There was an error in this gadget

Saturday, December 10, 2011

Remember the Night

Do you still remember that night?
The night when we sat down at the fast food restaurant,
while you waiting on me decided answer to what could be the biggest decision in our life?

I want to share you a secret.
Pstt.. that night, when the clock chimed 12 times and the midnight came..

Actually I didn't know what to say.
My heart conflicted so much that i can't hear anything clearly.


So I just whisper prays in my breath.

"Bismillah, bismillah, bismillah. If he is my destiny God, so let us unite, and make him the best for me."
And i took the bravery to say yes.
A simple word that take us so far.

And today, I thank God for the courage.
For without it, we will never exist together.
And I will never found you, my whole package in one deal.

Bismillah. Happy 6th monthversary, may we always be what we all needed :*


















Sunday, November 27, 2011

Life. Love. Passion.

hampir 4 bulan berlalu sejak tulisan terakhir saya, dan hampir 7 bulan sudah lewat sejak pertama kali saya meninggalkan Jakarta dan berangkat ke Semarang. Ada begitu banyak hal yang sudah terjadi, begitu banyak pengalaman yang memberikan warna, dan membuat saya bertanya-tanya sendiri, bagaimana bisa 7 bulan merubah begitu banyak?
it's definitely 7 months of wonder, and let me share this with you.


Life.
hidup saya mulai berubah pada bulan November 2010 yang lalu, ketika saya memutuskan untuk memilih jalur karir di perbankan. beberapa bulan setelah menjalaninya, saya tahu bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang saya sesali. tetapi pernahkah kalian mendengar tentang bagaimana, hal-hal kecil yang terjadi di masa lalu sebenarnya adalah potongan-potongan puzzle untuk melengkapi sebuah rencana besar yang lebih baik di masa depan?
Saya percaya akan hal tersebut, karena di kemudian hari keputusan yang saya sesali tersebut ternyata menjadi suatu jalan yang mempertemukan saya dengan berbagai pengalaman, petualangan, persahabatan, dan cinta. 

Maret 2011 merupakan bulan dimana saya mendapatkan penugasan pertama. my heart almost sank when i heard the announcement. I got Semarang. sejujurnya, dengan pengetahuan Geografis setingkat Amoeba, saat itu saya bahkan tidak tahu Semarang berada di Jawa bagian mana. semuanya terdengar begitu asing, dan kenyataan hidup bahwa semua keluarga saya tinggal dan beranak pinak di Jakarta, membuat segalanya terasa lebih menakutkan. pindah ke Semarang secara otomatis akan membuat saya tinggal di kota yang belum pernah saya kenal, sendirian. belum lagi ditambah dengan kenyataan saya harus bekerja disana, lengkap dengan semua tekanan dan stres yang diberikan.

but somehow, deep down in my mind, i feel like everything is gonna be just fine. saya cemas, tetapi seperti ada keyakinan bahwa apapun yang terjadi, akhirnya akan baik-baik saja.
dan dimulailah perjalanan saya menuju Semarang. kota dimana semuanya berawal :)

minggu-minggu awal di Semarang, saya bertemu sekelompok orang-orang ini.




kebanyakan dari mereka adalah para perantau yang terdampar di Semarang seperti saya, dan bersama mereka, Semarang terasa seperti rumah kedua. Saya hanya menghabiskan waktu 5 bulan di kota itu, tetapi petualangan dengan mereka semua membuat saya merasa mengenal hampir semua sudut kota Semarang jauh lebih banyak dibandingkan Jakarta.

Saya sangat menyukai petualangan dan travelling. Tetapi walaupun travelling selalu masuk ke dalam daftar hobi saya, sejujurnya selama di Jakarta saya hanya pernah mengunjungi Bandung, Puncak, Carita, Lampung dan paling jauh adalah Bali dan Singapura. Ketika berada di Semarang lah saya baru dapat merasakan petualangan dan travelling yang sesungguhnya :D
Jepara adalah kota pertama yang saya kunjungi ketika berada di Semarang. Dengan menaiki sebuah Jeep tua, saya dan teman-teman melintasi jalanan luar kota di Jawa Tengah. It was amazingly sooo muuuch fun! Kami seperti berada di sebuah petualangan off-road, melintasi jalan malam dengan Jeep besar dan kaca mobil yang terbuka lebar. Ditambah lagi perjalanan kali ini baru diputuskan di menit-menit terakhir, sehingga dengan gaya backpacking saya hanya membawa 2 pasang baju dan uang 100 ribu. 





Perjalanan-perjalanan selanjutnya ke Kudus, Jogja, Solo, Surabaya, dan Malang pun selalu dilakukan dengan cara yang sama. Semuanya penuh dengan spontanitas, and life is about right here, right now!

Bersama dengan mereka, Semarang mengajarkan saya mengenai persahabatan dan bagaimana menerima orang dengan tangan terbuka. Saya termasuk orang terakhir yang datang ke Semarang, dan sebelum saya datang semua teman-teman saya sudah saling mengenal satu sama lain. Tetapi dengan terbuka mereka menerima saya, dan hal yang sama pun terus terjadi dengan orang-orang baru yang datang ke dalam lingkaran pertemanan kami. Satu hal yang selalu saya ingat setiap bertemu dengan mereka adalah, sesi pertandingan UNO kami yang bisa berlangsung berjam-jam lamanya, dari sore hingga tengah malam. it's almost like a tradition, i think :D

Di Semarang saya belajar menikmati hidup. saya belajar bahwa kebahagiaan tidak sulit untuk diperoleh dan dapat muncul dalam berbagai hal, bahkan pada hal paling sederhana sekalipun. saya belajar untuk menikmati kegembiraan yang muncul ketika kami menjelajahi Pantai Bandengan dan sepanjang Pulau Panjang dengan baju yang basah, lalu kering silih berganti. saya belajar untuk tertawa lepas saat kami semua duduk di angkringan dan lesehan di berbagai penjuru kota, menikmati gudeg, es coro-coro, nasi kucing, dan berbagai macam makanan lainnya yang saya yakin tidak akan pernah saya beli saat hanya sendiri. saya belajar untuk menikmati perjalanan dengan bus malam, tempat duduk yang sempit, dan mensyukuri setiap waktu tidur yang diperoleh. saya belajar, untuk menikmati alam sebagaimana adanya.



Passion.


"I try to build my career by doing the things that I really love. For me it is never about the prestige or a better salary. Choose your passion rather than your desire for money. It would be like Holiday all year long!"

saya menemukan tulisan ini di salah satu akun twitter yang di retweet oleh @ReneCC, salah satu career coach yang cukup menginspirasi saya. tulisan ini saya temukan ketika masih bekerja di Semarang, dan menjadi salah satu pendorong cukup kuat yang membuat saya memutuskan mengejar passion.

Do you ever have a passion? things that you would happily do, no matter how hard it is?

I do.
sejak kelas 3 SD, saya selalu ingin menjadi seorang psikolog. ini merupakan kisah panjang yang bermula dari sibling rivalry dan berakhir pada keinginan untuk mempelajari ilmu psikologi. setiap langkah dan keputusan yang saya buat sejak SD hingga bangku kuliah, semuanya dibuat dengan satu tujuan.
Untuk menjadi seorang psikolog.

saya mencintai ilmu yang menjadi core compentency saya ini. Psikologi telah banyak berperan dalam mengajari dan merubah saya menjadi lebih baik, untuk memahami diri sendiri dan alasan dari berbagai perilaku yang ditunjukkan oleh orang-orang disekitar. akan tetapi, tuntutan untuk mencari pekerjaan setelah selesai kuliah membuat saya tidak berpikir panjang ketika itu, dan langsung mengambil kesempatan pertama yang ditawarkan. 

Bukannya tidak bersyukur dengan pekerjaan yang saya peroleh, karena saya pun memperoleh manfaat yang sangat besar setelah bekerja di sana. tidak hanya jumlah gaji yang cukup besar untuk seorang Fresh Graduate, tetapi juga jenjang karir yang sangat baik, dan kesempatan luar biasa untuk mempelajari ilmu perbankan serta financial planning. tetapi bagaimanapun juga, itu bukanlah saya.

saya selalu merasa seperti orang lain selama berada di sana dan tertekan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah bisa saya nikmati, bagaimanapun saya mencoba. semakin keras saya mencoba untuk beradaptasi, semakin besar keyakinan saya untuk berhenti memaksakan diri dan mulai berusaha mengejar impian yang sempat saya kesampingkan sebelumnya.
Saya hanya tidak mau menyesal.
saya tidak ingin melihat ke belakang 10 tahun dari sekarang, bertanya-tanya kemana saja hidup saya selama ini dan menyesali semua kesempatan yang sudah lewat.
Kesempatan yang bisa saya raih seandainya saya mempunyai keberanian dan sedikit kenekatan untuk mengambil resiko, demi kebebasan.

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengambil jalan keluar. memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saat itu bukanlah sebuah proses mudah seperti yang biasa dilakukan karyawan kebanyakan di perusahaan lain. Hal ini disebabkan karena posisi dan jabatan saya di tempat bekerja sedikit berbeda, mengharuskan saya melewati beberapa tahapan birokrasi yang berliku dan memiliki keberanian untuk menghadapi tentangan dan larangan dari pihak senior dan atasan.

But in the end, i made it.

the smell of freedom felt so good.
it's really good to have a hold of my life, once again, in my own hands.
now, i get to decide what i really want to do with my life.
 

dan hal pertama yang saya lakukan adalah mendaftarkan diri untuk mengikuti program pendidikan Magister Psikologi.
Yap. saya memutuskan untuk langsung mengejar mimpi saya.
Setelah beberapa tahapan tes, pada akhirnya saya resmi menjadi mahasiswa calon psikolog :)
Proses belajar yang harus saya lalui saat ini sebagai seorang mahasiswa magister tidaklah mudah. malah kadang kala saya merasa bahwa kini saya harus bekerja jauh lebih keras, dibandingkan dulu ketika bekerja di kantor. belum lagi, saat ini saya tidak mendapatkan gaji. kebalikannya, saya harus membayar ke universitas sejumlah uang yang hampir sama dengan jumlah gaji per bulan yang saya dapatkan dulu.


Tapi entah bagaimana, saat ini terasa jauh lebih menyenangkan.
Maybe this is what people called doing the job with passion.
Melelahkan, tapi rasanya super duper ikhlas dan bahagia :D



Love.

It's funny to think that I have to travel all the way to Semarang to find love.
To have someone so compatible with me, that it feels like we are another half to each other.
But i guess, that's just how life rolls. You never know with whom you're gonna end up with.

belum banyak yang saya tuliskan mengenai dia, so let me introduce him.
His name is Agi Gilang Pratama.
Dia adalah my whole package in one deal. Kenapa?

Karena dia adalah semuanya.
Ia adalah sahabat, sharing partner, teman jorok-jorokan dan melakukan kegiatan bodoh, serta pacar yang menjadi tempat terakhir saya bercerita dan berbagi sebelum mengakhiri hari.
Ada begitu banyak kisah yang saya alami bersama dirinya. Kisah bodoh dan lucu serta kisah manis yang selalu membuat saya tersenyum, tidak peduli berapa kali saya mengulangi kejadian tersebut dalam memori.

Pertemuan pertama saya dengannya terjadi di waktu yang sama dengan pertemuan pertama saya dengan teman-teman baru di Semarang. Setelah pertemuan tersebut, saya, dia, dan anak-anak lainnya banyak menghabiskan waktu bersama, terutama setiap weekend, untuk menjelajahi kota Semarang dan kota-kota disekitarnya.
Saya tidak tahu sejak kapan persahabatan saya dengannya menjadi berbeda dari persahabatan saya dengan yang lainnya. Yang saya tahu, saya sangat menikmati setiap waktu yang kami habiskan bersama. baik saat kami bermain UNO bersama yang lain hingga tengah malam di Peacock, atau waktu berdua yang kami habiskan untuk berbincang mengenai banyak hal dari jam 8 malam hingga 6 pagi keesokan harinya di restoran McDonald 24 jam.
Waktu tidak pernah terasa cukup ketika berada bersama dia.

Saya menyukai kepribadiannya.
Saya menyukai kedewasaannya dan atensi penuh yang dia berikan di setiap perbincangan kami.
Saya menyukai fakta, bahwa bersama dia, saya bisa membicarakan apapun.
Dari isu perbankan, rencana investasi dan harga IHSG hari itu, hingga ke isu sosial, seksualitas, dan dilema kaum gay serta topik diskriminasi dan prasangka yang selama ini saya pelajari selama kuliah.
Ia selalu bisa menjadi sahabat atau pacar, di waktu yang tepat, ketika saya membutuhkannya.


Saya mencintai kesabarannya.
Saya mencintai caranya memperlakukan saya.
Saya mencintai tawa gelinya setiap kali ia melihat kebodohan yang saya perbuat.

Bagaimana ia hanya bisa terperangah ketika tanpa sengaja saya menumpahkan kuah soto di wajahnya, sementara saya yang masih tertawa histeris menyadari kebodohan diri sendiri belum bisa melakukan apa-apa untuk membersihkan kuah tersebut.
Atau bagaimana suara tawanya selalu terdengar di telepon setiap malam, ketika saya membagikan satu lagi cerita tentang kecerobohan yang saya lakukan.
Ya. saya suka semua tentang dia.
Just like people said, love starts from simple things.

Kini kami sedang tidak berada di kota yang sama. Saya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah, sementara ia tetap di Semarang untuk menyelesaikan kewajibannya. Tetapi, bagi saya, jarak bukanlah masalah. Because distance is just a number, as long as the hearts stay close.
And my heart, is right next close to you.


 

Saturday, June 11, 2011

June Chapter

June came. 
and it brings along new promises and hopes of happiness and love.
i started a new chapter of life in this month.
11th June, 2011 to be exact :)

there are so many tales and stories that i want to share.

but it seems that i never have enough time to write it down.
so in this very short time i have, i just want to share this.
to memorize one more memory of happiness.

life comes with its ups and downs.

and while i had my downs,
i have my ups now.
God has been kind to me.

as i told you before, Semarang has give me a lot of blessing.

it gives me friends and adventures.
amazing trips to towns around Middle Java with an old Jeep,
riding the road with the windows open and laughter in the background.

and most importantly, it gives me companionship.

along with the friendships that grew 
and the love of exploring towns and having fun, i'm falling.
falling for what? i haven't found the words to describe what we have.

all i know is,
the hours and nights we spent in conversations,

the witty banter we threw at each other,
the comfortable silence we enjoy,
and the reluctance to come home when it's time,
i don't want to lose it.

so, hello Agi Gilang Pratama :)
Hello June.
may happiness, certainty, and love surround us.


cheers! 

Tuesday, June 7, 2011

Splendid City

it's been over than 2 months since i've arrived in this city.
Semarang was not a familiar word for me before i landed here. 
I came here with a wounded heart and the feeling of loneliness.
stranded in a place i never go before.

but now, surrounded by new job, new friends, along with exciting 
adventures and trips around Middle Java, i started to fall in love.
falling in love with the city itself, the people, and the kindness i've found around.


i guess Life and God always have their own way to give what I need the most.
and these memories, is something that I will keep forever no matter where i'll be later.


Hello Semarang. Thank You for the happiness and friendships i've found :)


talk again later guys.
cheers!

Monday, April 25, 2011

The Last Walk to Remember

apakah kamu masih ingat kisah tentang bagaimana kita bertemu?
aku masih ingat. 
kisah tentang pertemuan sederhana.
kisah yang dulu kita harap dapat diceritakan hingga 100 tahun mendatang.

apakah kamu masih ingat bagaimana cerita tentang kita mengalir?

apa? kamu lupa?
ya, aku juga sama. waktu terus mengikis ingatanku tentang kamu dan kita.

tetapi kini untuk yang terakhir kalinya, aku ingin mengenang semuanya.

menuliskannya, agar kelak kita tidak benar-benar melupakan, bahwa aku pernah hadir di dalam hidup kamu, dan kamu pernah menjadi yang utama di dalam hidupku.


Apakah kamu tahu?
foto ini adalah foto pertama kamu yang aku lihat. sebelumnya, aku tidak mengenalmu.

butuh waktu berminggu-minggu bagiku untuk memutuskan apakah aku mau menjadi teman kamu atau tidak, dan berbulan-bulan sebelum aku mengijinkanmu untuk mengenalku lebih jauh.
tetapi beruntunglah saya (dan kamu), untuk mempunyai kesempatan saling mengenal, karena waktu itu adalah 14 bulan terbaik yang pernah aku bagi dengan seseorang.


hey, ingatkah kamu pada pertemuan pertama kita?

ingatkah kamu pada kecanggungan itu?
dan bagaimana untuk berbulan-bulan kedepannya, kita selalu mempraktekkan kembali pertemuan pertama itu setiap kamu menurunkanku di depan halte kampus?
aku ingat.
dan aku pun masih mengingat kekagetanku, disaat kamu turun dari motor dan berdiri.
aku merasa seperti berjalan di samping raksasa, karena kamu begitu tinggi.


aku selalu menyenangi kencan pertama kita.
aku senang bukan karena film yang kita tonton, atau tempat kemana kita pergi.
tapi aku menikmati waktu ketika kita berbelanja di supermarket dan menyelinapkan makanan ke dalam bioskop. hal itu membuatku tahu, bahwa aku bisa bersenang-senang dan berbuat jahil bersama kamu.
I've found my perfect partner in crime.

kemudian, hari minggu yang cerah dalam perjalanan menuju Gadog dan foto yang kamu buat sesudahnya.
hari itu sesungguhnya adalah hari yang dipenuhi keraguan bagiku.
aku nyaman bersama kamu, 
tetapi apakah kita sudah cukup mengenal satu sama lain?
siapa kamu yang sesungguhnya?
dan.. apakah kita akan bahagia?

aku melihat kamu yang berada di sampingku, dan semua keraguan itu menguap.

aku tidak tahu mengenai masa depan, tetapi dengan kamu, aku akan mencobanya.
kita belum mengenal banyak, tetapi melihat kamu dan mendengarkan perkataan hatiku, 
aku tahu bahwa semua akan baik-baik saja.
kamu akan menjagaku, dan aku akan menyayangi kamu. my big, lovely man..


do you still remember our college moments?
our fun dates?
ingatkah kamu pada semua perjalanan kereta api yang kita lalui? semua canda tawa, kelelahan, kebahagiaan sederhana yang kita bagi selama petualangan kecil kita? 
petualangan yang membawa kita ke tempat-tempat yang sudah terlupakan begitu kita beranjak dewasa. petualangan yang mengajarkan bahwa kesenangan akan selalu dapat kita temukan dimanapun kita berada. 
meskipun diantara kereta ekonomi yang penuh sesak, jalanan basah sehabis hujan, ataupun teriakan anak kecil yang sibuk berlarian ketika kita memilih hari yang salah untuk berkunjung ke Seaworld. 

bersama aku, bersama kamu, dimanapun itu adalah hari yang menyenangkan. 

karena seperti yang pernah kamu katakan,
"yesterday was a good day within a bad day.
good day, because I was with you.
bad day, because it was raining."
but being with me, totally beat the bad day, right? :)






waktu begitu baik kepada kita karena memberikan aku dan kamu 7 bulan yang menyenangkan. 7 bulan yang kita bagi diantara waktu skripsi dan menghabiskan waktu bersama. 7 bulan yang diakhiri dengan janji yang ditepati untuk saling mendampingi satu sama lain.

apakah kamu tahu apa yang membuatku tetap berjuang 

untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu?
aku ingin mendampingimu. 
aku ingin bersama kamu, di hari ketika kita memakai toga.
kita sudah berjanji bukan?
untuk saling mendampingi satu sama lain, ketika wisuda datang?
and this is me. fulfilled my promise.





it was one of the happiest day in my life.
i got my dream to learn psychology fulfilled.
i was surrounded by all of my family members.
and i had you. 
we graduated together. 
we fought for it, and we won.








college ended. and it was time to face the real world.
time for both of us to grow as adults.
it just, at that time, i didn't know that as we grow, we'll grow apart.
what i know at the time, was only that you look good in suit.
we both look good in our professional banker's suits :)
tetapi seiring dengan kesibukan kita, waktu berjalan dengan cepat.
tekanan meningkat dan janji-janji pun dilupakan.
semula kita mengira bahwa semua akan baik-baik saja.
tetapi konsekuensi dari pilihan yang telah kita tetapkan,
membuat kita memilih.
aku memilih kamu.
tetapi kepastian akan pilihanku, memberikan harapan yang membebani kamu.
kamu dan kehidupanmu.

kita terus berusaha.

di tengah kesibukan untuk meluangkan waktu.
untuk membuat satu sama lain tidak menunggu dan tersisih.
dan betapa aku semakin menghargai setiap momen yang kita miliki bersama,
setiap kepedulian yang terucapkan,
dan canda tawa yang terlontar disela ujian dan pembelajaran.
tetapi itu semua tidak bertahan lama.
aku tau bahwa aku sudah kehilanganmu, lama sebelum kamu melepasku.
masalah timbul dan kita tidak bisa mengatasinya.
mungkin karena kita kurang berlatih.
kurang berlatih untuk marah dan mengatasi kemarahan.
untuk kecewa dan mengucapkan penghiburan.
dan yang terlebih, 
untuk jauh dan tetap menjaga kedekatan.

aku berusaha. demi Tuhan, aku berusaha.

untuk kamu. untuk kita. 
untuk sesuatu yang layak diperjuangkan.
untuk seorang pria hebat, yang aku tahu kamu akan menjadi.
dan untuk seorang wanita, yang tidak akan berhenti mencintai.

 
tetapi disinilah kini kita berada.
terpisah di dua tempat yang akan terasa dekat jika kita berjuang.
tetapi kini menjauh karena kita belajar untuk melupakan.
melupakan bahwa kita memiliki satu sama lain,
dan memilih untuk berjalan sendiri.


dan di kota ini,
untuk terakhir kalinya saya melakukan perjalanan kembali untuk mengingat.
mengingat kebahagiaan dan tawa yang dihasilkan.
serta kesedihan dan air mata yang dirasakan.
untuk tidak melupakan seseorang yang telah memberikan rasa nyaman.
seseorang yang telah menjadi rumah bagi saya.
because a home, is where your heart is.
and my heart, is used to belongs to you.

kita adalah kenangan yang indah.

dan aku tidak ingin menghilangkannya begitu saja, 
seolah kita tidak pernah berarti apa-apa.
dan seperti yang pernah kubilang,
menghapus foto dan melupakan cerita kita,
akan terasa seperti menghilangkan satu bagian besar dari hidupku.
dari hidup kita.
dan bagiku, kamu dan kita terlalu berarti untuk diperlakukan seperti itu.
so here's for you. and for me.

The Last Walk to Remember. 




Sunday, April 3, 2011

Bagaimana Jika..

suatu hari, aku pernah bertanya kepadamu.
apa yang salah dariku? apa yang membuatmu tidak lagi 
merasakan apa yang hingga kini masih aku rasakan?

dan kamu menjawab, bahwa aku sempurna.

siapapun yang memilikiku nanti akan sangat beruntung.
kemudian aku memaksamu lagi.
tidak, pasti ada sesuatu yang kurang dariku, jika kamu memutuskan untuk melepasku.
dan kamu pun berkata, bahwa aku benar benar sempurna.
aku sempurna dalam caraku menyayangi seseorang.

aku terdiam. 

jika aku begitu sempurna, kenapa kita tidak bisa terus bersama?
jika aku sempurna, mengapa kamu begitu rela untuk kehilanganku?
katamu, itu hanya karena kamu tidak bisa berada dalam ketidakpastian.
ketidakpastian akan keberadaan kita berdua.


tetapi bagaimana jika..
bagaimana jika hari ini juga aku memutuskan untuk pergi?
melepaskan semuanya dan menuju tempat kamu berada?
atau..
bagaimana jika aku berjanji aku akan menemukan caranya?
bersabarlah beberapa bulan lagi, 
dan aku akan menemukan cara untuk menuju tempatmu.
bagaimana jika seperti itu?

why don't you have a little faith in us?

Wednesday, March 30, 2011

Useless Knowledge

It's funny.
When you date someone, it's like you're taking one long course in who that person is. 
And then when you break up, all that stuffs become useless. 
It's the emotional equivalence of an English degree.

(How I Met Your Mother Season 5, episode 3)


Sunday, March 27, 2011

Hello Dee..



Q: Hello dee..
A: Hello :)
Q: Are you okay?
A: Yes, I am fine!
    .....
    Actually... No I am not.
Q: Why? What happen?
A: I don't know. I am alone, in this strange city. I am missing my friends.
    And I'm missing you. 
    There's so many things I want to say to you.
    I want to say I love you. I want to say, that I wish you would have fight for   
    me. I wish the thought of losing me, is unimaginable and unbearable to you.
Q: I'm moving on, dee. I don't want to hurt you any further, so i decided to let   
     you go.
A: I know, you don't want to hurt me. I only wish you decided to fight with
    me so I won't get hurt anymore and safe beside you, rather than give up 
    and just letting me go.
    Because, some what, it's still hurt me inside. To not worth your fight :( 

Monday, March 14, 2011

Closed Chapter



since this blog have documented every journey i made in my life for almost 2 years, so I think it's sufficient for me to write this news here.
okay, here it goes.

last night I broke up with my boyfriend.

yeap. that guy. the one I thought will be the one person who's gonna be with me for the rest of my life.

so, there you go. The breaking news.

i can't write too much right now. i'm still in the office, and I can't find a secret place to cry, which I will be doing if I keep writing this blog now.

but don't worry. I will write another posts. maybe lots of them. for those of you who've read my blog since 2009, you must already know that I become productive when I get broken-hearted. Ha Ha Ha.



so wish me luck. wish me happiness, and a chance to meet my true prince.
and i wish all of you a lot of happiness and luck too in life :)




Sunday, March 13, 2011

Falling Out of Love



i have this one weakness.
i was never falling out of love.
once I'm in it, I keep stay there.
until one day, it's all gone.
and I was left there alone.
gasping out of breath. 
wondering what happen that make it all go away?


sometimes, I wonder.
what does it feels?
to love someone so endearingly for some times,
and to lose all that feeling another time?
is it happen overnight? is it happen gradually?
is it need any external distraction to make someone fall out love?
do you need to fall in love to someone else first, before you can fall out of love?
or do you just need some times separate from your lover, to lose all the feeling?


i don't know.
for me, once I love someone, then i keep on loving them.
as long as we're okay.
as long as we are not abusive toward each other.
as long as nothing bad or destructive happen, then i will keep loving them.
and IF there is something that i can't accept from someone, then i will talk it out.
discuss it, in an adult manner. 
find the way out and how to solve it.


so I'm really curious.
how does it feel, really?
how does it feel to stop being in love with someone, and ignore them like they never matter to you at all?
as if, all the times and the hours you've spent with each other is never happen?
tell me, because I think I need to know how does it feel to be able to understand how it can happen.


can YOU tell me?

Saturday, March 12, 2011

What Else Did You Looking For?

saya punya satu permintaan saat ini:
boleh tidak saya menggetok kepala seseorang?
sekali saja. tetapi dengan sangat keras.

karena saya sangat ingin menyadarkannya. 

karena sedikit lagi, dia akan menghilangkan sesuatu yang berharga.
sesuatu yang kami miliki berdua.
sesuatu yang spesial, yang tidak akan terlalu sering kami jumpai dan miliki dengan orang lain.


saya tidak mengerti.
mengapa seseorang mau menghilangkan sesuatu yang baik, yang menyenangkan bagi kami berdua?
ketika kamu memiliki hubungan yang suportif, 
yang saling menghargai dimana tidak pernah ada kalimat kasar dikeluarkan saat berargumen, 
hubungan yang dewasa,
saling jujur,
saling sabar,
dan satu sama lain adalah baik untuk kami masing masing,
kenapa kamu mau menghilangkan itu semua?


tidak pernahkah kamu melihat hubungan yang dimiliki orang lain?
semua pertengkaran,
ketidakpercayaan,
keegoisan,
ketidaksabaran dan pengertian,
tidakkah kamu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki?

karena saya bersyukur.

saya benar benar bersyukur, untuk memiliki kamu,
dan memiliki kita.

is that so hard to see?
what else did you looking for? :(





Tuesday, March 8, 2011

Missing You

it's not that I don't miss you. I miss you, a lot. But I learn not to miss you. Because it seems like you're not missing me too.  
 

Wednesday, February 16, 2011

Smiles and Teardrops

Love begins with a smile, grows with a kiss, and ends with a teardrop."
-Anonymous-
dalam membina hubungan dengan seseorang, akan selalu ada suatu masa dimana kita mengalami kebahagiaan dan akan ada masa dimana kita mengalami kesedihan. begitu juga halnya dengan hubungan yang saya miliki.

pertemuan pertama saya dengan orang yang saya sayangi dimulai dengan ketidaksengajaan. ketidaksengajaan yang mungkin jika bukan jalan Tuhan, maka hanya akan menjadi suatu hal biasa yang dengan cepat akan saya lupakan.
tetapi kehidupan menawarkan jalan dan cerita yang berbeda. ketidaksengajaan itu berubah menjadi satu hal yang menyatukan kami. perbincangan setengah hati yang saya lakukan, berubah menjadi ketertarikan berlanjut terhadap dirinya.
cinta dan rasa sayang yang saya miliki terhadap orang yang saya sayangi ini berbeda dari rasa jatuh cinta yang pernah saya rasakan sebelumnya. perasaan ini bukanlah perasaan menggebu-gebu yang melemaskan lutut, seperti yang saya rasakan ketika melihat gebetan saya sebelumnya di kampus.

perasaan ini tidak membuat jantung saya seakan hendak meloncat keluar karena pengaruh ketegangan.
bahkan di awal-awal kedekatan kami, saya tidak pernah memikirkan terlalu banyak tentang dia setiap setelah pertemuan kami.

bagi saya, cinta ini berbeda.
dia memasuki perasaan saya dengan pelan-pelan.
penuh kehati-hatian, ia menyelinap perlahan agar tidak mengejutkan jantung saya.
dengan kesabarannya, ia menunggu saya yang sebelumnya sedang terluka untuk selesai menyembuhkan hati saya.
sehingga kemudian, suatu hari saya terbangun dengan kesadaran bahwa saya sudah jatuh cinta lagi.
saya jatuh cinta kepada sosoknya yang tinggi besar, kepada kebaikan dan kesabarannya, kepada ucapannya yang selalu membuat saya merasa berharga dan dibutuhkan.

berharga dan dibutuhkan?
Ya. sejujurnya, kedua hal inilah yang membuat saya begitu menyayanginya.
Pernah patah hati mengajarkan saya banyak hal, salah satunya adalah bahwa saya berhak untuk dihargai dan dibutuhkan, dan bahwa saya berkewajiban untuk membuat orang yang saya sayangi juga merasa dihargai dan dibutuhkan.
dan dengan dirinya lah saya menemukan hal tersebut. 
Waktu begitu baik kepada kami berdua, karena Waktu memberikan kami banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan lebih saling menyayangi lagi.
tetapi seperti layaknya roda Kincir Angin yang berputar, setiap kebahagiaan akan bertemu dengan kesedihan. semua yang di atas akan berputar ke bawah.

seperti sebuah ungkapan yang klise, Waktu yang dahulu menyatukan kami, kini menjadi komponen yang ikut berperan dalam memisahkan. menaruh jarak dan keraguan diantara saya dan dia.
seperti layaknya manusia, kami berkembang. dan seperti layaknya dua manusia yang menjalin hubungan, kadang kala kami berkembang ke dua arah yang berlawanan.
ditengah semua jadwal kehidupan, saya dan dia berusaha untuk menyesuaikan semuanya, melakukan segalanya untuk tidak membuat salah satu merasa tertinggal.

kadang hal tersebut berhasil dilakukan, kadang hal tersebut tidak berhasil. 

and somehow along the road, argumentasi-argumentasi kami berakhir dengan saling menyakiti.
melindungi ego masing-masing dan tidak mau saling mengerti.
pelajaran saling mendengarkan dan mengalah yang kami pelajari selama ini, seakan lenyap dimakan oleh kesibukan yang ikut memacu emosi.
dan kini sejujurnya saya rindu.
saya rindu dengan masa pertama kali kami bertemu.
saya rindu pada kemudahan mengatur jadwal dan pengertian yang tidak perlu diucapkan.
saya ingin merasakan lagi sepoian angin yang menerpa saya di atas motor, melihat lagi pantulan bayangan kami berdua yang saya lihat dari kaca-kaca mobil disamping, dan waktu yang kami habiskan hanya berdua.

tetapi layaknya semua sejarah, kita tidak bisa mengulangnya untuk kedua kali.
untuk dapat bertahan hidup, kita harus selalu bisa mengikuti perubahan dan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
belajar untuk menyesuaikan, mendengar, mengerti, dan berusaha memahami satu sama lain. 
Ah, seandainya saja semua itu dapat kami lakukan semudah saya mengucapkannya.

we never know what might happen one year from now, or even three years from now. but what i will always know is, that no matter how it will end up in the end, I am a Fighter. i never surrender nor running away from my battle. I face it, embrace it, and doing the hardest that I can do to make it alright.

but please, don't make me do that alone, like a dancer doing tango with one foot.
because, it won't make any difference except me looking stupid and tired.

dan kini saya berimaji. satu tahun dari saat ini, bisakah kita melihat kembali ke hari ini dan tersenyum? bersyukur bahwa kita telah melewatinya dan menjadi lebih kuat, seperti besi yang ditempa?
semoga saja kita bisa. Amin. 

Tuesday, January 25, 2011

Curled Up and Cry

it was in the tip of my tongue
i want to say it
i'm tired
i want to take a break
i don't wanna cry no more


maybe it's an exaggeration
maybe it's just what i'm feeling
but then why am i here?
feeling like i'm losing?
losing you?
losing what used to be so easy to hold


no guessing
no doubt
no waiting


i thought i already passed that
passed the time where i'm sleeping while holding the phone
waiting for the one i hope the most
but here i am.
going back to square one.


do you know what i love the most about us?
about you?
it's how you made me feel so safe, so secure
there's no guessing, no pretending, no analyzing
i don't have to sleep holding the phone anymore
because you're always there


we are apart
i know that
it's not an easy part for the future
but i'm trying
i'm juggling everything, with you in my center
can you do the same?


i've been hurt before
i know all the signs
i recognize the tingling sensation
the urgent feeling to be convinced
the desperate hope to be awakened from the nightmare
and i'm feeling it all over again now


i thought you are my last
but now i don't know.
do you?
if you do, why does my tears won't stop?


i'm so tired
with me there are two ways
whether we all in, or we all out
i don't settle for any less
because i won't let you settle with me for any less too
you deserve the best as i deserve the best


so just tell me. 
is this a nightmare all over again, 
or is this a rough path in which we can overcome together?


but i can't do it alone.
because if you asked me,
right now i rather just curled up and cry.

Sunday, January 9, 2011

One hundred more years with you

aku bertemu kamu dengan cara yang tidak diduga.
kita bermula dari ketidaksengajaan yang brilian.
sebuah percakapan sederhana yang kemudian mengarahkan kita kepada sebuah janji.
janji untuk bersama.

kamu mendatangiku disaat aku sedang tertatih.
berpikir bahwa sendiri lebih baik daripada bersama tapi tak pasti.
dan kamu mengajariku bahwa ada yang lebih baik dari semua itu.

bersama kamu aku belajar bahagia.
belajar berbicara dan mengungkapkan semua.
membina kepercayaan dan memuji dengan hati.
menyayangi dalam kepastian.

kita masih belajar.
akan selalu ada kerikil dan kesedihan.
tapi dengan kamu, dengan aku, 
kita akan selalu menguat, seperti besi yang ditempa.

so just scooch yourself closer, dear.
and i will love you forever.


Happy 1 Year Anniversary,
my beloved best friend,
my excellent travelling partner,
my trusted secret sharer,
my lovely partner in life.
It's been a great happiness to spend the whole one year with you,
and i'm looking forward for a hundred more years with you