There was an error in this gadget

Wednesday, December 23, 2009

Scattered pieces of life

hari ini saya baru saja menyelesaikan UAS terakhir dalam semester 7 ini, yaitu UAS mata kuliah Etika.
Berakhirnya UAS ini cukup berarti besar bagi saya dan teman-teman angkatan 2006 yang lain, karena setelah UAS ini kami resmi menjadi mahasiswa non-class dan (insya allah) tidak akan menghadapi UAS apapun lagi sampai kami resmi menjadi S.Psi.

HOORAAY !!

Mengingat bagaimana kesiapan dan perasaan saya saat mengerjakan UAS itu tadi, saya merasa cukup puas dan senang karena saya merasa bisa dengan lumayan mengerjakan semuanya.
Di malam sebelumnya saya bisa mempelajari semua bahan ujian itu dengan konsentrasi penuh.
dan tadi malam pun fokus saya hanya tertuju pada handout-handout itu.

Keadaan ini adalah keadaan yang jauh berbeda dengan malam sebelum UTS Etika pada waktu itu.
Malam dimana saya hanya bisa menatap buku di depan saya dengan pandangan kosong.
Malam ketika saya merasa begitu takut.
Cemas.
Khawatir.
Dan sedih.
Karena memikirkan keberadaan orang yang tidak jelas juntrungannya.
Orang yang disaat saya jungkir balik karena khawatir dan bertanya-tanya mungkin malah tidak memikirkan saya samasekali.
Dan membuat saya tidak bisa membaca tulisan apapun di depan saya, karena bukan itu yang ada di pikiran saya.

Sehingga sebagai hasilnya, nilai UTS Etika saya terjun bebas tanpa parasut.

Terima kasih loh.
Nilai jelek itu benar-benar menampar saya di muka dan memberikan pemandangan yang tidak indah di SIAK-NG.

Oleh karenanya, sekarang saya memutuskan untuk membereskan kembali potongan-potongan hidup saya yang cukup tidak teratur akhir-akhir ini.
Karena fokus dalam hidup bukan hanya mengenai satu orang saja.
Terutama bukan orang yang bahkan mungkin tidak sadar bahwa dia punya arti penting dalam hidup saya.

Sekarang saya mau berhenti merasa sedih.
Saya mau ibu saya berhenti bilang bahwa kini saya tidak tertawa sebanyak dulu lagi sejak mengenal orang itu.
Saya mau berhenti terus melihat ke belakang dan berharap bisa kembali mengulang hal-hal menyenangkan itu.

Dan terutama, saya tidak mau mendapatkan nilai jelek lagi.
Karena saya mau lulus sebagai S.Psi di bulan Agustus 2010, bersama dengan teman-teman 2006 lainnya dan dinyanyikan ribuan Maba di balairung.

Kini setelah usaha yang lumayan keras, rasanya saya sudah cukup berhasil.
Berhasil untuk menyatukan potongan-potongan yang sebelumnya sempat saya abaikan.
Karena kini, saya sudah bisa tertawa lagi.
Saya sudah mulai memandang kedepan lagi.
Saya sudah mulai berhenti bertanya 'mengapa?' dan berusaha menghormati keputusannya.
Saya sudah bisa tersenyum ketika fragmen-fragmen memori itu muncul kembali tanpa diminta.

Oiya, dan yang terakhir.
Sepertinya saya sudah cukup berhasil, karena saya berhasil belajar Etika dengan sukses tadi malam.

Yippie-Kaiyeee.

No comments:

Post a Comment