There was an error in this gadget

Friday, December 11, 2009

Why do we sometimes fall for simple insignificant things?

Melakukan kilas balik ke sejarah suka-menyuka dan bisnis gebet-menggebet yang sudah gue lakukan sejak SD hingga masa kuliah saat ini, gue baru menyadari bahwa seringkali gue menyukai atau setidaknya tertarik dengan seseorang dimulai dari sebuah hal kecil yang kadangkala tidak penting.

disaat teman-teman gue jatuh cinta sama cowok / cewek karena orang itu pintar, baik, dewasa, atau bobot-bobot berat lainnya, gue malah melakukan seleksi dengan cara yang lain.
gue juga enggak tahu kenapa, tapi seringkali hal-hal kecil itulah justru yang menarik perhatian dan memberikan "wow" factor kepada gue.

beberapa contohnya adalah seperti ini.

contoh pertama dimulai dengan hal yang masih cukup wajar.
Gue pernah suka, and in the end had a HUGE CRUSH, ke seseorang karena senyumnya. Orangnya gak ganteng-ganteng gimana sih, tapi dia punya gigi yang putih bersih dan rapih banget. Enak banget ngeliatnya, kayaknya tuh setiap kali dia senyum langsung ada sound effect "cling-cling-cling" di otak gue. Jadinya gue suka banget nyapa dia, biar dia bisa memberikan saya senyumnya yang berkilau-kilau. (haha, lebai)
selain itu, orangnya memang ramah dan supel banget sih, yang membuat dia jadi semakin sering tersenyum dan membuat gue semakin kuat terhipnotis oleh pesonanya. Hehe..

lalu, saat gue akhirnya memasuki dunia perkuliahan dan tidak lagi menggunakan bahasa remaja labil yang gaul abis, seringkali gue suka atau malah jadi tidak suka dengan seseorang karena bahasa tulisan mereka di SMS atau YM.
Mungkin sebagian besar orang bakal bilang gue obsesif kompulsif banget, bahkan teman-teman gue bilang gue udah kayak editor buku, karena gue bisa jadi ILFIL berat sama orang yang nulis dengan bahasa gaul yang gede-kecil, dibuat sok imut, atau ngubah-ubah huruf yang sebenarnya dengan huruf Q atau Z. Kalo cewek yang nulis aja udah ngebuat gue males, apalagi kalo cowok.
Aneh aja gitu menurut gue kalo cowok nge-sms atau nge-chat gue dengan tulisan:
"qm geh dmAna?", "udah Maem bluum?", "aq bubu dulu yawh"
(contoh diatas belum gue tambahin huruf gede kecil ya, karena gue lagi males ngetik macem-macem dan sedang tidak kreatif).
Suara di otak gue saat ngebaca tulisan kayak gitu dan visualisasi gue mengenai si cowok tersebut tuh rasanya jadi tidak oke saja. Mau se macho apapun cowok itu di kehidupan nyata, persepsi gue terhadap dia pasti langsung jadi "melambai" :)

makanya, gue pernah jadi sangat tertarik dengan seseorang karena bahasa sms dan chatnya yang oke banget.
Dari awal kenal, dia selalu mengetik kata aku dengan "aku atau ak", dan kamu dengan "kamu atau km" dan i appreciate that A LOT :))
rasanya tuh seneng banget aja karena nemuin orang yang bisa menulis dengan normal di era Gaul seperti saat ini haha.
Dan ternyata di kemudian hari, ada banyak kesamaan pola pikir diantara kita, enggak hanya di cara ber-sms aja, tetapi juga di banyak hal lain yang membuat gue jadi semakin nyambung dengan dia.

membicarakan mengenai orang yang sekarang menjadi teman baik saya ini, gue jadi teringat dengan satu hal -yang menurut gue cukup lucu- yang pernah dia bilang ke gue pas awal-awal gue mengenal dia. Dia pernah mendeklarasikan ke gue bahwa dia "anak cowok yang sayang MAMA", pokoknya buat dia, mamah foreverlah! :)

gak ada yang salah sama itu sih. Cuma cukup lucu dan imut aja, hehe. Karena kalau lo kenal dengan teman gue yang satu ini, orang pasti punya image awal tentang dia agak-agak preman suka ngajak berantem gitu. Tetapi setelah mengenal cukup dekat, gue jadi terpukau dengan statement-statement "I Love My Mama" nya dan kenyataan walau dia Preman at the outside, but actually he's a nice guy who really cares about his family in the inside.
Dan hal terakhir itu, jadi hal sederhana tetapi sebenarnya menyimpan arti yang besar dan sempat membuat saya cukup "Tersepona".
Hahaha.

masih ada banyak lagi hal-hal sederhana yang kemudian membuat gue jadi tertarik atau suka dengan beberapa orang di masa lalu, tapi saya lupa haha.
Nanti kalau gue udah inget lagi, akan gue bikin part. 2 nya deh.

kalau kalian punya pengalaman yang sama, silakan banget loh sharing sama gue disini..

till then, see ya. Cheers!

No comments:

Post a Comment