Showing posts with label From the Head. Show all posts
Showing posts with label From the Head. Show all posts

Wednesday, October 9, 2013

Inconvenient Truth

Photos and stories are important to me.
It's like a milestones, a marker on how far I've gone in life.
That is also the main reason of why I wrote this blog.
It documented every bitter and sweet moments in my life, 
no matter how inconvenient it is. To me or to anyone else involved.

Lately, some people I know asked me to take down some of this blog's contents, 

because they thought it's no longer relevant. 
Because what I wrote in those posts are happened in the past and they said it might cause some inconvenient to other people.
And I've considered that, because I've been thinking about deleting some of my posts for quite some times too.
But I never be able to do that.

This blog is an archive of my life. 

Of course there are many things happen in my life that I didn't documented here, but still, this blog holds some important parts of memories, thoughts, and pictures that I don't want to forget.
Not because I can not let go of the past, but because no matter what happen and how our lives turn out now, memories shaped me to be who I am right now.

And I want to be able to remember it. To go back to the hurts, smiles, loves, tears, and laughs that I shared here.
To know that at certain points, I had all those kinds of thoughts and done all those kinds of things.

So, I guess for now, I can not take down any posts or contents in my blog.

The photos and the posts will stay as it is.
But I did make certain adjustments so my posts wouldn't be popped up too easily in search engine and be linked with certain names that's already in the past.

But I can't do more than that. 
Sorry for the incovenience truth.


They said curiosity could kill a cat.

Sunday, March 31, 2013

Young and Foolish

I know I'm still young.
I know that I live quite a sheltered life, that I haven't know the harsh and bitter part of the world.
I know I'm naive enough to think that life is still full of rainbow and flower, and still believe in the goodness of everybody.
But is it really wrong to think like that?
Is it wrong to believe in the kindness of people?

I know that there are a certain wisdom that comes with age.
As you get older, you see more parts of the world.
You experienced more, and learned more. Hence, the wisdom.

But, do wisdom and knowledge only come to old people?
Can't we the youngster have a wisdom, too?
If we're so naive and foolish, do that mean that we can't make our own decisions?
Is being old means your order is absolute and you don't make mistakes anymore?
Is defying your words means that we, the youngsters, will be damned?
Is it possible that once in a while, we be the right ones and you be the wrong ones?

Sorry for the rambling. These are just some questions that come into my mind when I think about some disagreement that I have with older people. I just got so confused with our culture and the sayings that old people always right. Because, is it true? Does getting old mean that you will be gifted with a definite wisdom where you can not make mistakes or false judgment anymore? Will I get turn into a rock, just like Malinkundang if I try to defied them?

But what if their decisions turned to be a mistake?
What if old people was just a human that still able to make mistakes?
Do they ever think that when they making that decisions for me?
Do they ever think for just a second, that the decision they insisted on me could turn to be a mistakes?
And who will live with that wrong decisions?
Them?
No. It will be me.

Then why don't they just let me live my life?
I know I'm still young.
I know that I never really live for myself.
I don't really know how does it feel to work 24/7 to support your children,
how it feels to pay bills and worry about loans.
I know that I never quite understand why spouses often fight with each other
instead of just learn to accept their decision to marry one another.
I know I still have a lot to learn about life,
and there are no amount of college degree will be sufficient to taught me that.

But that's why I have to make my own decisions.
There will be a lot of mistakes, but that's how I'm going to learn.
I will never know what I really need in life, because that's God job.
But, neither will other people.
And instead of living with other people's decisions, I rather live with mine.
It will be a lot easier to accept your own mistakes, rather than the ones people put into your life.

So, old people. Parents, aunts, uncles, and other beloved old people. Just give enough trust to us, the youngsters, and adopt some humility. There are no absolute truth in this world, no matter how old you are.

Sunday, March 24, 2013

I'm Proud of You

"I'm proud of you, Dea. Sebagai seseorang yang mengenal kamu sejak S1 dan kemudian menyaksikan perkembangan kamu di S2, saya merasa sangat bangga bisa mengenal kamu dan melihat perkembangan kamu. Jujur, sebenarnya saya sempat terkejut saat melihat kamu lagi di S2, karena kamu tampil dengan sangat berbeda sekali dengan Dea yang saya kenal saat kamu S1 dan sedang membuat skripsi. Dulu kamu nampak lebih tergantung dan dependen dengan lingkungan kamu. Tetapi kamu yang sekarang, terlihat sangat matang dan dewasa.

Saya senang sekali kamu memutuskan untuk bekerja dahulu selama satu tahun, baru mengambil S2 kamu. Karena menurut saya itu adalah keputusan yang sangat tepat sekali. Bekerja membuat kamu lebih dewasa dan dapat menyesuaikan diri dengan baik. Sekarang kamu tampak sangat siap dalam menjalani S2 ini. Menurut saya, kamu adalah sedikit dari beberapa orang yang saya nilai siap untuk masuk ke bidang ini dan menjadi seorang psikolog.

Kamu menuliskan laporanmu dengan sangat baik dan saya pernah bilang kan sebelumnya? Kamu memiliki kemampuan menulis yang baik dan saya tidak punya masalah dengan apa yang kamu buat. Saya juga sangat terkesan pada saat saya memberikan kamu suatu tantangan, dan kamu mampu melaksanakan tantangan tersebut dengan sangat baik. Pada awalnya saya sempat ragu dan berpikir, apakah Dea bisa melaksanakan yang saya minta. Kamu juga sempat menghilang dan saya berpikir bahwa kamu pasti sedang mengalami kesulitan. Tetapi kemudian kamu datang kembali kepada saya, dan memberikan hasil yang memuaskan. Saya terkejut tetapi juga sangat bangga kepada kamu, karena kamu bisa melaksanakannya.

Saya tidak pernah memiliki maksud untuk mempersulit kamu atau laporanmu. Tetapi saya melihat adanya potensi dalam diri kamu, dan saya yakin bisa meningkatkannya hingga optimal. Oleh karena itulah saya terus memberikan kamu challenge, agar kamu bisa menjadi lebih baik lagi. I'm proud of you, Dea."

Kalimat ini diucapkan oleh salah seorang dosen yang saya kagumi. Dia adalah seseorang yang sangat super pintar dan selama melakukan bimbingan dengannya, ada begitu banyak 'pencerahan' yang saya dapatkan mengenai apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi klien saya, ataupun bagaimana saya harus mengembangkan pola pikir dan sudut pandang sehingga saya bisa melihat segala sesuatunya dalam gambaran yang lebih besar. Proses bimbingan dengan beliau sangatlah menguras semua energi intelektual saya, tetapi di sisi yang lain hal tersebut juga membuat saya menjadi lebih baik.

Dan diakhir bimbingan, dia mengatakan semua kalimat tersebut. Wow. It really boost my motivation.Selama proses pendidikan yang sudah berjalan 1.5 tahun lebih ini, saya masih sering merasakan kekhawatiran dan keraguan, apakah saya benar-benar bisa bekerja sebagai seorang psikolog profesional nantinya? Semakin saya belajar mengenai psikologi, semakin saya menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang belum saya ketahui, dan ketidaktahuan tersebut akan berbahaya di lapangan. Sedikit banyak keputusan saya dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, dan keputusan yang salah dapat membuat mereka kehilangan potensi diri yang sebenarnya masih ada. So, yeah. I'm still scared to really work as a clinical psychologist.

Tetapi hari itu, ketika beliau mengatakan semua hal tersebut, dia memberikan sedikit kepercayaan diri kepada saya. Saya tidak pernah menyadari hal-hal yang ia katakan, dan tidak tahu bahwa ia memandang diri saya dengan sangat positif karena saya merasa masih cukup banyak melakukan kesalahan ketika melakukan bimbingan dengannya. Tetapi mengetahui bahwa ada orang yang percaya dengan kemampuan saya, membuat saya juga menjadi lebih percaya dengan apa yang saya miliki.

So, thanks, Mba. Thanks a lot. It really was my honor to learn from a super smart people like you :)

Wednesday, March 20, 2013

Dreams.

I have two kinds of dreams.
First, the big dreams.
I want to be a succesfull clinical-slash-industrial and organizational psychologist, I want to be a writer and have my own best-seller novels, and I want to be rich enough so I can give enough money to the needy or adopt some unfortunate children and put them in the best school I know.
Those are my ambitious dreams.

Second, I have a more simple dreams. But in a way, this is more important than any other dreams I have.
I want to be a devoted wife and mother.

I want to be a career woman who still have time to, at least, always prepared my husband and kids breakfast.

I want to be a wife who's waiting on her husband at home, ready with the warm drink and hands to massage his tired muscles.

I want to be a wife who's never nag. Who always face the obstacles with smile and encouraging words. I want to be that strong.

I want to be a wife who's never fight with her husband in front of their children.

I want to be a wife who can always discuss problems and honored opinions from every family members.

I want to be a mother who always tugs their children at bed and kisses them every night.
I want to be a mother who read her children bedtime stories, because I believe in the power of dreams and imaginations.

I want to be a mother who's not afraid to say 'I love you, kiddo' to every kid that she has, and make no one feels left behind or unwanted.


I want to be a mother who's not feel too proud about herself and able to say, 'I'm sorry. I was wrong. Just like you who 
still learn to be a child, I'm still learning to be a mother too' to her kids when she makes mistakes.

I want to be a mother who will always able to accept their children, no matter what they will become and whatever choices they have. I just hope that I will raise them good enough to make them know what's good for them.

I want to be a wife and a mother that her husband and kids feel safe and secure enough to trust. I want to be the first person they will come to when the feel sad or happy and wanna talk about it.

I want to be a mother who can keep up with her kids. To be a mother that understands her children's world and know when to give them space or to hold them tight.

And, I want to be a wife that my husband will be proud to have.
A mother whom her children will say, 'my mother is my strength'.

Wednesday, November 28, 2012

Hey, Kiddo..

Self Actualization Theory dari Carl Rogers:
Saat bayi, seseorang mengembangkan kebutuhan akan positive regards, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan penerimaan, kasih sayang, dan persetujuan dari orang lain, terutama dari ibu. Positive regard sangat penting untuk perkembangan seorang anak, karena perilaku mereka diarahkan oleh seberapa banyak kasih sayang dan cinta yang mereka dapatkan. Seorang anak akan mempersepsikan ketidaksetujuan orangtua akan perilaku mereka sebagai ketidaksetujuan terhadap siapa diri mereka. Sehingga pada akhirnya mereka hanya akan berperilaku dalam cara yang menghasilkan positive regard dari orang lain, walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan diri mereka yang sebenarnya. 
Rogers mengatakan bahwa walaupun ada beberapa perilaku anak yang mungkin pantas mendapatkan hukuman, namun kasih sayang seorang ibu harus tetap diberikan secara penuh dan tanpa syarat; dan tidak tergantung dari perilaku seorang anak. Dengan melakukan hal tersebut, seorang anak akan merasa bahwa ia sudah bisa memenuhi kebutuhan akan positive regardnya dan akan berusaha untuk memberikan positive regard kepada orang lain. Terpenuhinya positive regard tanpa syarat juga akan membuat seseorang mengembangkan konsep diri yang lebih positif.
So, kiddo. We may haven't met yet. I haven't married your father yet, and I don't know when will we finally meet each other. But I promise you, that I will give you my unconditional positive regard. Instead of saying:
"Kamu nakal banget sih. Karena kamu nakal, mamah akan hukum kamu."

I will say this to you..
"Hey kiddo, you know that I love you, right? And I will always love you no matter what you do. But you have to learn that some actions bring consequencies. Stealing candy is wrong, because you took what's not yours. So, as a consequence, you can't have dessert tonight."

Sumber: Schultz, D.P., & Schultz, S.E. (2009). Theories of Personality (9th ed). California: Wadsworth.

Sunday, August 19, 2012

Inside Punishment


Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1433 H terlebih dahulu bagi semuanya yang sedang bertandang ke blog saya.
Kedua, marilah bersama-sama kita menyimak satu kisah yang ingin saya sampaikan hari ini.
Dan beginilah ceritanya..

Beberapa hari yang lalu saya berbuka puasa bersama dengan teman-teman kepanitiaan kampus yang saya ikuti pada tahun 2009 yang lalu. Acara buka puasa ini merupakan salah satu acara yang cukup saya nanti-nantikan karena saya menyukai semua orang yang berada dalam kepanitiaan ini. Mereka adalah sekumpulan orang gila dan bodoh dengan becandaan yang absurd. And,i like it!
Selain itu, alasan mengapa saya sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini adalah karena kami semua juga menunggu kedatangan satu orang teman kami. Dia adalah seseorang yang cukup banyak diperbincangkan akhir-akhir ini oleh kami karena kedekatannya dengan anak lain di kepanitiaan.

Memang salah kalau seorang pria dekat dengan wanita?

Tidak sih. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut kalau memang 
dia hanya dekat dengan satu wanita dan tidak punya reputasi sebagai playboy. Tetapi ini kenyataannya berbeda karena sejak tiga tahun yang lalu saya mengenal pria ini, perilakunya tidak pernah berubah. Dia selalu mendekati wanita-wanita (terkadang lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan), mengangkat-angkat mereka serta memberi harapan, hanya untuk kemudian dijatuhkan lagi, dan berdalih bahwa ia hanya menganggap mereka sebagai teman atau sepupu (!) saja. Kemudian parahnya, untuk memperdaya wanita-wanita itu dia selalu memainkan peran sebagai pria baik-baik yang salah dimengerti oleh lingkungan, sehingga selalu dinilai jahat. Wanita mana yang tidak merasa tersanjung dipercaya oleh pria tampan ini untuk mengerti dirinya.

Ketika kami sedang asyik memperbincangkan dia, ada beberapa teman saya yang kemudian berkata, "Emang dia gak takut kena karmanya ya? Apakah dia gak pernah mikir bahwa dengan menyakiti hati cewek seperti itu, suatu hari dia tidak akan mendapat perlakuan yang sama atau bahkan berkali-kali lipat lebihnya?"
Kemudian seorang teman saya yang lain menjawab, "Kayaknya enggak tuh. Buktinya aja sampe sekarang masih aman-aman aja tuh dia, masih bisa ngedeketin cewek kayak gitu. Padahal kita udah tau dia sekitar 3 tahunan, tapi enggak pernah gue denger beritanya dia dapet akibat dari perbuatannya."
Pada waktu itu, mendengar hal tersebut saya sempat gemas juga. Rasanya gondok sekali, karena benar seperti yang kedua teman saya bilang, hingga saat ini saya tidak pernah mendengar dia mendapatkan konsekuensi dari perilakunya. Selain itu, hingga saat ini dia masih dengan enaknya kok mendekati dan memberi harapan kepada para cewek di sekitarnya.

Namun beberapa hari kemudian setelah buka bersama tersebut, saya kembali berpikir. Hmm iya, mungkin secara kasat mata, hidup pria ini masih enak sekali. Walaupun dia mempunyai reputasi yang super negatif, tetapi dengan kelihaiannya dia masih bisa mendekati wanita. Dengan mudahnya, ia bisa berganti-ganti wanita dalam hitungan bulan, bahkan minggu.
Akan tetapi, sebenarnya dia sudah mendapatkan hukumannya. Dalam bentuk apa? Menurut saya, hukuman tersebut datang dalam ketidakmampuannya untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pasangannya dan ketidaksadaran diri akan kesalahan dan kekurangannya.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar bahwa pria teman saya ini pernah berkata, bahwa ia iri dengan orang-orang yang bisa mempertahankan hubungan romantis mereka dalam jangka waktu yang lama hingga bertahun-tahun. hal ini disebabkan karena ia sendiri tidak pernah berhasil mempertahankan hubungannya melebihi beberapa bulan.
For me, i think it's a big curse. Siapa sih manusia yang ingin sendiri? Menurut saya, pada dasarnya semua orang pasti ingin berpasang-pasangan, memiliki partner hidup yang dapat diandalkan dan keluarga untuk menjejakkan kaki serta berlabuh.

Melihat pola perilaku pria ini yang selalu berganti-ganti pasangan dengan seenaknya dan selalu berbohong membuat saya bertanya-tanya. Sampai kapan dia mau terus mencari? Terus berganti dan tidak pernah berhenti untuk menyadari bahwa tidak akan ada yang sempurna, dan kadang yang bisa kita lakukan hanyalah menemukan yang paling sesuai and make it work as best as we can. 
Dan menurut saya itulah hukuman terberat buat dia.
Rasa ketidakpuasan, keinginan untuk terus mencari sesuatu yang ia juga tidak tahu apa, serta ketidakmampuan untuk tahu kapan waktunya berhenti dan bertahan hanya mencintai satu orang hingga kapanpun. 

Selain itu, menurut saya ketidakmampuan dirinya untuk mengetahui kekurangan dan dampak yang ia timbulkan dari perilakunya juga merupakan suatu bentuk hukuman tersendiri. Tiga tahun selalu mendengar kisah dan sepak terjangnya membuat saya sedikit banyak tahu modus operandinya. Pria ini adalah tipe orang yang selalu menyalahkan lingkungan. Ia selalu membuat seakan dunia berkonspirasi untuk menjatuhkannya dan dia hanyalah korban yang tidak berdosa. Ia juga mempunyai kecenderungan untuk menyalahkan mantan atau orang-orang yang pernah dekat dengan dirinya, atas kegagalan dari hubungan mereka. Hal ini membuat dirinya tidak pernah mampu belajar dari pengalaman dan kesalahannya. Sejak pertama kali saya mengenal dirinya hingga saat ini, tidak ada perubahan yang berarti atau tingkat kematangan emosional yang membaik dari dirinya. 
Tidak mampu berintrospeksi dan benar-benar menerima serta mengakui kesalahan diri itu layaknya seperti berjalan dengan mata dan telinga tertutup. Kita hanya bisa terus berjalan, tanpa melihat kemana arah kita menuju, atau orang dan benda apa saja yang telah kita tabrak dan sakiti selama proses perjalanan itu. Kita juga tidak dapat mengetahui umpan balik dari orang-orang disekitar mengenai apa saja yang telah kita lakukan dan perlu diperbaiki. Akibatnya, hingga akhir sulit bagi kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.


That for me, is the ultimate punishment.
To never change, never become better and always walking in a circle like a dog who chase its own tail, and to never have a place to harbour and called home, would be too scary for me to imagine. And all i can say to him is, "You are so deserve that, pal!" :)

HAPPY IDUL FITRI 1433 H 

cheers!

Saturday, March 12, 2011

What Else Did You Looking For?

saya punya satu permintaan saat ini:
boleh tidak saya menggetok kepala seseorang?
sekali saja. tetapi dengan sangat keras.

karena saya sangat ingin menyadarkannya. 

karena sedikit lagi, dia akan menghilangkan sesuatu yang berharga.
sesuatu yang kami miliki berdua.
sesuatu yang spesial, yang tidak akan terlalu sering kami jumpai dan miliki dengan orang lain.


saya tidak mengerti.
mengapa seseorang mau menghilangkan sesuatu yang baik, yang menyenangkan bagi kami berdua?
ketika kamu memiliki hubungan yang suportif, 
yang saling menghargai dimana tidak pernah ada kalimat kasar dikeluarkan saat berargumen, 
hubungan yang dewasa,
saling jujur,
saling sabar,
dan satu sama lain adalah baik untuk kami masing masing,
kenapa kamu mau menghilangkan itu semua?


tidak pernahkah kamu melihat hubungan yang dimiliki orang lain?
semua pertengkaran,
ketidakpercayaan,
keegoisan,
ketidaksabaran dan pengertian,
tidakkah kamu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki?

karena saya bersyukur.

saya benar benar bersyukur, untuk memiliki kamu,
dan memiliki kita.

is that so hard to see?
what else did you looking for? :(





Wednesday, August 18, 2010

In the Middle of Crossroad



lately, i feel like standing in the middle of crossroad.
with all this graduation and job hunting thing-y, it feels like whatever I'm gonna do next, it will be a  very significant step to define what and who i'll be next. and in one way or another, it sucks.

why?

because i never felt like this before.
 
call me perfectionist or a not spontaneous kind of person, but throughout my life, i always have a plan. especially for big things, like what kind of high school i wanna go or what major i'm going to take in college. i even already planned of studying for Psychology since i was in 3rd grade in Elementary school.

so you see, being clueless and directionless is quite annoying for me.

being graduated is great, and i work really hard to be graduated on time and got A for my thesis. but once it's done, i don't know what i want to do anymore.
well, for one thing i definitely don't want to apply for Master degree right away after my bachelor degree graduation, trying to give the brain a little air and space to breathe :D
but applying for job is another confusing matters, cause i still can't figure out what i exactly wanna do for a living (haha). 


so right now, all i'm doing for most of my days are clicking the mouse through job-finding websites and applied for random jobs and random positions. trying to see, if there is someone out there who's interested enough with what i have to offer :p


wow, so i guess i finally come to the real world. the real jungle, where only the most perseverance of people would be able to survive. wish me luck guys. can't wait for the day i finally have my own income. and financial freedom :)



cheers!

Sunday, June 20, 2010

Love and Trust Equal Relationships


beberapa minggu yang lalu, saya sempat berbincang dengan salah satu teman lama saya. di dalam perbincangan lewat YM tersebut, kami kebanyakan membicarakan mengenai perkembangan kehidupan percintaan dia serta perselingkuhan yang baru saja dilakukan oleh pacarnya, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi perasaannya, membuatnya sakit hatinya, khawatir, serta kehilangan rasa percaya terhadap pria tersebut.

pada saat ia menceritakan mengenai perselingkuhan tersebut, sebenarnya teman saya ini sudah memutuskan hubungannya dengan si pria tersebut. akan tetapi, setelah putus pun dia masih terus bertanya-tanya apa yang sebaiknya ia lakukan lagi selanjutnya. apakah melupakan si mantan dan berjalan maju atau mencoba untuk memperbaiki segalanya dan melanjutkan hubungan mereka berdua.

pada akhirnya, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan saya dan juga proses pemikiran serta pembicaraan dengan si mantan, teman saya itu pun memutuskan untuk kembali pada mantannya. mendengar keputusan dia, saya tidak bisa berkata banyak. dia adalah wanita dewasa yang sudah bisa memutuskan apa yang paling baik untuk dirinya, walaupun secara pribadi, sebenarnya saya tidak terlalu setuju jika dia kembali lagi dengan pria tersebut.

kenapa?

karena bagi saya, perselingkuhan adalah suatu bentuk simbol pengkhianatan tertinggi yang bisa dilakukan seseorang kepada pasangannya. in my opinion,

Relationships are build based on Love and Trust. One cannot lasts when the other one was destroyed


pada waktu itu saya mengatakan ke teman saya tersebut bahwa keputusan untuk kembali lagi ke pria tersebut ada sepenuhnya di tangan dia. saya tidak bisa mengatakan, "Ya, kamu harus kembali pada dia" atau "Jangan, kamu tidak boleh membina hubungan lagi dengan dia", karena saya tidak punya hak akan itu. akan tetapi kalau dia memang memutuskan untuk kembali lagi dengan orang tersebut, ada satu hal yang harus ia pertimbangkan matang-matang.

mungkin dia akan bisa memaafkan pria tersebut, akan tetapi bisakah dia untuk kembali percaya?

menurut saya, suatu hubungan tidak bisa hanya dibangun berdasarkan rasa cinta saja. ada banyak komponen lain yang diperlukan untuk membuat suatu hubungan bertahan dan berjalan dengan baik, dan salah satunya adalah rasa percaya. coba bayangkan jika kita berada di dalam suatu hubungan dimana kita tidak pernah bisa mempercayai pasangan kita seutuhnya? hubungan dimana selalu ada kerikil-kerikil dan gumpalan-gumpalan ketidakpercayaan yang muncul setiap kali kita tidak bisa menghubungi, tidak mendapatkan balasan ketika mengirim pesan, atau ketika mereka harus pergi dalam jangka waktu yang lama?
sebesar apapun rasa sayang yang kita miliki, pada akhirnya kecurigaan dan insekuritas tersebut akan memakan kita secara perlahan. menggerogoti sisa-sisa logika dan akal pikiran yang kita miliki dan secara keseluruhan meracuni dinamika hubungan yang ada.

teori saya ini pun terbukti beberapa minggu setelah mereka rujuk kembali. pada saat itu, ketika sedang membuka facebook, saya membaca beberapa postingan status yang ditulis oleh teman saya dan juga pacarnya tersebut. di status-status itu ia menuliskan beberapa komentar-komentar yang bernada tidak percaya terhadap si pacar. setiap kali si pria menulis sesuatu yang bernada ambigu, teman saya langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan bersifat interogasi, curiga, dan marah. dan pada akhirnya ia pun merasa lelah sendiri dengan perasaan tidak aman itu.

yah, setiap orang mempunyai alasan mereka masing-masing untuk memutuskan sesuatu, dan jika teman saya memutuskan untuk kembali dengan pria yang pernah mengkhianatinya, maka itu adalah keputusan dia. akan tetapi jika keadaan itu dibalikkan kepada saya, mungkin saya tidak akan pernah (insya allah) memberikan kesempatan kedua terhadap pria tersebut. karena kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh. dan ketika hal itu sudah dihancurkan, akan sangat sulit bagi saya untuk mengembalikannya ke keadaan seperti sebelumnya.

yeah, well. they said that people deserve a second chance. but i think, on certain people who didn't know how to treat their precious things, they don't deserve that chance. not until they mature up, at least.
and in the end, we all must've heard this quote. "Relationships are like glass. sometimes it's better to leave them broken than try to hurt yourself putting it back together."

jadi kesimpulannya, lebih baik tidak usah bertindak macam-macam yang pada akhirnya menyakiti orang lain, karena bagaimana pun caranya, bau bangkai pasti akan tercium juga. kita semua sudah cukup belajar dari kasus video mirip Ariel-Luna Maya-Cut Tari kan? haha ;)

okay. till then, CHEERS!



Friday, May 14, 2010

Filosofi Foto: Honoring the Differences and Admiring the Similarities


"Relationships, of all kinds, are like sand held in your hand. Held loosely, with an open hand, the sand remains where it is. The minute you close your hand and squeeze tightly to hold on, the sand trickles through your fingers. You may hold onto some of it, but most will be spilled.
A relationship is like that.
Held loosely, with respect and freedom for the other person, it is likely to remain intact. But hold too tightly, too possessively, and the relationship slips away and is lost."

-Kaleel Jamison-


beberapa hari yang lalu saya mengganti foto profil di Facebook.
foto tersebut adalah foto yang di-upload oleh si pacar ketika kami berdua datang ke suatu acara pernikahan. tidak berapa lama setelah foto tersebut di upload, si pacar pun juga kemudian mengganti foto profilnya dengan foto tersebut.

membandingkan kedua foto itu, saya melihat adanya persamaan. Banyak persamaan sebenarnya, karena kedua foto tersebut berasal dari satu foto yang sama.
akan tetapi, jika seseorang mau melihatnya secara lebih seksama, maka mereka pasti akan menemukan adanya perbedaan-perbedaan. hal ini disebabkan karena warna foto saya yang lebih terang dibandingkan milik dia dan adanya editan pada frame foto si pacar, dimana saya memakai gambar foto yang polos sedangkan dia memakai foto yang disekelilingnya sudah ditambahkan frame editan komputer. Yap, foto-foto tersebut adalah foto yang sama tapi sebenarnya berbeda. namun, walaupun berbeda kami berdua tetap memakai kedua foto tersebut sebagai foto profil kami.

melihat kedua foto tersebut, saya menjadi tersenyum sendiri. not just because we look cute together (haha) tetapi juga karena foto tersebut mengilhami saya akan sebuah filosofi dari suatu hubungan interpersonal.

And what would that be?


menurut saya, sebuah hubungan semestinya dilakukan seperti pemasangan kedua foto tersebut. mungkin setiap orang akan selalu mempunyai kebiasaan dan perilaku mereka masing-masing, pilihan-pilihan pribadi yang mendefinisikan siapa diri mereka, seperti layaknya pilihan saya untuk memasang foto yang berwarna lebih terang dan lebih kontras dan pilihan pacar untuk memasang foto yang memiliki frame.
itu semua adalah pilihan kami masing-masing, yang mungkin tidak sama atau tidak benar-benar sesuai dengan keinginan satu sama lain.

akan tetapi, sebagai pasangan, setiap perbedaan tersebut tidaklah selalu harus diselaraskan satu sama lain, sehingga ada satu pihak yang harus mengikuti atau melakukan penyesuaian besar-besaran agar serupa dengan pihak yang satunya.

sebaliknya, dibandingkan memaksa agar semuanya selalu serupa, mengapa tidak tetap menjadi satu dan menjaga persamaan yang ada sembari memberikan cukup ruang kepada satu sama lain untuk menjadi unik?


secara garis besar, foto kami adalah dua foto yang sama. tetapi jika ada yang mau memperhatikan secara lebih mendetil, maka mereka pasti akan dengan mudah menemukan perbedaan-perbedaan yang ada. perbedaan-perbedaan yang menunjukkan siapa kami sebagai individu, yang kemudian saling memperkaya hidup satu sama lain dan mengajarkan kami akan sesuatu hal yang baru.

yah, saya juga masih harus banyak belajar untuk menerapkan Filosofi foto ini dengan lebih baik lagi. tapi setidaknya, semoga kesadaran akan adanya hal ini bisa menjadi langkah awal untuk memulai proses pembelajaran ya :)


till then, try to make your life as a living school experiences and CHEERS!

Wednesday, March 31, 2010

Memories Through Times

Memory is a way of holding onto the things you love, the things you are, the things you never want to lose.
-Television show The Wonder Years-

sewaktu saya masih duduk di bangku SD dan SMP, saya mempunyai sebuah diary kecil. di dalam diary itu saya menyimpan berbagai macam benda, seperti tiket, undangan ulangtahun, foto, hingga beberapa carik kertas bekas ulangan.
bagi beberapa orang mungkin memang terkesan seperti menimbun sampah, tetapi bagi saya benda-benda tersebut adalah benda-benda yang penting karena penuh berisi dengan kenangan. yap, saya memang menganut quote One man's trashes are another man treasures :)
beberapa benda di diary yang masih saya ingat sampai sekarang diantaranya adalah undangan ulangtahun dari salah satu musuh saya di SD. saya tetap menyimpan undangan tersebut karena benda itu adalah undangan ulangtahun pertama saya di Putt-Putt Golf Senayan, yang saat itu merupakan tempat main golf buat anak-anak yang baru saja dibuka dan sangat ingin saya datangi. berkat musuh saya itu, akhirnya saya bisa bermain kesana haha..

lalu ada juga beberapa carik kertas ulangan matematika yang telah selesai diperiksa oleh teman. saya menyimpan kertas tersebut, karena di atasnya tertera tulisan tangan dari gebetan saya. Yeah, I have my first crush in 6th grade of elementary school. waktu itu dia yang mengoreksi kertas ulangan saya, dan setelah selesai diperiksa olehnya, saya langsung menyimpan baik-baik kertas ulangan tersebut di diari. karena itu adalah salah satu kenangan yang saya miliki dengan gebetan pertama saya :D

balik ke masa sekarang, beberapa minggu yang lalu seorang teman pernah memprotes jumlah sms yang ada di handphone saya. waktu itu saya mengeluh mengenai hape saya yang sering nge-hang, dan saya curiga itu disebabkan karena sms yang jumlahnya lebih dari 1900-an di inbox handphone. mengetahui hal tersebut, teman saya pun langsung menyuruh saya untuk menghapus sms-sms tersebut.

tetapi saya tidak bisa.

karena seperti banyak hal lainnya, bagi saya SMS adalah salah satu bentuk kenangan yang akan selalu saya simpan. yah mungkin tidak semuanya, tetapi ada beberapa sms yang sulit untuk saya hapus, karena pesan-pesan itu berisi ucapan selamat ulangtahun, gosip-gosip dari teman dekat, ataupun obrolan-obrolan lain dari orang-orang yang pernah atau masih menjadi orang-orang terpenting bagi saya. dan saya tidak bisa menghapus memori-memori tersebut.

seperti quote yang ada diatas, bagi saya kenangan memang sebuah cara untuk mempertahankan hal-hal yang saya sayangi, hal-hal yang tidak akan pernah saya relakan untuk hilang, dan
hal-hal yang mendefinisikan saya.
saya yang sekarang, tidak sama dengan saya yang dulu. dan untuk mencapai saya yang sekarang, ada banyak tahapan yang harus saya lalui, banyak pembelajaran yang harus saya jalani, dan semua itu didokumentasikan oleh berbagai benda kenangan yang saya simpan.

Pertama kali saya mengerti mengenai arti rasa suka terhadap lawan jenis, kejadian itu didokumentasikan oleh sebuah boneka anjing berwarna cokelat. boneka itu saya dapat dari gebetan saya di kelas 6 SD pada saat pertukaran kado di perpisahan kelas.
kemudian, pertama kali saya memutuskan bahwa saya menyukai bidang tulis menulis, hal itu terdokumentasikan oleh sebuah kertas folio yang memuat karangan saya mengenai keindahan desa Sukamaju (haha) yang diberi nilai 20, nilai tertinggi untuk ujian mengarang, oleh guru SD saya.

ada seorang teman saya yang bercerita bahwa ketika dia putus dengan pacarnya, maka dia akan membuang semua barang dan menghapus semua sms serta jejak-jejak elektronik lain yang pernah ia peroleh dari mantannya atau yang mengingatkannya akan orang tersebut. bahkan ketika dulu ia pernah marah dengan saya, di kemudian hari dia mengaku bahwa ia telah menghapus semua sms saya dan me-remove saya dari Facebooknya (walaupun kemudian dia meng-add saya kembali pada akhirnya. ckck)
mendengar cerita dia, saya langsung berdecak dalam hati. Wow. hebat sekali ya dia bisa melakukan hal seperti itu. karena kalau saya menjadi dia, saya pasti tidak akan bisa melakukannya.

bukan karena saya masih tidak bisa melupakan 'si mantan' atau berusaha untuk terus berpegangan pada suatu memori tertentu. melainkan karena bagi saya, membuang barang dan menghapus sms seperti itu, sama saja seperti menghilangkan satu bagian besar dari kehidupan saya. sesuatu yang tidak akan bisa saya ulangi lagi di kemudian harinya.
akan ada suatu masa dimana saya bertambah tua dan melupakan beberapa detil-detil kehidupan saya beberapa tahun sebelumnya, sehingga semua barang dan semua tulisan-tulisan yang saya miliki adalah penanda jejak waktu yang telah saya lewati selama ini. interaksi-interaksi yang sedikit atau banyak ikut membentuk kepribadian dan pola berpikir saya.

yah, setiap orang memang mempunyai caranya masing masing untuk menyembuhkan luka mereka dan berusaha untuk bergerak maju lagi. dan saya tidak akan memberikan penilaian bahwa cara dia benar atau salah, karena jika cara itu memang bisa membantunya untuk dengan lebih cepat melupakan pacarnya, then he should do it. because we are the only one (beside God) that know how to handle ourselves, right? :)

sedangkan untuk saya, i'll stick with collecting memories. karena saya percaya, walaupun suatu kejadian meninggalkan bekas yang tidak menyenangkan, nanti pada saatnya akan datang suatu masa dimana saya bisa melihat kembali ke belakang dengan tersenyum, atau bahkan tertawa, dan bersyukur bahwa saya pernah melewati semua itu.

so now, i'll lay my head back down, lift my hands, and say thanks to God. for every mistakes, every happiness, every painful moments, and every joyous times that I've been going trough. and last, let's say CHEERS! :D


Sunday, March 21, 2010

Don't Let Me Fall


I found that songs always have their own way to help me realize or cope with whatever emotions or conditions that I'm going through at some times. And I still finding it amazing how sometimes i accidentally found a song that can describe exactly how i felt.

listening to such a song was just helping me so much to go through some of the worst times i've had in my life. because sometimes, when the world spinning out of your control and no one seems to understand how you really felt, it just feels nice to listen to a song that can describe exactly what you've been going through. And it helped me a lot, to know that there's someone out there who knew how i felt and made a lyrics about that :)

couple of days ago, i found this one song and i get really drawn to it. there's something in the lyrics that just attracted me and made me instantly like the song. so, just check it out.

Don't Let Me Fall by Lenka


underneath the moon, underneath the stars
here's a little heart for you

up above the world, up above it all
here's a hand to hold on to


but if i should break, if i should fall away

what am i to do?

i need someone to take,
a little of the weight
or I'll fall through

Chorus:

you're just the one that i've been waiting for
i'll give you all that i have to give and more
but don't let me fall

take a little time, walk a little line

got the balance right

give a little love, gimme just enough
so that i can hang on tight

we will be alright, I'll be by your side

i won't let you down
but i gotta know, no matter how things go

that you will be around

Don’t let me fall


you'll be the one
that I’ll love forever more

I'll be here holding you high above it all
but don’t let me fall


it's hard to explain why i like this song. i guess it's just that I kinda understand all the uncertainty, the insecurity, and the doubt of wanting to give what we have to someone, but afraid that the other person will not take a good care of it, that this song talked about.

All and all, this is a very nice song with a lovely tunes. Lenka rocks! :)

happy listening, wish you all a lovely love life, and cheers!


Tuesday, March 16, 2010

Cheesy Places to Visit when You Grow Up

what do you think about Monas, Planetarium, Ragunan, Taman Mini, Seaworld, and any other family vacation spots like that?

cheesy?

boring?
too plain-old-ordinary?

akhir-akhir ini saya jadi lebih sering berjalan-jalan dan menghabiskan waktu ke tempat-tempat diatas deh. tempat-tempat liburan keluarga, yang sejujurnya sudah cukup lama tidak pernah saya kunjungi lagi. Kenapa tidak pernah lagi?

Ada banyak alasan, tetapi terutama karena seperti yang saya sebutkan diatas. tempat tersebut bagi saya terlalu identik dengan stigma liburan keluarga masa kecil, lengkap dengan orangtua yang sibuk membawa rantang dan bekal makan siang serta
anak-anak yang tidak pernah bisa berhenti berlari dan berteriak-teriak. sehingga ketika saya bertambah dewasa, tempat-tempat tersebut sudah tidak menarik lagi bagi saya, karena kesannya terlalu 'bocah' sekali, norak, membosankan, dan 'biasa' banget.
ditambah lagi, karena adik saya juga sudah mulai besar, tidak ada lagi anak kecil di keluarga saya yang masih bersemangat untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu. sehingga keluarga saya pun mengalihkan tempat liburan keluarga ke mall-mall terdekat. lebih nyaman, bisa sambil belanja, dan yah, lebih 'gaul' gitu juga deh.

tapi akhir-akhir ini saya jadi mulai mengunjungi lagi beberapa tempat 'cheesy' diatas
dan sejauh ini saya sudah pergi lagi ke Planetarium TIM, Ragunan, dan Seaworld. Namun, kali ini saya tidak pergi dengan keluarga, tetapi dengan si pacar. kalau dulu ada orang yang mengajak saya pergi ke Ragunan, pasti saya sudah mencibir duluan. "Ragunan? duh, itu tempatnya udah ga kerawat, banyak mang-mang dan mbak'e-mbak'e lagi pacaran juga." tetapi ketika kemarin ajakan itu datang lagi, saya berpikir, "kenapa tidak?". begitu juga ketika kami pergi ke Planetarium dan Seaworld.

And you know what, as much as cheesy i thought those places gonna be, it turned out they were quite okay for cheesy places.

I had so much fun!

dulu terakhir kali saya pergi ke Planetarium mungkin sekitar 9 tahun yang lalu. tidak banyak yang saya ingat kecuali kursinya yang bisa ditarik mundur serta layarnya yang berbentuk setengah parabola dan terletak di atas kepala kita.
sehingga ketika saya kesana lagi,
woooowww. my mouth just keep gaped open in amazement. beneran deh. kalau ada orang yang berpikir bahwa planetarium itu membosankan, mereka harus kesini sekali lagi dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa kerennya pertunjukan yang ada di planetarium. pada saat saya duduk di kursi itu, rasanya seperti duduk di suatu alam terbuka dengan langit yang penuh dengan bintang-bintang, suatu pemandangan yang sangat jarang bisa kita lihat di langit Jakarta. tidak hanya bintang-bintang, tetapi kita juga bisa melihat gambar rasi-rasi bintang, planet-planet, dan melihat matahari terbit disepanjang pertunjukan.
ini layar proyektor yang dipakai untuk memproyeksikan filmnya ke atas layar setengah parabola yang terletak diatas kepala kita. bulatan-bulatan itu semuanya adalah lensa proyektornya (did i say it, right?), loh.
*ini gambar satu-satunya yang bisa menggambarkan Planetarium yang saya ambil selama disana. karena pada saat pertunjukannya sudah dimulai kita tidak boleh menyalakan apa-apa lagi yang mengeluarkan cahaya.

there are no other words to describe it, it's just downright cool! And to be able to watch it with a great person beside you, it just a very nice experience :)

setelah ke Planetarium, beberapa hari kemudian saya pergi ke Kebun Binatang Ragunan.
sebenarnya, sebelumnya saya sudah pernah pergi beberapa kali ke tempat ini, tetapi bukan untuk melihat binatang-binatangnya, melainkan untuk berkeliling naik sepeda. sehingga kemarin itu bisa dibilang pertama kali saya ke tempat itu lagi setelah bertahun-tahun tidak pernah benar-benar berjalan-jalan ke Ragunan.
Yah, memang banyak kandang binatangnya yang masih kurang terawat disana-sini, tetapi semuanya tetap menyenangkan kok, apalagi pada saat masuk ke Smutzer, yaitu tempat khusus Primata. We had a good times laughing at those funny monkeys and get mesmerized by how huge the size of a Gorilla in there.












Dan tidak hanya primata saja, tapi saya juga melihat berbagai macam jenis burung (ini pertama kalinya saya melihat burung Flamingo. ternyata mereka benar-benar berwarna pink dan suka berdiri dengan satu kaki ya!),
terpesona dengan warna bulu burung merak yang keren sekali,
dan melihat berbagai jenis ular dan reptil yang sejujurnya membuat saya geli (i hate crawling creatures, erghh).

Lalu, the last cheesy place yang saya datangi adalah Seaworld Ancol, beberapa hari yang lalu. setelah ber-Bolang dengan naik Kopaja, TransJakarta, dan taksi (i know that the way we travelled sounds kinda exhausting, but really, for the sake of the adventure feeling, it was so much fun and exciting!) akhirnya sampailah kami di Seaworld. Horee!
Gak tau kenapa, tapi saya sangat bersemangat untuk pergi ke tempat ini. sejak kecil saya selalu menyukai Ancol. Rasanya seperti ada excitement tersendiri setiap kali mendengar kata 'Ancol'. Bagi saya, kata 'Ancol' selalu berkaitan dengan kata 'liburan', 'jalan-jalan', 'pantai', dan 'Dufan', sehingga setiap kali ada seseorang yang mengajak saya ke Ancol, rasanya sangat bersemangat aja.
ketika baru masuk ke tempat itu, saya langsung disambut oleh sekawanan Piranha.
And you know what, they really eat meat! hahaha..
well, i know that Piranhas Do eat meat, but to be able to watch it by your own eyes, it's just still kinda amazing to me, i guess :D

tidak hanya itu, saya juga melihat Hiu dari berbagai jenis dan ukuran, ikan arapaima yang sangat besar, ikan pari dengan bentuk mulutnya yang lucu itu (ada yang juga merasa bahwa mulut ikan pari itu berbentuk Smiley gak, sih?), satu akuarium yang penuh dengan dancing eel, ikan dugong yang gendut, and lots of colorful fish.


























a


























se
muanya lucu-lucu, semuanya merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan menurut saya proses perjalanan dari Depok ke Ancol yang lumayan ber-Bolang itu cukup terbayar dengan kesenangan selama berada di tempat itu.

waktu saya meng-upload semua foto jalan-jalan saya ke Facebook, ada seseorang di Facebook yang kemudian membuat status
"
klo orang pacaran d kebun biinatang ap kebun ap gtu.. sama aja kaya pacaran d jalanan UI malem2 kali ya.. hehe.. suka ada-ada aj org pacaran.. hehe.."
tidak tahu juga sih, status itu memang dimaksudkan untuk menyindir saya atau hanya kebetulan saja. tetapi karena pada saat itu saya baru saja menaruh foto hasil jalan-jalan saya ke Ragunan di Facebook, tentu saja saya merasa tersindir. sehingga lalu saya membuat komen balasan di status orang itu saja yang mengatakan bahwa Ragunan sudah lebih baik kok, terutama Smutzernya. selain itu, daripada harus selalu pergi ke mall atau tempat sejenisnya, lebih baik mencari tempat lain yang tidak biasa dan tidak membosankan. lagipula, selama kita pergi dengan perasaan senang dan positif, mau pergi kemana pun pasti akan selalu menyenangkan.

buktinya saja, setelah teman-teman saya mengetahui bahwa saya baru pergi ke Planetarium dan Ragunan, mereka malah jadi menanyakan ke saya mengenai tempat-tempat tersebut. bahkan tidak sedikit dari mereka yang dengan serius bertanya ke saya mengenai biaya untuk kesana dan mengatakan bahwa mereka jadi tertarik untuk pergi ke tempat-tempat tersebut setelah mengetahui saya pergi ke sana dan melihat foto-foto yang saya upload ke Facebook.

see? many of us actually want to go there.
but we're all just holding too much pride, we don't want people to know that we go to some cheesy places. but for me, now i learned that as long as I have fun and don't break any laws, i don't care where I go
:D

And in the end, i finally realize that all those places that i called cheesy, they actually weren't so bad.
as long as we want to open our mind and our heart for new experiences and don't hold our expectations too high (yeah, well you can't expect Ragunan to look like Jurong Bird Park in Singapore, can you?), i think no matter where we go, we can always find something fun to do and look everything at their brightest side.

plus, i've got a great guy that made an excellent travelling companion, so there are always something silly to laugh about, something unique to be amazed together, and someone to share smiles and laughs even though the reality wasn't so funny with all the traffic jams, crazy kids running around, and a very hot sun that shine above our head
:)

aah yes.. this is us! :)







*left picture: till now i still have difficulty to decide which one is my boyfriend. is he the one with read hair and a shocked expression at the left side of the picture, or is he the one with the blue jacket and wide smile at the right side of the picture? hmm so hard to differ hehehe :p

jadi, ada yang punya ide lagi untuk tempat-tempat 'cheesy' berikutnya yang bisa saya kunjungi? atau ada yang punya pengalaman mengunjungi tempat-tempat seperti itu? It will be great if you all can share it with me.

till then, happy living your life, stay happy, and cheers! :)


Saturday, February 27, 2010

Principles of Life

sepanjang hidup, ada tiga hal yang menjadi prinsip dan pedoman hidup saya. tiga hal yang saya pegang dengan erat dan tidak akan berubah apapun kondisinya (insya allah), yaitu:
  1. Tidak merokok
  2. Tidak minum alkohol
  3. Menjaga diri sebaik mungkin dan tidak melakukan hubungan yang terlalu jauh dengan seseorang (I mean, physically)
Haha. Yah, agak klise sih memang. tetapi ini adalah tiga hal paling dasar yang saya pegang dengan erat dari dulu. soal prinsip yang pertama, sebenarnya akan mudah saja bagi saya bila saya ingin mencoba rasa rokok, karena beberapa teman disekeliling saya adalah perokok dan sebagian diantara mereka merokok dalam kapasitas yang cukup berat. jika saya penasaran, sebenarnya gampang saja untuk meminta sebatang rokok mereka dan mencobanya. tetapi saya tidak mau dan tidak tertarik sama sekali.
hal ini sepertinya sedikit banyak disebabkan karena saya tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak merokok sama sekali. kakek dan nenek saya tidak merokok, ayah saya pun selama yang saya ingat, tidak pernah sekalipun menghembuskan asap rokok atau membawa aroma rokok ke dalam rumah. dan jangan bertanya tentang ibu saya, dia adalah orang yang cukup vokal dalam masalah memprotes para perokok yang dia temui di tempat makan atau angkutan umum.
ketika melihat para perokok, saya sih tidak mempunyai keberatan apapun karena saya tidak senang menilai atau menghakimi seseorang. asalkan semua keputusan mereka itu dibuat dengan kesadaran penuh akan konsekuensi yang ada, then it will be just fine with me. saya baru akan sangat terganggu jika mereka merokok dengan tidak tahu diri, mengebulkan asap kemana-mana, seakan akan semua orang rela rela saja menghirup karbon monoksida seperti itu. kalau ada orang seperti itu, barulah saya akan keberatan. tetapi selama mereka menghormati hak orang lain yang ingin menghirup udara bersih dan tidak merokok di dekat saya, maka itu hak mereka untuk menikmati tembakau itu.


Lalu bagi yang beragama Islam, pasti tahu bahwa alkohol itu haram hukumnya. saya sendiri belum benar-benar menjalankan semua peraturan agama yang ada, dan tidak terlalu mengerti secara mendalam tentang semua ajaran-ajaran yang ada di dalamnya, tetapi saya tetap berusaha sebaik mungkin untuk menghindari yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan yang diperintahkan-Nya. selain itu alasan kenapa tidak meminum alkohol menjadi suatu hal yang prinsipil bagi saya, adalah karena saya takut menjadi bodoh.
hahaha.. tidak tahu juga sih, apakah memang ada pengaruh langsungnya atau tidak. tetapi saya sudah merasa otak ini semakin menumpul seiring dengan berjalannya usia, sehingga rasanya tidak perlu lagi ditambah asupan alkohol untuk menjadi katalisator dari kebodohan saya. lagipula, saya pernah melihat perilaku salah satu teman yang sedang mabuk, dan kelakuan serta penampilan mereka saat itu benar-benar tidak menggoda saya untuk ikut-ikutan. buat apa minum sesuatu dengan harga yang sangat mahal cuma untuk bangun keesokan harinya dengan mata merah, kulit kering, otak kosong, kepala pusing, dan tidak bisa berfungsi dengan baik selama seharian penuh?



prinsip yang ketiga menurut saya adalah prinsip terpenting yang saya miliki.
sejak kecil, saya mempunyai seorang ibu yang cukup terbuka untuk membicarakan berbagai hal menyangkut pengetahuan seksual dan apa saja yang boleh dan tidak boleh saya lakukan dengan lawan jenis ketika saya besar nanti. ibu kerap kali mengatakan kepada saya bahwa sebagai wanita ada beberapa hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga saya pun tumbuh besar dengan cukup harga diri untuk mengetahui apa yang harus saya jaga dan saya pertahankan dengan sebaik mungkin.
mungkin seiring dengan perkembangan jaman, standar akan batasan-batasan itu akan berubah dan menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan jaman orangtua kita (dimana rasanya sekarang anak SMP pun sudah berani cium-ciuman dengan pacarnya), tetapi tetap saja ada beberapa batasan yang tidak boleh dirubah atau dibuat fleksibel. ada beberapa batasan, terlepas dari norma agama ataupun sosial, yang harus kita simpan untuk diri kita sendiri dan hanya diberikan pada seseorang
nanti, suatu saat di masa depan.

sepanjang hidup saya, ada masa ketika orang mempertanyakan prinsip saya, atau mencoba menggugah saya untuk membelokkan sedikit aturan yang saya miliki. tetapi saya tidak bisa. prinsip-prinsip ini adalah apa yang saya miliki untuk menjalani hidup yang saya punya.

those principles are the ones that define me.
make me who I am right now. And without them, I'll be lost.


saya tidak mau berubah menjadi orang lain. pribadi yang saya sendiri pun tidak bisa mengenalinya. dan itulah yang akan terjadi jika saya melepaskan prinsip yang saya miliki. jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan prinsip yang saya miliki dan tidak terpengaruh dengan omongan orang yang meminta sebaliknya. selain itu, dengan prinsip yang saya miliki lah saya dapat melihat mana teman-teman terbaik saya, yaitu orang yang mau mengerti, memahami, dan menghormati sesuatu yang saya pegang dengan teguh tanpa berusaha mengubahnya.
Dan hal itu jugalah yang akan selalu saya lakukan kepada orang-orang di sekeliling saya. Menghormati dan menerima mereka tanpa berusaha mengubah siapa diri mereka yang sebenarnya, selama itu baik dan tidak merugikan siapa pun :)


happy sunday and cheers, folks! :D


Sunday, February 21, 2010

I'm an extraordinary girl, living an extraordinary life


setiap kali melakukan blog walking ke berbagai macam blog, ada satu tulisan yang sangat sering saya temui. entah itu sebagai judul blog, atau hanya sekedar deskripsi dari profile si pemilik blog, yaitu:

[another] ordinary girl/boy and her/his ordinary life

setiap kali melihat tulisan seperti ini, saya jadi langsung mengerutkan kening deh. kenapa?

Pertama, karena tulisan seperti itu kurang menjual. Blog itu kan seharusnya dibuat sedemikian menarik sehingga banyak orang yang tertarik untuk berkunjung dan membaca. jadi, kalau dari judul blognya saja mengesankan kalau blog ini adalah blog yang biasa-biasa saja dan dibuat oleh orang yang biasa-biasa saja, buat apa saya meluangkan waktu untuk membaca ceritanya? yang sudah tentu isinya pasti biasa-biasa saja dan saya tidak bisa memperoleh apa-apa dari sana.

Lalu alasan kedua dan sekaligus alasan yang paling penting adalah karena menurut saya, We are extraordinary in our own way
.
Mungkin kita bukanlah ilmuwan pencipta robot, dan kita tidak pernah menjadi delegasi yang mewakili indonesia ke ajang internasional, atau seorang publik figur terkenal. tetapi, itu bukan berarti kita tidak mempunyai keunikan tersendiri. bukan berarti kita adalah orang yang biasa-biasa saja.

menurut saya, setiap orang adalah unik dan tidak ada yang sama. menjadi unik dan luar biasa tidak selalu berarti kita harus menjadi seseorang yang mempunyai nama atau prestasi besar dan menjulang, tetapi juga bisa melalui hal-hal kecil yang signifikan. hal-hal yang kecil tetapi bisa menyentuh dan memberi kesan di kehidupan orang lain.

saya mempunyai beberapa orang dekat yang secara kasat mata mungkin terlihat biasa saja, namun bagi saya mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa. dengan menjadi diri mereka sendiri, mereka berhasil menjadi satu pribadi unik yang luar biasa dan tidak bisa disamakan dengan orang lain. contohnya adalah ibu saya. Ibu saya hanyalah seorang pegawai swasta yang tidak pernah menciptakan penemuan apa pun dan tidak pernah memenangkan hadiah nobel. tetapi ia adalah pribadi yang luar biasa dengan kemampuan humornya yang begitu tinggi. Ia adalah seseorang yang tidak pernah tua di mata saya karena sifatnya yang selalu senang tertawa dan membuat lelucon. dengan kepribadiannya ini, dia selalu mempunyai banyak teman dan sering menjadi pusat perhatian setiap kali kami berkumpul bersama keluarga besar atau pun dengan teman-temannya yang lain.
mungkin ada banyak orang lucu dan humoris lainnya di dunia ini, tetapi tetap tidak akan ada yang bisa menyamai ibu saya, karena dengan kepribadiannya dia telah membentuk keluarga dimana saya berada hingga menjadi seperti yang saya miliki sekarang. keluarga yang penuh dengan keterbukaan, dimana kata 'sungkan' serta 'birokrasi' tidak mempunyai tempat diantara kami :)

jadi, menurut saya tidak ada orang yang ordinary di dunia ini. setiap orang memiliki ciri khas mereka masing-masing, seperti sidik jari yang tidak pernah sama satu sama lain, kita semua meninggalkan jejak kita yang unik ke dalam setiap kehidupan yang kita sentuh. dengan menjadi diri kita sendiri, kita memberikan warna yang beragam kepada kehidupan yang ada disekeliling kita. melengkapi mereka dengan keunikan yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain.

So now I'm gonna say that,

I am an extraordinary Girl and I am living an extraordinary LIFE!
And this is an Extraordinary Blog, that hopefully will give you something and touch your life in a way that any other Blogs can't ;)

p.s: it's okay to be a little narcissistic once in a while, because it helps us boost the self-esteem which in turn helps us to believe in the power and abilities we have within us.


let's cheers and happy living your life, folks! :)

Friday, February 5, 2010

If You Get Stuck, Move On! :)

Beberapa hari terakhir ini saya sering kali berbincang bersama beberapa orang dengan topik obrolan yang hampir sama. Soal gebet menggebet, suka menyuka, dan konsep jodoh. hmm ya ya, obrolan yang menarik bukan? :D

dari banyak sesi obrolan yang menggunakan berbagai macam media (chat, ngobrol langsung, ym-an), pada dasarnya teman-teman saya ini mempunyai satu masalah yang sama. mereka stuck pada satu orang dan tidak bisa bergerak maju.
atau memutuskan untuk tidak bergerak maju.

contoh pertama adalah salah seorang teman saya yang sudah menyukai seseorang dalam waktu yang cukup lama. saya sendiri sebenarnya masih tidak mengetahui secara persis seberapa besar kadar rasa suka teman saya ini terhadap orang tersebut. Tetapi yang jelas ia cukup menyukai orang ini untuk menjadikan orang tersebut subyek obrolan rutin ketika kami bisa bertemu satu sama lain dan secara berkala selalu mengetahui perkembangan terbaru dalam hidup orang tersebut. tetapi walaupun teman saya ini selalu berusaha untuk tidak sepenuhnya kehilangan jejak orang tersebut, ia selalu melakukannya dengan implisit dan pasif. seringkali saya menyarankan padanya untuk menghubungi orang tersebut kembali, setidaknya sekedar untuk menanyakan kabar, agar orang itu juga tidak sepenuhnya melupakan dia dan siapa tahu justru bisa ditingkatkan menjadi hubungan yang lebih intens lagi.
Tapi dia tidak mau melakukannya. alasannya karena malu lah, tidak enak lah, dan lain sebagainya.
lalu karena dia tidak mau melakukan itu, kemudian saya menyarankan kepada dia untuk mulai mencari seseorang yang lain, dimana dia bisa membina hubungan yang berjalan dua arah, dan bukannya hanya keinginan yang berasal dari satu pihak saja. seseorang dimana dia bisa mempunyai hubungan interpersonal yang sesungguhnya dan bukan hanya sekedar pelampiasan rasa suka dan pengamatan yang dilakukan dari kejauhan.
Ia kemudian mengatakan kepada saya bahwa, tenang saja. Itu memang hal yang akan dia lakukan. Jika nanti dia menemukan seseorang yang bisa membuatnya benar-benar suka, ia akan melupakan gebetannya yang sekarang. tetapi, sampai waktu itu datang, dia akan bertahan dengan orang yang ini dulu.

Contoh kedua berasal dari status yang saya baca di Facebook teman saya dan juga notes teman saya yang lainnya. di status dan notes itu pada intinya mereka menulis bahwa mereka telah mencintai seseorang untuk waktu yang cukup lama, dan mereka akan terus mencintai orang tersebut, bahkan jika harus menunggu seumur hidup agar orang tersebut membalas perasaan mereka.
Tulisan kedua teman saya ini merupakan inti percakapan yang sama yang disampaikan beberapa teman yang lain kepada saya. mereka bercerita bahwa mereka merasa telah menemukan seseorang yang mereka cari selama ini, dan walaupun orang tersebut tidak dapat membalas perasaan mereka saat ini, mereka akan terus menunggu. dan berharap.
Tetapi sayangnya, penantian itu dilakukan dalam diam, tanpa adanya usaha untuk melakukan sesuatu.

mendengarkan cerita mereka, saya jadi mulai berpikir.
di satu sisi, memang kisah tentang seseorang yang menunggu orang yang mereka sukai akan terdengar sangat romantis dan penuh dengan pengorbanan.
tetapi apakah itu adalah hal yang terbaik yang seharusnya dilakukan oleh seseorang?

Mungkin saya adalah tipe orang yang lebih bersifat realistis dibandingkan romantis dalam hal seperti ini, karena bagi saya Hidup harus
selalu terus berjalan. Jika kita tidak bisa memperoleh satu hal yang sangat kita inginkan, daripada terus terpaku dan memandangi hal tersebut dengan obsesi yang tidak sehat, kenapa kita tidak mencoba mengalihkan pandangan dan mencari hal lain (yang mungkin pada awalnya tidak terlintas di pikiran kita) yang memang boleh kita miliki?
Who knows, that second best thing might turned out to be the very best for us. The one that we need the most :)

Ketika teman saya berkata bahwa dia akan melupakan orang yang dia sukai saat ini segera setelah dia bisa menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatiannya, yang terlintas di kepala saya pertama kali adalah buka hati. ketika itu saya berpikir, bagaimana ia bisa menyukai orang lain jika saat ini didalam kepalanya ia masih terpaku dengan orang yang lama?
menurut saya dalam hal jodoh-berjodoh ini, tidak bisa disamakan dengan menunggu durian runtuh. 'Bluk!', tiba-tiba langsung muncul seorang pria tampan dermawan dihadapan kita yang bisa membuat kita jatuh cinta dalam sekejap dan mengalihkan hati kita dari orang lain. karena seperti hal-hal lain di dalam hidup, perlu
ada usaha yang dilakukan oleh kita untuk menemukan dan mendapatkan seseorang.
Bukan berarti juga kita harus jungkir balik pontang panting untuk memperoleh perhatian mereka, karena justru jika kita harus berusaha terlalu keras didalam sebuah hubungan, maka mungkin sebenarnya that relationships doesn't meant to be. because relationships suppose to be easy and fun. Not hard and exhausting.

Maksud dari Usaha saya disini adalah yang pertama, kita harus berusaha membuka hati. bagaimana bisa kita berharap untuk menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatian kita, jika selama ini kita berjalan dengan kacamata kuda? Hanya terfokus pada satu orang yang sama dan mengacuhkan yang lain.
cobalah mengenal berbagai macam orang lebih jauh, temukan apa yang menarik dari mereka dengan pandangan yang lebih obyektif, dan jangan takut jika ada kesempatan yang datang.
dan ketika kita akhirnya menemukan orang lain yang bisa mengalihkan pandangan kita, jangan takut untuk menyapanya. untuk mengenalnya lebih jauh. untuk membuatnya sadar, bahwa kita ada dan menjadi bagian yang konstan dari kesehariannya. seperti yang ditulis oleh teman kampus saya di notes Facebooknya,
dan gadis itu berlari menghambur padaku, sesenggukan ia berkata "aku ingin dia mencintaiku"
aku tersenyum lirih, setengah berbisik "dia harus tahu bahwa kau benar-benar ada"
Penantian tidak akan berarti apa-apa jika bahkan orang yang kita tunggu tidak mengetahui keberadaan kita dan kenyataan bahwa kita menunggu mereka.
Selain itu kenapa kita harus menunggu sesuatu disaat di luar sana masih ada banyak orang lain yang mungkin lebih baik, yang menyadari keberadaan kita, dan memandang kita dengan cara yang sama seperti kita memandang mereka?

I once read that Life is just like a bicycle. to keep it in balance all the time, you have to keep moving. Jadi saat kita jatuh, saat kita memperoleh kekecewaan, atau saat kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, teruslah bergerak maju dan jangan terpaku dengan kegagalan tersebut. You can either try to do it again -in a better way this time- or set another goal, but whatever it is, the only thing you cannot do is being static and stand still with nowhere to go.

So, let's just live our life with a full speed ahead. never stop, never hesitate, take risks, and do your best with what you've got :)


oh, and although it's a week faster, I wanna say
HAPPY VALENTINE'S DAY!
Let's keep spreading Love and I wish you a lovely month surrounded by your lovely ones :))


Cheers!