There was an error in this gadget

Tuesday, December 8, 2009

United in Diversity


beberapa hari yang lalu gue sempat mengobrol dengan salah satu teman gue.
biasalah, awal pembicaraan dimulai dengan curhatan dari gue mengenai keadaan hidup akhir-akhir ini yang sepertinya sedang mengalami degradasi menuju titik paling menyebalkan.

tapi kemudian, kita akhirnya mulai berbicara tentang kehidupan dia, sampai akhirnya gantian dia yang jadi cerita ke gue. sebenarnya gue sudah cukup mengenal dia untuk waktu yang lumayan lama, sehingga sedikit banyak gue sudah mengetahui beberapa hal mengenai kehidupannya.
tetapi lalu sesi cerita gue dengan dia hari itu benar-benar mengubah pemikiran gue dan membuat gue sadar bahwa ternyata manusia mempunyai banyak sisi yang
tidak kita ketahui.

di malam itu gue mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat orang yang selama ini menjadi teman gue. dan gue merasa sangat terhormat, karena dia mau mempercayakan kisah hidupnya yang itu ke gue. menurut gue, apa yang dia ceritakan bukanlah suatu hal yang bisa dengan mudahnya dibagi kepada banyak orang. dan kenyataan itu juga bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah diterima oleh semua orang, terutama di lingkungan kita berada dimana banyak orang yang skeptis, berpikiran tertutup, dan terlalu mendikotomikan manusia kedalam banyak kelompok.

setelah dia menceritakan semuanya, dia nanya ke gue, bagaimana pendapat gue tentang dia? apakah sekarang menjadi berubah karena gue sudah mengetahui satu fakta baru tentang dirinya?


dan kemudian gue menjadi berpikir. hmm, kaget mungkin iya, pada awalnya. itu reaksi normal yang dialami semua orang pada saat mendengar suatu kabar baru yang dia enggak tahu sebelumnya.

tapi setelah itu, gue mencoba berpikir lagi, bagaimana perasaan gue yang sebenarnya, dan ternyata..

biasa aja.


karena menurut gue, semua orang,
at some point, pasti berbeda dari orang lainnya. entah dalam hal suku, ras, agama, pilihan, kepercayaan, atau warna kulit. perbedaan yang satu dengan perbedaan yang lainnya menurut gue tidak berbeda jauh, karena hal tersebut hanyalah masalah pilihan yang dibuat oleh masing-masing individu. selama lo membuat pilihan itu dengan kesadaran akan konsekuensinya dan siap untuk bertanggung jawab, it will always fine by me.

kebahagiaan bisa datang dengan berbagai bentuk, dan selama sesuatu membuat orang bahagia dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, menurut gue enggak ada alasan bagi gue untuk menilai positif atau negatif seseorang.

bhinneka tunggal ika.

united in diversity
.

taken from:
www.sanjoseca.gov/newCityHall/publicart/photos/floats/diversityL.jpg


setiap orang berbeda, dan kewajiban buat kita semua untuk selalu menghargai perbedaan itu.
just put ourselves in others shoes, and we'll understand about their positions better. dan sekarang disaat teman gue itu bahagia karena keadaaannya, karena dia akhirnya menemukan seseorang yang bisa menerima dan menyukai keadaannya, gue pun ikut bahagia buat dia.
romance always the best part of human life.

dan semoga, walaupun dengan cara yang sedikit berbeda, gue juga bisa menemukan kebahagiaan karena menemukan seseorang, seperti yang dialami oleh teman gue itu. :)


so, cheers for you.

cheers for me.

and cheers for us all! :))



No comments:

Post a Comment