Sunday, March 21, 2010

Questions Much (?)


there are times when so many thought crossed your head.
and so many questions flying in your mind.

what?
when?
where?
why?
who?
how?

and you can't help yourself, but to start spluttering those words.
because you just need to know.
because sometimes you just want to understand.
and it's a hard thing to do, when all you've got is just glimpse of short pictures.
puzzles that you can't put down together,
when all you're trying to do is getting the whole picture.

and sometimes,
you keep blabbering those questions,
because you wanna get the reciprocity act.
to be told, the way you always trying to tell your part. your life.
because you realize.
about how different it is.
a two very different world with diversities, and not similarities, to unite both.
and so you're trying to sneak a peek.
to get into.
to become a part of something.
something that matters a lot to you.

and that's why so many questions flying by.
because that was the effort.
an effort to make a bridge.
so everyone can cross over conveniently into both of these two worlds.

communicate
.

Tuesday, March 16, 2010

Cheesy Places to Visit when You Grow Up

what do you think about Monas, Planetarium, Ragunan, Taman Mini, Seaworld, and any other family vacation spots like that?

cheesy?

boring?
too plain-old-ordinary?

akhir-akhir ini saya jadi lebih sering berjalan-jalan dan menghabiskan waktu ke tempat-tempat diatas deh. tempat-tempat liburan keluarga, yang sejujurnya sudah cukup lama tidak pernah saya kunjungi lagi. Kenapa tidak pernah lagi?

Ada banyak alasan, tetapi terutama karena seperti yang saya sebutkan diatas. tempat tersebut bagi saya terlalu identik dengan stigma liburan keluarga masa kecil, lengkap dengan orangtua yang sibuk membawa rantang dan bekal makan siang serta
anak-anak yang tidak pernah bisa berhenti berlari dan berteriak-teriak. sehingga ketika saya bertambah dewasa, tempat-tempat tersebut sudah tidak menarik lagi bagi saya, karena kesannya terlalu 'bocah' sekali, norak, membosankan, dan 'biasa' banget.
ditambah lagi, karena adik saya juga sudah mulai besar, tidak ada lagi anak kecil di keluarga saya yang masih bersemangat untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu. sehingga keluarga saya pun mengalihkan tempat liburan keluarga ke mall-mall terdekat. lebih nyaman, bisa sambil belanja, dan yah, lebih 'gaul' gitu juga deh.

tapi akhir-akhir ini saya jadi mulai mengunjungi lagi beberapa tempat 'cheesy' diatas
dan sejauh ini saya sudah pergi lagi ke Planetarium TIM, Ragunan, dan Seaworld. Namun, kali ini saya tidak pergi dengan keluarga, tetapi dengan si pacar. kalau dulu ada orang yang mengajak saya pergi ke Ragunan, pasti saya sudah mencibir duluan. "Ragunan? duh, itu tempatnya udah ga kerawat, banyak mang-mang dan mbak'e-mbak'e lagi pacaran juga." tetapi ketika kemarin ajakan itu datang lagi, saya berpikir, "kenapa tidak?". begitu juga ketika kami pergi ke Planetarium dan Seaworld.

And you know what, as much as cheesy i thought those places gonna be, it turned out they were quite okay for cheesy places.

I had so much fun!

dulu terakhir kali saya pergi ke Planetarium mungkin sekitar 9 tahun yang lalu. tidak banyak yang saya ingat kecuali kursinya yang bisa ditarik mundur serta layarnya yang berbentuk setengah parabola dan terletak di atas kepala kita.
sehingga ketika saya kesana lagi,
woooowww. my mouth just keep gaped open in amazement. beneran deh. kalau ada orang yang berpikir bahwa planetarium itu membosankan, mereka harus kesini sekali lagi dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa kerennya pertunjukan yang ada di planetarium. pada saat saya duduk di kursi itu, rasanya seperti duduk di suatu alam terbuka dengan langit yang penuh dengan bintang-bintang, suatu pemandangan yang sangat jarang bisa kita lihat di langit Jakarta. tidak hanya bintang-bintang, tetapi kita juga bisa melihat gambar rasi-rasi bintang, planet-planet, dan melihat matahari terbit disepanjang pertunjukan.
ini layar proyektor yang dipakai untuk memproyeksikan filmnya ke atas layar setengah parabola yang terletak diatas kepala kita. bulatan-bulatan itu semuanya adalah lensa proyektornya (did i say it, right?), loh.
*ini gambar satu-satunya yang bisa menggambarkan Planetarium yang saya ambil selama disana. karena pada saat pertunjukannya sudah dimulai kita tidak boleh menyalakan apa-apa lagi yang mengeluarkan cahaya.

there are no other words to describe it, it's just downright cool! And to be able to watch it with a great person beside you, it just a very nice experience :)

setelah ke Planetarium, beberapa hari kemudian saya pergi ke Kebun Binatang Ragunan.
sebenarnya, sebelumnya saya sudah pernah pergi beberapa kali ke tempat ini, tetapi bukan untuk melihat binatang-binatangnya, melainkan untuk berkeliling naik sepeda. sehingga kemarin itu bisa dibilang pertama kali saya ke tempat itu lagi setelah bertahun-tahun tidak pernah benar-benar berjalan-jalan ke Ragunan.
Yah, memang banyak kandang binatangnya yang masih kurang terawat disana-sini, tetapi semuanya tetap menyenangkan kok, apalagi pada saat masuk ke Smutzer, yaitu tempat khusus Primata. We had a good times laughing at those funny monkeys and get mesmerized by how huge the size of a Gorilla in there.












Dan tidak hanya primata saja, tapi saya juga melihat berbagai macam jenis burung (ini pertama kalinya saya melihat burung Flamingo. ternyata mereka benar-benar berwarna pink dan suka berdiri dengan satu kaki ya!),
terpesona dengan warna bulu burung merak yang keren sekali,
dan melihat berbagai jenis ular dan reptil yang sejujurnya membuat saya geli (i hate crawling creatures, erghh).

Lalu, the last cheesy place yang saya datangi adalah Seaworld Ancol, beberapa hari yang lalu. setelah ber-Bolang dengan naik Kopaja, TransJakarta, dan taksi (i know that the way we travelled sounds kinda exhausting, but really, for the sake of the adventure feeling, it was so much fun and exciting!) akhirnya sampailah kami di Seaworld. Horee!
Gak tau kenapa, tapi saya sangat bersemangat untuk pergi ke tempat ini. sejak kecil saya selalu menyukai Ancol. Rasanya seperti ada excitement tersendiri setiap kali mendengar kata 'Ancol'. Bagi saya, kata 'Ancol' selalu berkaitan dengan kata 'liburan', 'jalan-jalan', 'pantai', dan 'Dufan', sehingga setiap kali ada seseorang yang mengajak saya ke Ancol, rasanya sangat bersemangat aja.
ketika baru masuk ke tempat itu, saya langsung disambut oleh sekawanan Piranha.
And you know what, they really eat meat! hahaha..
well, i know that Piranhas Do eat meat, but to be able to watch it by your own eyes, it's just still kinda amazing to me, i guess :D

tidak hanya itu, saya juga melihat Hiu dari berbagai jenis dan ukuran, ikan arapaima yang sangat besar, ikan pari dengan bentuk mulutnya yang lucu itu (ada yang juga merasa bahwa mulut ikan pari itu berbentuk Smiley gak, sih?), satu akuarium yang penuh dengan dancing eel, ikan dugong yang gendut, and lots of colorful fish.


























a


























se
muanya lucu-lucu, semuanya merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan menurut saya proses perjalanan dari Depok ke Ancol yang lumayan ber-Bolang itu cukup terbayar dengan kesenangan selama berada di tempat itu.

waktu saya meng-upload semua foto jalan-jalan saya ke Facebook, ada seseorang di Facebook yang kemudian membuat status
"
klo orang pacaran d kebun biinatang ap kebun ap gtu.. sama aja kaya pacaran d jalanan UI malem2 kali ya.. hehe.. suka ada-ada aj org pacaran.. hehe.."
tidak tahu juga sih, status itu memang dimaksudkan untuk menyindir saya atau hanya kebetulan saja. tetapi karena pada saat itu saya baru saja menaruh foto hasil jalan-jalan saya ke Ragunan di Facebook, tentu saja saya merasa tersindir. sehingga lalu saya membuat komen balasan di status orang itu saja yang mengatakan bahwa Ragunan sudah lebih baik kok, terutama Smutzernya. selain itu, daripada harus selalu pergi ke mall atau tempat sejenisnya, lebih baik mencari tempat lain yang tidak biasa dan tidak membosankan. lagipula, selama kita pergi dengan perasaan senang dan positif, mau pergi kemana pun pasti akan selalu menyenangkan.

buktinya saja, setelah teman-teman saya mengetahui bahwa saya baru pergi ke Planetarium dan Ragunan, mereka malah jadi menanyakan ke saya mengenai tempat-tempat tersebut. bahkan tidak sedikit dari mereka yang dengan serius bertanya ke saya mengenai biaya untuk kesana dan mengatakan bahwa mereka jadi tertarik untuk pergi ke tempat-tempat tersebut setelah mengetahui saya pergi ke sana dan melihat foto-foto yang saya upload ke Facebook.

see? many of us actually want to go there.
but we're all just holding too much pride, we don't want people to know that we go to some cheesy places. but for me, now i learned that as long as I have fun and don't break any laws, i don't care where I go
:D

And in the end, i finally realize that all those places that i called cheesy, they actually weren't so bad.
as long as we want to open our mind and our heart for new experiences and don't hold our expectations too high (yeah, well you can't expect Ragunan to look like Jurong Bird Park in Singapore, can you?), i think no matter where we go, we can always find something fun to do and look everything at their brightest side.

plus, i've got a great guy that made an excellent travelling companion, so there are always something silly to laugh about, something unique to be amazed together, and someone to share smiles and laughs even though the reality wasn't so funny with all the traffic jams, crazy kids running around, and a very hot sun that shine above our head
:)

aah yes.. this is us! :)







*left picture: till now i still have difficulty to decide which one is my boyfriend. is he the one with read hair and a shocked expression at the left side of the picture, or is he the one with the blue jacket and wide smile at the right side of the picture? hmm so hard to differ hehehe :p

jadi, ada yang punya ide lagi untuk tempat-tempat 'cheesy' berikutnya yang bisa saya kunjungi? atau ada yang punya pengalaman mengunjungi tempat-tempat seperti itu? It will be great if you all can share it with me.

till then, happy living your life, stay happy, and cheers! :)


Thursday, March 11, 2010

Liar, Liar. You're Pants will be on Fire


so here I am, tonight. sit in front of my laptop and open my facebook account.

as I am scrolling through friends' profiles and trying to catch up with what's happen with their life now,
I stumbled into a profile of someone that i ever know at some times in my life.

and after looking through that profile tonight, i just feel really grateful.
i feel really thankful to God.
To life.
to path of life that has lead me here, to where i belong now.

i've been going through some of pretty painful journeys
and along those paths i met people.
people whom i thought was my friends.
people whom i thought was great.
people whom i thought was where my happiness laid.

but then, life changed its course.
or maybe, it's people who changed their courses.
and i got left behind. weeping, asking why, and thinking that i've lost what was good for me.

but, now.
looking back to those times again.
and catching up with people's lives and seeing the way they treat things and other people in their lives.
I am so glad that i was not a part of them anymore.
I am so glad that life changed its course on me.
and separated me from those whom i thought was good for me.
because now, i can see that those goodness was nothing but a tricky deceitfulness that was hidden behind an impressive mask. a lie.
and they said that liar, liar. the pants on fire.
so let's hope that there will be fire on the liar's pants :)

and now. while sitting behind this laptop and thinking around.
once again, i'm just so glad. so thankful. and grateful.
to be where I am now.
surrounded by the very best people i've known.
bestfriends who always ally with me in the time when the deceiver came and tricked me.
friends who taught me the cold hard truth and slapped me so i could woke up.
and the big lovely man who came along in the end, offering me a safe haven.

they are the ones that are true.
with them, there are no guessing, hiding, pretending, and scrambling around trying to keep both of my feet on the ground and not falling apart.

i wouldn't erase the past with all of its sweet-bitterness and hard lessons.
and i will keep cherish the present that i live now. savoring the life with its spices.
and hopefully as the time makes me grow older, there will be more and more lessons to smartened me into a point where i know how to prevent the past from repeating itself.

wow, tonight was quite a night.
it's amazing how deliberating it feels to know and to be able to laugh at something that used to cause you so much pain.
but now, it's nothing but a midnight entertainment for me.
hmm.. what a great night..

good night for now, guys. cheer up, will ya? :D


Saturday, February 27, 2010

Principles of Life

sepanjang hidup, ada tiga hal yang menjadi prinsip dan pedoman hidup saya. tiga hal yang saya pegang dengan erat dan tidak akan berubah apapun kondisinya (insya allah), yaitu:
  1. Tidak merokok
  2. Tidak minum alkohol
  3. Menjaga diri sebaik mungkin dan tidak melakukan hubungan yang terlalu jauh dengan seseorang (I mean, physically)
Haha. Yah, agak klise sih memang. tetapi ini adalah tiga hal paling dasar yang saya pegang dengan erat dari dulu. soal prinsip yang pertama, sebenarnya akan mudah saja bagi saya bila saya ingin mencoba rasa rokok, karena beberapa teman disekeliling saya adalah perokok dan sebagian diantara mereka merokok dalam kapasitas yang cukup berat. jika saya penasaran, sebenarnya gampang saja untuk meminta sebatang rokok mereka dan mencobanya. tetapi saya tidak mau dan tidak tertarik sama sekali.
hal ini sepertinya sedikit banyak disebabkan karena saya tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak merokok sama sekali. kakek dan nenek saya tidak merokok, ayah saya pun selama yang saya ingat, tidak pernah sekalipun menghembuskan asap rokok atau membawa aroma rokok ke dalam rumah. dan jangan bertanya tentang ibu saya, dia adalah orang yang cukup vokal dalam masalah memprotes para perokok yang dia temui di tempat makan atau angkutan umum.
ketika melihat para perokok, saya sih tidak mempunyai keberatan apapun karena saya tidak senang menilai atau menghakimi seseorang. asalkan semua keputusan mereka itu dibuat dengan kesadaran penuh akan konsekuensi yang ada, then it will be just fine with me. saya baru akan sangat terganggu jika mereka merokok dengan tidak tahu diri, mengebulkan asap kemana-mana, seakan akan semua orang rela rela saja menghirup karbon monoksida seperti itu. kalau ada orang seperti itu, barulah saya akan keberatan. tetapi selama mereka menghormati hak orang lain yang ingin menghirup udara bersih dan tidak merokok di dekat saya, maka itu hak mereka untuk menikmati tembakau itu.


Lalu bagi yang beragama Islam, pasti tahu bahwa alkohol itu haram hukumnya. saya sendiri belum benar-benar menjalankan semua peraturan agama yang ada, dan tidak terlalu mengerti secara mendalam tentang semua ajaran-ajaran yang ada di dalamnya, tetapi saya tetap berusaha sebaik mungkin untuk menghindari yang dilarang oleh Allah SWT dan menjalankan yang diperintahkan-Nya. selain itu alasan kenapa tidak meminum alkohol menjadi suatu hal yang prinsipil bagi saya, adalah karena saya takut menjadi bodoh.
hahaha.. tidak tahu juga sih, apakah memang ada pengaruh langsungnya atau tidak. tetapi saya sudah merasa otak ini semakin menumpul seiring dengan berjalannya usia, sehingga rasanya tidak perlu lagi ditambah asupan alkohol untuk menjadi katalisator dari kebodohan saya. lagipula, saya pernah melihat perilaku salah satu teman yang sedang mabuk, dan kelakuan serta penampilan mereka saat itu benar-benar tidak menggoda saya untuk ikut-ikutan. buat apa minum sesuatu dengan harga yang sangat mahal cuma untuk bangun keesokan harinya dengan mata merah, kulit kering, otak kosong, kepala pusing, dan tidak bisa berfungsi dengan baik selama seharian penuh?



prinsip yang ketiga menurut saya adalah prinsip terpenting yang saya miliki.
sejak kecil, saya mempunyai seorang ibu yang cukup terbuka untuk membicarakan berbagai hal menyangkut pengetahuan seksual dan apa saja yang boleh dan tidak boleh saya lakukan dengan lawan jenis ketika saya besar nanti. ibu kerap kali mengatakan kepada saya bahwa sebagai wanita ada beberapa hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga saya pun tumbuh besar dengan cukup harga diri untuk mengetahui apa yang harus saya jaga dan saya pertahankan dengan sebaik mungkin.
mungkin seiring dengan perkembangan jaman, standar akan batasan-batasan itu akan berubah dan menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan jaman orangtua kita (dimana rasanya sekarang anak SMP pun sudah berani cium-ciuman dengan pacarnya), tetapi tetap saja ada beberapa batasan yang tidak boleh dirubah atau dibuat fleksibel. ada beberapa batasan, terlepas dari norma agama ataupun sosial, yang harus kita simpan untuk diri kita sendiri dan hanya diberikan pada seseorang
nanti, suatu saat di masa depan.

sepanjang hidup saya, ada masa ketika orang mempertanyakan prinsip saya, atau mencoba menggugah saya untuk membelokkan sedikit aturan yang saya miliki. tetapi saya tidak bisa. prinsip-prinsip ini adalah apa yang saya miliki untuk menjalani hidup yang saya punya.

those principles are the ones that define me.
make me who I am right now. And without them, I'll be lost.


saya tidak mau berubah menjadi orang lain. pribadi yang saya sendiri pun tidak bisa mengenalinya. dan itulah yang akan terjadi jika saya melepaskan prinsip yang saya miliki. jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan prinsip yang saya miliki dan tidak terpengaruh dengan omongan orang yang meminta sebaliknya. selain itu, dengan prinsip yang saya miliki lah saya dapat melihat mana teman-teman terbaik saya, yaitu orang yang mau mengerti, memahami, dan menghormati sesuatu yang saya pegang dengan teguh tanpa berusaha mengubahnya.
Dan hal itu jugalah yang akan selalu saya lakukan kepada orang-orang di sekeliling saya. Menghormati dan menerima mereka tanpa berusaha mengubah siapa diri mereka yang sebenarnya, selama itu baik dan tidak merugikan siapa pun :)


happy sunday and cheers, folks! :D


Sunday, February 21, 2010

I'm an extraordinary girl, living an extraordinary life


setiap kali melakukan blog walking ke berbagai macam blog, ada satu tulisan yang sangat sering saya temui. entah itu sebagai judul blog, atau hanya sekedar deskripsi dari profile si pemilik blog, yaitu:

[another] ordinary girl/boy and her/his ordinary life

setiap kali melihat tulisan seperti ini, saya jadi langsung mengerutkan kening deh. kenapa?

Pertama, karena tulisan seperti itu kurang menjual. Blog itu kan seharusnya dibuat sedemikian menarik sehingga banyak orang yang tertarik untuk berkunjung dan membaca. jadi, kalau dari judul blognya saja mengesankan kalau blog ini adalah blog yang biasa-biasa saja dan dibuat oleh orang yang biasa-biasa saja, buat apa saya meluangkan waktu untuk membaca ceritanya? yang sudah tentu isinya pasti biasa-biasa saja dan saya tidak bisa memperoleh apa-apa dari sana.

Lalu alasan kedua dan sekaligus alasan yang paling penting adalah karena menurut saya, We are extraordinary in our own way
.
Mungkin kita bukanlah ilmuwan pencipta robot, dan kita tidak pernah menjadi delegasi yang mewakili indonesia ke ajang internasional, atau seorang publik figur terkenal. tetapi, itu bukan berarti kita tidak mempunyai keunikan tersendiri. bukan berarti kita adalah orang yang biasa-biasa saja.

menurut saya, setiap orang adalah unik dan tidak ada yang sama. menjadi unik dan luar biasa tidak selalu berarti kita harus menjadi seseorang yang mempunyai nama atau prestasi besar dan menjulang, tetapi juga bisa melalui hal-hal kecil yang signifikan. hal-hal yang kecil tetapi bisa menyentuh dan memberi kesan di kehidupan orang lain.

saya mempunyai beberapa orang dekat yang secara kasat mata mungkin terlihat biasa saja, namun bagi saya mereka adalah orang-orang yang sangat luar biasa. dengan menjadi diri mereka sendiri, mereka berhasil menjadi satu pribadi unik yang luar biasa dan tidak bisa disamakan dengan orang lain. contohnya adalah ibu saya. Ibu saya hanyalah seorang pegawai swasta yang tidak pernah menciptakan penemuan apa pun dan tidak pernah memenangkan hadiah nobel. tetapi ia adalah pribadi yang luar biasa dengan kemampuan humornya yang begitu tinggi. Ia adalah seseorang yang tidak pernah tua di mata saya karena sifatnya yang selalu senang tertawa dan membuat lelucon. dengan kepribadiannya ini, dia selalu mempunyai banyak teman dan sering menjadi pusat perhatian setiap kali kami berkumpul bersama keluarga besar atau pun dengan teman-temannya yang lain.
mungkin ada banyak orang lucu dan humoris lainnya di dunia ini, tetapi tetap tidak akan ada yang bisa menyamai ibu saya, karena dengan kepribadiannya dia telah membentuk keluarga dimana saya berada hingga menjadi seperti yang saya miliki sekarang. keluarga yang penuh dengan keterbukaan, dimana kata 'sungkan' serta 'birokrasi' tidak mempunyai tempat diantara kami :)

jadi, menurut saya tidak ada orang yang ordinary di dunia ini. setiap orang memiliki ciri khas mereka masing-masing, seperti sidik jari yang tidak pernah sama satu sama lain, kita semua meninggalkan jejak kita yang unik ke dalam setiap kehidupan yang kita sentuh. dengan menjadi diri kita sendiri, kita memberikan warna yang beragam kepada kehidupan yang ada disekeliling kita. melengkapi mereka dengan keunikan yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain.

So now I'm gonna say that,

I am an extraordinary Girl and I am living an extraordinary LIFE!
And this is an Extraordinary Blog, that hopefully will give you something and touch your life in a way that any other Blogs can't ;)

p.s: it's okay to be a little narcissistic once in a while, because it helps us boost the self-esteem which in turn helps us to believe in the power and abilities we have within us.


let's cheers and happy living your life, folks! :)

Wednesday, February 10, 2010

30 days with you..









For the way you changed my plans
For being the perfect distraction
For the way you took the idea that I have
Of everything that I wanted to have
And made me see there was something missing

For the ending of my first begin

And for the rare and unexpected friend
For the way you're something that I never choose
But at the same time something I don't wanna lose
And never wanna be without you ever again

You're the best thing I never knew I needed

So when you were here I had no idea
You're the best thing I never knew I needed
So now it's so clear I need you here always

My accidental happily ever after

The way you smile and how you comfort me with your laughter
I must admit you were not a part of my book
But now if you open it up and take a look
You're the beginning and the end of every chapter

Who'd knew that I'd be here

So unexpectedly
Undeniably happy
Said with you right here, right here next to me
(Taken from Ne Yo's song, Never Knew I Needed)


You came unexpectedly in my life.
And we met in an unexpected way.
i never thought that you will be a part of my book.
but now that you're in every page of my chapters,
I'm glad that I met you. That I know you. That I love you.
And that you are here, with me.
Because you are the best thing that I will always need.
and I'm undeniably, unexpectedly happy with you right here next to me
.

Happy one month for us, Hon.
May happiness will always be around us for many, many, many, and many months to come.
And Happy soon-to-come Valentine's Day too, Love
Smooch! :)


Friday, February 5, 2010

If You Get Stuck, Move On! :)

Beberapa hari terakhir ini saya sering kali berbincang bersama beberapa orang dengan topik obrolan yang hampir sama. Soal gebet menggebet, suka menyuka, dan konsep jodoh. hmm ya ya, obrolan yang menarik bukan? :D

dari banyak sesi obrolan yang menggunakan berbagai macam media (chat, ngobrol langsung, ym-an), pada dasarnya teman-teman saya ini mempunyai satu masalah yang sama. mereka stuck pada satu orang dan tidak bisa bergerak maju.
atau memutuskan untuk tidak bergerak maju.

contoh pertama adalah salah seorang teman saya yang sudah menyukai seseorang dalam waktu yang cukup lama. saya sendiri sebenarnya masih tidak mengetahui secara persis seberapa besar kadar rasa suka teman saya ini terhadap orang tersebut. Tetapi yang jelas ia cukup menyukai orang ini untuk menjadikan orang tersebut subyek obrolan rutin ketika kami bisa bertemu satu sama lain dan secara berkala selalu mengetahui perkembangan terbaru dalam hidup orang tersebut. tetapi walaupun teman saya ini selalu berusaha untuk tidak sepenuhnya kehilangan jejak orang tersebut, ia selalu melakukannya dengan implisit dan pasif. seringkali saya menyarankan padanya untuk menghubungi orang tersebut kembali, setidaknya sekedar untuk menanyakan kabar, agar orang itu juga tidak sepenuhnya melupakan dia dan siapa tahu justru bisa ditingkatkan menjadi hubungan yang lebih intens lagi.
Tapi dia tidak mau melakukannya. alasannya karena malu lah, tidak enak lah, dan lain sebagainya.
lalu karena dia tidak mau melakukan itu, kemudian saya menyarankan kepada dia untuk mulai mencari seseorang yang lain, dimana dia bisa membina hubungan yang berjalan dua arah, dan bukannya hanya keinginan yang berasal dari satu pihak saja. seseorang dimana dia bisa mempunyai hubungan interpersonal yang sesungguhnya dan bukan hanya sekedar pelampiasan rasa suka dan pengamatan yang dilakukan dari kejauhan.
Ia kemudian mengatakan kepada saya bahwa, tenang saja. Itu memang hal yang akan dia lakukan. Jika nanti dia menemukan seseorang yang bisa membuatnya benar-benar suka, ia akan melupakan gebetannya yang sekarang. tetapi, sampai waktu itu datang, dia akan bertahan dengan orang yang ini dulu.

Contoh kedua berasal dari status yang saya baca di Facebook teman saya dan juga notes teman saya yang lainnya. di status dan notes itu pada intinya mereka menulis bahwa mereka telah mencintai seseorang untuk waktu yang cukup lama, dan mereka akan terus mencintai orang tersebut, bahkan jika harus menunggu seumur hidup agar orang tersebut membalas perasaan mereka.
Tulisan kedua teman saya ini merupakan inti percakapan yang sama yang disampaikan beberapa teman yang lain kepada saya. mereka bercerita bahwa mereka merasa telah menemukan seseorang yang mereka cari selama ini, dan walaupun orang tersebut tidak dapat membalas perasaan mereka saat ini, mereka akan terus menunggu. dan berharap.
Tetapi sayangnya, penantian itu dilakukan dalam diam, tanpa adanya usaha untuk melakukan sesuatu.

mendengarkan cerita mereka, saya jadi mulai berpikir.
di satu sisi, memang kisah tentang seseorang yang menunggu orang yang mereka sukai akan terdengar sangat romantis dan penuh dengan pengorbanan.
tetapi apakah itu adalah hal yang terbaik yang seharusnya dilakukan oleh seseorang?

Mungkin saya adalah tipe orang yang lebih bersifat realistis dibandingkan romantis dalam hal seperti ini, karena bagi saya Hidup harus
selalu terus berjalan. Jika kita tidak bisa memperoleh satu hal yang sangat kita inginkan, daripada terus terpaku dan memandangi hal tersebut dengan obsesi yang tidak sehat, kenapa kita tidak mencoba mengalihkan pandangan dan mencari hal lain (yang mungkin pada awalnya tidak terlintas di pikiran kita) yang memang boleh kita miliki?
Who knows, that second best thing might turned out to be the very best for us. The one that we need the most :)

Ketika teman saya berkata bahwa dia akan melupakan orang yang dia sukai saat ini segera setelah dia bisa menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatiannya, yang terlintas di kepala saya pertama kali adalah buka hati. ketika itu saya berpikir, bagaimana ia bisa menyukai orang lain jika saat ini didalam kepalanya ia masih terpaku dengan orang yang lama?
menurut saya dalam hal jodoh-berjodoh ini, tidak bisa disamakan dengan menunggu durian runtuh. 'Bluk!', tiba-tiba langsung muncul seorang pria tampan dermawan dihadapan kita yang bisa membuat kita jatuh cinta dalam sekejap dan mengalihkan hati kita dari orang lain. karena seperti hal-hal lain di dalam hidup, perlu
ada usaha yang dilakukan oleh kita untuk menemukan dan mendapatkan seseorang.
Bukan berarti juga kita harus jungkir balik pontang panting untuk memperoleh perhatian mereka, karena justru jika kita harus berusaha terlalu keras didalam sebuah hubungan, maka mungkin sebenarnya that relationships doesn't meant to be. because relationships suppose to be easy and fun. Not hard and exhausting.

Maksud dari Usaha saya disini adalah yang pertama, kita harus berusaha membuka hati. bagaimana bisa kita berharap untuk menemukan orang lain yang bisa mengalihkan perhatian kita, jika selama ini kita berjalan dengan kacamata kuda? Hanya terfokus pada satu orang yang sama dan mengacuhkan yang lain.
cobalah mengenal berbagai macam orang lebih jauh, temukan apa yang menarik dari mereka dengan pandangan yang lebih obyektif, dan jangan takut jika ada kesempatan yang datang.
dan ketika kita akhirnya menemukan orang lain yang bisa mengalihkan pandangan kita, jangan takut untuk menyapanya. untuk mengenalnya lebih jauh. untuk membuatnya sadar, bahwa kita ada dan menjadi bagian yang konstan dari kesehariannya. seperti yang ditulis oleh teman kampus saya di notes Facebooknya,
dan gadis itu berlari menghambur padaku, sesenggukan ia berkata "aku ingin dia mencintaiku"
aku tersenyum lirih, setengah berbisik "dia harus tahu bahwa kau benar-benar ada"
Penantian tidak akan berarti apa-apa jika bahkan orang yang kita tunggu tidak mengetahui keberadaan kita dan kenyataan bahwa kita menunggu mereka.
Selain itu kenapa kita harus menunggu sesuatu disaat di luar sana masih ada banyak orang lain yang mungkin lebih baik, yang menyadari keberadaan kita, dan memandang kita dengan cara yang sama seperti kita memandang mereka?

I once read that Life is just like a bicycle. to keep it in balance all the time, you have to keep moving. Jadi saat kita jatuh, saat kita memperoleh kekecewaan, atau saat kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, teruslah bergerak maju dan jangan terpaku dengan kegagalan tersebut. You can either try to do it again -in a better way this time- or set another goal, but whatever it is, the only thing you cannot do is being static and stand still with nowhere to go.

So, let's just live our life with a full speed ahead. never stop, never hesitate, take risks, and do your best with what you've got :)


oh, and although it's a week faster, I wanna say
HAPPY VALENTINE'S DAY!
Let's keep spreading Love and I wish you a lovely month surrounded by your lovely ones :))


Cheers!