan sesuatu yang membuat saya ingin berdecak kagum, bertepuk tangan, sekaligus tertawa miris dengan perasaan sedih.
Kenapa?
Karena saya baru menyadari bahwa di satu atau beberapa postingan kami berdua, terdapat satu kesamaan.
Kami terilhami oleh seseorang.
Seseorang yang kami kenal
Seseorang yang tidak sempurna
Seseorang yang kami tahu mempunyai banyak kekurangan,
Tetapi disaat yang bersamaan mampu menarik kepedulian kami.
Seseorang yang pada suatu waktu pernah menjadi pusat orbit kami dan yang kemudian membuat kami terjatuh di dasar gravitasi yang paling dalam.
Ia adalah seseorang yang menjadi sumber kecemasan kami
Seseorang yang terus membuat kami bertanya dan menduga.
Ia mungkin tidak tahu tentang semua hal ini.
Ia mungkin tidak peduli.
Atau mungkin tidak berusaha untuk tahu dan peduli.
dan memilih untuk berpikir dengan jalan berpikirnya sendiri yang tidak dapat cukup kami mengerti.
tetapi saya tahu.
Saya tahu apa yang teman saya rasakan.
Saya tahu lebih dari yang seseorang itu kira saya tahu.
Saya tahu karena kemudian saya juga merasakannya.
Dan kini saya ingin bertepuk tangan.
Saya ingin memberi hormat.
Saya ingin memberi acungan jempol kepada kamu yang dengan begitu gemilangnya menyentuh kehidupan kami.
Mengisinya dengan segala kekurangan kamu yang kemudian menjelma menjadi kelebihan yang melengkapi kami.
Ya, saya ingin memberikan banyak pujian kepada kamu.
Karena hanya dengan menjadi kamu, kamu bisa menyakiti kami.
Dan itu adalah hal yang hebat.
Kamu hebat.
And I'll give you a standing ovation for that, Mister.
cheers.
Kenapa?
Karena saya baru menyadari bahwa di satu atau beberapa postingan kami berdua, terdapat satu kesamaan.
Kami terilhami oleh seseorang.
Seseorang yang kami kenal
Seseorang yang tidak sempurna
Seseorang yang kami tahu mempunyai banyak kekurangan,
Tetapi disaat yang bersamaan mampu menarik kepedulian kami.
Seseorang yang pada suatu waktu pernah menjadi pusat orbit kami dan yang kemudian membuat kami terjatuh di dasar gravitasi yang paling dalam.
Ia adalah seseorang yang menjadi sumber kecemasan kami
Seseorang yang terus membuat kami bertanya dan menduga.
Ia mungkin tidak tahu tentang semua hal ini.
Ia mungkin tidak peduli.
Atau mungkin tidak berusaha untuk tahu dan peduli.
dan memilih untuk berpikir dengan jalan berpikirnya sendiri yang tidak dapat cukup kami mengerti.
tetapi saya tahu.
Saya tahu apa yang teman saya rasakan.
Saya tahu lebih dari yang seseorang itu kira saya tahu.
Saya tahu karena kemudian saya juga merasakannya.
Dan kini saya ingin bertepuk tangan.
Saya ingin memberi hormat.
Saya ingin memberi acungan jempol kepada kamu yang dengan begitu gemilangnya menyentuh kehidupan kami.
Mengisinya dengan segala kekurangan kamu yang kemudian menjelma menjadi kelebihan yang melengkapi kami.
Ya, saya ingin memberikan banyak pujian kepada kamu.
Karena hanya dengan menjadi kamu, kamu bisa menyakiti kami.
Dan itu adalah hal yang hebat.
Kamu hebat.
And I'll give you a standing ovation for that, Mister.
cheers.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















