Showing posts with label friendships. Show all posts
Showing posts with label friendships. Show all posts

Sunday, March 25, 2012

One Thing That's Real

So many changes happened in life, lately. New friends, new environments, and new challenges to conquer. 
in the past, i always have a group of bestfriends to talk to. people who listen to my rambling, no matter how random they were. we love and sometimes despise each other because the too-often frequency of our meetings. but at least with them, i don't have to tiptoe around, trying to find some opening for me to come inside. because no matter what, they always welcomed me. i'm one of them. i belong there. just like your own home, where you don't have to knock the door and push the bell button to come inside.

but lately, i feel so fake. so isolated. so lonely, that when i think again, i don't really have bestfriends now. of course, there are friends. good friends to talk to, joke around, and spend some good times. but it's different. because with them, i feel like i have to tiptoe around. waiting for them to signaling me and say, "yes, you may come inside". we talk a lot, and sometimes sharing our secrets and pieces of mind. talking about past, present, and hope. but, they are not the people i run into when i feel sad and whom i seek comfort when some things get tough.

it's kinda lonely sometimes. it makes me think, to whom i'm gonna seek help when someday i need it? but then, there's one name come up. one person who always there, giving comfort and consolation. a person who listens to all my rambling, and laughing even to the most not funny, silly imaginations that i have. he accept me for who i am and open his door all the time. to him, i don't have to knock any door, because i always welcomed. i belong there. and he is my home. thank you for being a great boyfriend, and foremost, the very best friend a girl could ask, Jangkung :)


Saturday, June 11, 2011

June Chapter

June came. 
and it brings along new promises and hopes of happiness and love.
i started a new chapter of life in this month.
11th June, 2011 to be exact :)

there are so many tales and stories that i want to share.

but it seems that i never have enough time to write it down.
so in this very short time i have, i just want to share this.
to memorize one more memory of happiness.

life comes with its ups and downs.

and while i had my downs,
i have my ups now.
God has been kind to me.

as i told you before, Semarang has give me a lot of blessing.

it gives me friends and adventures.
amazing trips to towns around Middle Java with an old Jeep,
riding the road with the windows open and laughter in the background.

and most importantly, it gives me companionship.

along with the friendships that grew 
and the love of exploring towns and having fun, i'm falling.
falling for what? i haven't found the words to describe what we have.

all i know is,
the hours and nights we spent in conversations,

the witty banter we threw at each other,
the comfortable silence we enjoy,
and the reluctance to come home when it's time,
i don't want to lose it.

so, hello Agi Gilang Pratama :)
Hello June.
may happiness, certainty, and love surround us.


cheers! 

Wednesday, December 23, 2009

Tolong Saya!


It's Time for Me to Stop.


Saya benar-benar ingin berhenti menulis tentang dia.
Tetapi saya tidak bisa.
Karena ada begitu banyak yang masih tersimpan di dalam.
Dan saya perlu mengeluarkannya.
Saya tahu saya harus berhenti menuliskan hal seperti ini di media publik.
Saya masih ingat perkataan dia untuk tidak mengumbar permasalahan pribadi di media online.
Saya sangat tahu dengan kebiasaan dia untuk menulis status-status social site yang sangat pendek dan simpel.

Tetapi saya tidak bisa.

Karena saya perlu menuangkan semua ini.
Mengubah pikiran-pikiran abstrak menjadi struktur-struktur kalimat.
Agar saya lega.
Agar saya bebas.
Agar saya terlepas dari beban bayangan akan dia.
Agar suatu hari nanti, di saat kami bertemu lagi,
Saya bisa benar-benar menjadi temannya.

Benar-benar seorang teman yang peduli kepada kamu.
Tetapi tidak peduli dengan cara seperti yang dulu saya miliki kepada kamu.
Dan tentunya, agar saya bisa menjadi seorang teman yang tidak seperti
Ada Udang dibalik Bakwan.

(Itu kan yang dulu sering kamu ceritakan ke saya?)

Percayalah, pada saat kita bertemu lagi, saya tidak akan seperti itu.
Saya tidak akan seperti Si Udang dibalik Bakwan yang tidak kamu suka itu.
Karena saya mampu mendeferensiasi emosi.
Membedakan dan menetapkan batasan.
Bahkan mungkin lebih baik dari kamu.

Karenanya, saat ini biarkanlah saya menulis sedikit lebih banyak lagi tentang kamu.
Agar saya bisa mengeluarkan semua.
Agar saya bisa melupakan.
Bukan pengalamannya, tetapi emosinya.
Agar saya bisa menjadi teman kamu.
Teman kamu yang sesungguhnya.
Sehingga kamu tidak usah lagi menghindari saya.


cheers.

Saturday, December 12, 2009

Life's Easy because They Get My Back

"Yaudah de. Emang kenapa sih kalau dia udah gak ada lagi? Kenapa lo sebegitunya butuh dia untuk jadi tempat bersandar? Lo tuh masih punya banyak teman-teman lain yang bisa lo mintain bantuan, yang masih peduli sama lo. Bukan cuma dia doang."

gue lagi iseng-iseng membuka blog lama gue yang sempat menjadi tempat sampah sementara dahulu kala di suatu masa, saat gue sedang menghadapi suatu masalah tidak menyenangkan dan sangat perlu tempat untuk menumpahkan semuanya. ketika sedang membaca-baca ulang, gue pun menemukan kembali satu postingan dimana didalamnya terdapat potongan kalimat diatas.

kalimat diatas itu diucapkan oleh sahabat-bat-bat gue (untuk menekankan seberapa sahabatnya dia untuk gue hehe), si Adjie. waktu itu, di jaman dahulu kala, ada masa dimana gue sedang berada di titik terendah sepanjang sejarah kehidupan remaja dan dewasa muda gue dan untuk pertama kalinya gue baru menyadari "ooh, begini ya rasanya kehilangan seseorang."

waktu itu gue menceritakan ke Adjie tentang bagaimana gue merasa kehilangan pegangan, bagaimana gue merasakan ketakutan untuk sendiri, dan gue sangat tidak ingin kehilangan apa yang telah gue punya selama ini. Setelah gue mengeluh sekian lama, akhirnya dia mengatakan hal diatas dan akhirnya perkataan dia membuat gue jadi tersadar bahwa I've Got Friends.

Ya, pada saat itu gue merasa kehilangan seseorang. A significant other dalam hidup gue yang mempunyai arti sangat penting. Tetapi disaat yang bersamaan dengan orang tersebut pergi, gue kemudian menemukan (atau menyadari) bahwa ada banyak orang lain yang masih mau berada disamping gue.

terutama di masa-masa suram itu.

ketika gue dengan sangat sering terus mengeluh, marah, meratap, dan bertanya-tanya kebingungan mengenai perubahan yang terjadi didalam hidup gue, mereka (teman-teman gue) terutama para sahabat-bat-bat gue yang lain si Angky dan si Citra dengan begitu baiknya terus mendengarkan semuanya. mereka membiarkan gue mengeluarkan semua kesedihan dan ketakutan yang gue rasakan, suatu hal yang sangat perlu gue lakukan di saat itu.

sehingga kemudian gue jadi menyadari bahwa ternyata gue masih mempunyai banyak orang disamping gue yang peduli seperti yang dikatakan Adjie. tidak hanya ketiga sahabat baik gue itu, tetapi juga teman-teman gue yang lain, yaitu mereka yang tanpa harus gue beritahu langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak menyenangkan sedang terjadi pada gue, mereka yang tanpa ditanya terlebih dahulu sudah menanyakan kabar gue, mereka yang disaat gue sudah
speechless mau memberikan senyuman dan tepukan di punggung, dan mereka yang dengan suka rela meminjamkan kupingnya dan bersedia memberikan berbagai saran dan nasihat walaupun kebanyakan dari mereka tidak benar-benar tahu detil masalah yang saat itu sedang gue hadapi (hehe).

tapi bentuk perhatian itu berarti sangat besar bagi gue.

Karena ketika hidup sedang tidak menyenangkan, ketika hidup membuat diri kita merasa sangat lemah, dan ketika hidup membuat kita merasa takut untuk menjadi sendiri, sangat menyenangkan rasanya untuk tahu bahwa ada orang-orang disamping kita yang tidak pernah pergi dan selalu ada untuk mengingatkan kita agar selalu menjadi kuat.

Untuk hal yang terakhir ini, gue harus mengucapkan terima kasih yang sangat banyak ke Citra karena dia yang selalu mengingatkan gue akan hal tersebut. Ada masa dimana luka yang gue miliki itu masih berdarah-darah dan emosi yang gue rasakan juga masih sangat kuat sehingga yang ingin gue lakukan hanyalah menggunakan semua media yang tersedia untuk mencurahkan apa yang gue rasakan. di saat itu gue banyak nulis di berbagai media online (dulu masih jaman Friendster juga deh sepertinya haha) tentang semuanya dan kadangkala itu jadi memberikan kesan bahwa gue adalah orang yang lemah.

tetapi untungnya
I've got friend (oh yes I've got a friend !) yang bilang bahwa "lo gak boleh nulis seperti itu de. lo harus jadi orang yang kuat dan bahwa lo baik-baik aja", dan ucapan si Citra benar-benar membantu gue untuk meyakinkan diri gue bahwa
"yeah, okay. I'm fine. maybe not perfectly healed, but I will be. Soon I will be just fine."

oleh karenanya, sekarang gue sangat menyadari bahwa
anyone else may come and go, but true friends? They stick forever.
dan seperti mereka, gue juga akan selalu ada untuk para sahabat-bat-bat gue itu :)

ini beberapa teman-teman terbaik dan sahabat-bat-bat saya :)

because with friends, life is easy.
why?
life is easy, because they get my back.
and I'll always get your backs as well, guys.

cheers!


Tuesday, December 8, 2009

United in Diversity


beberapa hari yang lalu gue sempat mengobrol dengan salah satu teman gue.
biasalah, awal pembicaraan dimulai dengan curhatan dari gue mengenai keadaan hidup akhir-akhir ini yang sepertinya sedang mengalami degradasi menuju titik paling menyebalkan.

tapi kemudian, kita akhirnya mulai berbicara tentang kehidupan dia, sampai akhirnya gantian dia yang jadi cerita ke gue. sebenarnya gue sudah cukup mengenal dia untuk waktu yang lumayan lama, sehingga sedikit banyak gue sudah mengetahui beberapa hal mengenai kehidupannya.
tetapi lalu sesi cerita gue dengan dia hari itu benar-benar mengubah pemikiran gue dan membuat gue sadar bahwa ternyata manusia mempunyai banyak sisi yang
tidak kita ketahui.

di malam itu gue mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat orang yang selama ini menjadi teman gue. dan gue merasa sangat terhormat, karena dia mau mempercayakan kisah hidupnya yang itu ke gue. menurut gue, apa yang dia ceritakan bukanlah suatu hal yang bisa dengan mudahnya dibagi kepada banyak orang. dan kenyataan itu juga bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah diterima oleh semua orang, terutama di lingkungan kita berada dimana banyak orang yang skeptis, berpikiran tertutup, dan terlalu mendikotomikan manusia kedalam banyak kelompok.

setelah dia menceritakan semuanya, dia nanya ke gue, bagaimana pendapat gue tentang dia? apakah sekarang menjadi berubah karena gue sudah mengetahui satu fakta baru tentang dirinya?


dan kemudian gue menjadi berpikir. hmm, kaget mungkin iya, pada awalnya. itu reaksi normal yang dialami semua orang pada saat mendengar suatu kabar baru yang dia enggak tahu sebelumnya.

tapi setelah itu, gue mencoba berpikir lagi, bagaimana perasaan gue yang sebenarnya, dan ternyata..

biasa aja.


karena menurut gue, semua orang,
at some point, pasti berbeda dari orang lainnya. entah dalam hal suku, ras, agama, pilihan, kepercayaan, atau warna kulit. perbedaan yang satu dengan perbedaan yang lainnya menurut gue tidak berbeda jauh, karena hal tersebut hanyalah masalah pilihan yang dibuat oleh masing-masing individu. selama lo membuat pilihan itu dengan kesadaran akan konsekuensinya dan siap untuk bertanggung jawab, it will always fine by me.

kebahagiaan bisa datang dengan berbagai bentuk, dan selama sesuatu membuat orang bahagia dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, menurut gue enggak ada alasan bagi gue untuk menilai positif atau negatif seseorang.

bhinneka tunggal ika.

united in diversity
.

taken from:
www.sanjoseca.gov/newCityHall/publicart/photos/floats/diversityL.jpg


setiap orang berbeda, dan kewajiban buat kita semua untuk selalu menghargai perbedaan itu.
just put ourselves in others shoes, and we'll understand about their positions better. dan sekarang disaat teman gue itu bahagia karena keadaaannya, karena dia akhirnya menemukan seseorang yang bisa menerima dan menyukai keadaannya, gue pun ikut bahagia buat dia.
romance always the best part of human life.

dan semoga, walaupun dengan cara yang sedikit berbeda, gue juga bisa menemukan kebahagiaan karena menemukan seseorang, seperti yang dialami oleh teman gue itu. :)


so, cheers for you.

cheers for me.

and cheers for us all! :))